Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Solusi Mengatasi Kebocoran Oli Motor

4 Solusi Mengatasi Kebocoran Oli Motor
ilustrasi ganti oli motor (pexels.com/lucas)
Intinya Sih

  • Periksa dan ganti paking atau seal yang aus Salah satu penyebab kebocoran oli adalah paking atau seal yang aus. Periksa kondisinya dan ganti dengan yang baru sesuai merek motor.

  • Pastikan pengisian oli tidak berlebihan Isi oli sesuai takaran yang dianjurkan agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada sistem pelumasan.

  • Bersihkan dan periksa baut-baut pengikat mesin Periksa secara rutin baut-baut pada bagian blok mesin untuk mencegah kebocoran oli akibat baut longgar atau rusak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kebocoran oli motor gak hanya bikin lantai menjadi kotor, tapi juga berpotensi merusak mesin. Sebab, kebocoran akan membuat volume oli berkurang. Kalau ini terjadi, komponen mesin tidak akan terlumasi dengan sempurna. Akibatnya bisa sangat fatal: overheat. Kalau sudah begitu, turun mesin akan jadi satu-satunya solusi.

So, kalau ini terjadi pada motormu, sebaiknya segera lakukan langkah perbaikan. Nah, berikut cara mengatasi oli motor yang bocor yang harus kamu ketahui.

1. Periksa dan ganti paking atau seal yang aus

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Magda Ehlers).
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Magda Ehlers).

Salah satu penyebab umum kebocoran pada oli biasanya diakibatkan karena kerusakan pada paking atau seal yang berfungsi sebagai pelindung antara sambungan komponen mesin. Jika paking sudah mengeras retak atau bahkan bocor, maka oli pun akan dengan mudah merembes keluar dan pada akhirnya menetes ke bagian bawah motor.

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan memeriksa terlebih dahulu kondisi paking di sekitar mesin, seperti pada bagian penutup, klep, atau sambungan mesin bagian bawah. Jika memang terlihat basah atau ada rembesan, maka kamu harus segera ganti dengan paking baru yang memang telah disesuaikan dengan tipe dan juga merek dari motormu.

2. Pastikan pengisian oli tidak berlebihan

ilustrasi oli motor (pexels.com/setengah lima sore)
ilustrasi oli motor (pexels.com/setengah lima sore)

Mengisi oli melebihi kapasitas yang dianjurkan oleh pabrikan ternyata bisa menimbulkan tekanan berlebih pada sistem pelumasan, sehingga inilah yang dapat memicu kebocoran melalui celah yang semestinya kedap. Selain itu, oli yang berlebihan juga dapat memercik ke bagian ruang pembakaran dan pada akhirnya menimbulkan asap putih pada bagian knalpot.

Sebelum melakukan pengisian oli tentu sebaiknya kamu dapat mengecek takaran menggunakan stik oli atau indikator bawaan dari motor tersebut. Gunakan oli dengan viskositas yang sesuai dan juga isi hingga batas maksimal yang telah dianjurkan tanpa melewatinya, sehingga tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya untuk motor.

3. Bersihkan dan periksa baut-baut pengikat mesin

ilustrasi oli motor (pexels.com/Daniel Andraski)
ilustrasi oli motor (pexels.com/Daniel Andraski)

Baut yang longgar atau tidak dikencangkan dengan torsi yang tepat ternyata rentan menyebabkan celah yang pada akhirnya bisa menjadi jalan keluar oli dari dalam mesin. Hal ini akan semakin diperburuk apabila motor sering digunakan di kondisi jalanan yang tidak rata, sehingga getaran tersebut akan membuat baut-bautnya secara perlahan mengendur tanpa disadari oleh pemiliknya.

Solusi terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan memeriksa secara rutin semua baut pada bagian blok mesin, terutama di sekitar penutup oli, bak kopling, atau filter oli. Jika ternyata ada baut yang sudah aus atau ulirnya rusak, maka segera ganti agar nantinya takaran oli tetap terjaga dengan baik dan tidak sampai berpotensi menimbulkan kebocoran.

4. Servis berkala dan gunakan oli berkualitas

ilustrasi servis motor (pexels.com/Mick Haupt)
ilustrasi servis motor (pexels.com/Mick Haupt)

Lakukan servis rutin di bengkel terpercaya sebetulnya dapat membantu untuk mendeteksi adanya potensi kebocoran sebelum nantinya menjadi lebih parah. Mekanik akan memeriksa semua jalur oli, termasuk kondisi gasket dan memastikan bahwa komponen mesin tetap dalam kondisi bersih, serta berfungsi dengan optimal.

Penting untuk menggunakan oli mesin yang memang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi dari kendaraan. Oli yang buruk atau tidak sesuai dengan standar yang ada justru akan membuat komponen tersebut berubah jadi cepat aus dan pada akhirnya mempercepat kebocoran di beberapa titik rawan.

Kebocoran oli mungkin terlihat sepele, namun sebetulnya memiliki dampak yang sangat besar apabila tidak segera ditangani. Dengan memperhatikan kondisi packing menjaga takaran oli hingga mengecek baut pengikat, maka kamu bisa mengatasi permasalahan oli bocor yang dialami oleh motormu. Pastikan untuk selalu melakukan servis rutin untuk menjaga performa mesin tetap optimal!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More