Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Faktor yang Menentukan Jarak Tempuh pada Motor Listrik
ilustrasi motor listrik (unsplash.com/Stefan Lehner)
  • Gaya berkendara memengaruhi konsumsi baterai; akselerasi agresif dan kecepatan tinggi menguras daya lebih besar, sedangkan akselerasi halus serta fitur hemat energi dapat memperpanjang jarak tempuh.
  • Kapasitas, usia, dan kesehatan baterai menentukan energi yang tersedia. Kapasitas besar menyimpan lebih banyak daya, tetapi kemampuan baterai menyimpan energi menurun secara alami seiring waktu.
  • Jalan menanjak, beban berat, suhu ekstrem, hujan lebat, dan angin kencang meningkatkan kebutuhan energi motor listrik, sehingga jarak tempuh dalam sekali pengisian dapat berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor listrik bisa jalan jauh atau tidak, bukan cuma karena baterainya. Kalau dibawa ngebut, baterai lebih cepat habis. Baterai yang besar dan masih sehat bisa menyimpan tenaga lebih banyak. Jalan menanjak, barang berat, cuaca panas, dingin, hujan, atau angin juga bikin baterai lebih cepat habis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jarak tempuh merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh calon pengguna motor listrik. Meski memang produsen biasanya sudah mencantumkan angka jarak tempuh tertentu dalam spesifikasi kendaraan, namun hasil yang diperoleh untuk penggunaan sehari-hari biasanya akan berbeda.

Perbedaan ini bisa diakibatkan karena jarak tempuh dari motor listrik biasanya tidak ditentukan oleh kapasitas baterai semata. Ada berbagai faktor, mulai dari cara berkendara hingga kondisi lingkungan yang ternyata bisa mempengaruhi seberapa jauh motor listrik bisa melaju dalam sekali pengisian daya.

1. Gaya berkendara dari pengguna

ilustrasi motor listrik (unsplash.com/fan yang)

Cara pengendara dalam mengoperasikan motor listrik ternyata bisa membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap pengkonsumsian energi baterai. Proses akselerasi yang terlalu agresif dan kebiasaan mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu yang cukup lama akan membuat motor memerlukan daya yang lebih besar jika dibandingkan digunakan dengan kecepatan yang stabil.

Sebaliknya, gaya berkendara dengan akselerasi yang lebih halus dan memanfaatkan fitur hemat energi ternyata bisa memperpanjang jarak tempuh dari kendaraan listrik. Penggunaan daya yang lebih efisien ternyata sangat memungkinkan energi bisa dimanfaatkan secara optimal agar motor dapat ditempuh dengan jarak yang lebih jauh.

2. Kondisi dan kapasitas baterai

ilustrasi motor listrik (unsplash.com/sebastian bruch)

Baterai merupakan sumber energi utama pada motor listrik, sehingga kondisinya akan sangat mempengaruhi performa dari kendaraan. Semakin besar kapasitas baterai yang dimiliki, maka biasanya akan semakin banyak energi yang disimpan untuk digunakan selama perjalanan berlangsung.

Bukan nanya kapasitas, namun usia dan kesehatan baterai juga turut mempengaruhi jarak tempuh yang ada. Seiring berjalannya waktu, maka kemampuan baterai untuk menyimpan energi pun akan mengalami adanya penurunan secara alami, sehingga jarak yang ditempuh dalam sekali pengisian daya biasanya dapat berkurang secara signifikan.

3. Kondisi jalan dan beban kendaraan

ilustrasi motor listrik (unsplash.com/Sam Carter)

Motor listrik yang digunakan di jalanan datar biasanya memerlukan energi yang lebih sedikit jika dibandingkan motor listrik yang harus melewati tanjakan yang panjang dan curam. Pada saat motor harus bekerja ekstra keras untuk melawan gravitasi atau kondisi jalanan yang berat, maka pengonsumsian daya baterainya pun akan meningkat.

Beban yang dibawa akan turut mempengaruhi kebutuhan energi dari kendaraan. Tidak heran apabila semakin berat total beban yang ada, entah itu dari pengendara, penumpang, atau bahkan barang bawaan, maka akan semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan motor untuk bergerak dan mempertahankan kecepatan yang ada.

4. Suhu dan kondisi cuaca

ilustrasi motor listrik (unsplash.com/Siwawut Phoophinyo)

Suhu lingkungan ternyata bisa mempengaruhi kinerja baterai motor listrik secara langsung. Pada kondisi yang terlalu panas atau terlalu dingin, maka efisiensi kimia yang ada di dalam baterai bisa mengalami penurunan, sehingga kemampuan untuk menyimpan dan melepaskan energi pun menjadi berkurang secara signifikan.

Cuaca tertentu seperti hujan lebat atau angin kencang ternyata bisa meningkatkan hambatan selama perjalanan berlangsung. Motor mungkin akan memerlukan lebih banyak energi agar bisa mempertahankan performa yang sama jika dibandingkan ketika digunakan dalam kondisi cuaca yang lebih ideal.

Jarak tempuh motor listrik sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, bukan hanya kapasitas baterainya saja. Beberapa hal di atas seolah bisa menentukan seberapa efisien energi yang digunakan selama perjalanan dengan menggunakan motor listrik. Dengan memahami faktor-faktor yang ada, maka pengguna bisa mengoptimalkan penggunaan motor listrik dan mendapatkan jarak tempuh yang lebih maksimal untuk aktivitas harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article