Jetour T1 Bukti Nyata SUV Tangguh di Medan Ekstrem

- Jetour T1 sukses melewati uji ekstrem di Pegunungan Andes dan Gurun Atacama, membuktikan performa nyata di kondisi suhu rendah, tekanan udara minim, serta lingkungan kering ekstrem.
- Dibekali sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive dan teknologi Bosch ESP 9.3, Jetour T1 mampu menjaga stabilitas serta distribusi torsi optimal di berbagai medan sulit dan traksi rendah.
- Durabilitas tinggi Jetour T1 terlihat saat menaklukkan pasir sedalam 30 cm dan tanjakan 30 derajat di Gurun Atacama, dengan kabin tetap bersih berkat filter udara CN95.
Jakarta, IDN Times - Jetour T1 membuktikan ketangguhannya lewat serangkaian uji ekstrem global yang dilakukan di dua lokasi paling menantang di dunia, yakni Pegunungan Andes dan Gurun Atacama.
Pengujian ini menjadi bukti nyata, Jetour T1 tidak sekadar mengandalkan spesifikasi di atas kertas, tetapi juga performa aktual dalam kondisi ekstrem.
Dikembangkan dalam strategi global Travel+, Jetour T1 dirancang sebagai kendaraan yang mampu menggabungkan kenyamanan, teknologi, dan kemampuan jelajah.
Mobil ini diposisikan sebagai partner perjalanan yang mendukung eksplorasi, tanpa mengorbankan kenyamanan saat digunakan di lingkungan perkotaan.
1. Diuji di Pegunungan Andes dengan kondisi ekstrem

Pada pengujian di Pegunungan Andes dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter, Jetour T1 menghadapi tantangan berupa suhu ekstrem, tekanan udara rendah, serta kadar oksigen minim.
Kondisi ini kerap menjadi titik lemah bagi kendaraan bermesin konvensional karena dapat menurunkan performa secara signifikan.
Namun, mesin 2.0T turbocharged pada Jetour T1 mampu melakukan cold start hanya dalam satu kali percobaan meski kadar oksigen hanya sekitar 60 persen dari kondisi normal.
Selain itu, pengujian juga mencakup performa tenaga, kemampuan off-road, dan handling untuk memastikan kendaraan tetap optimal dalam kondisi ekstrem.
2. Sistem AWD adaptif jadi kunci performa off-road

Jetour T1 dibekali sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive yang mampu mendistribusikan torsi secara real time ke setiap roda.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan melewati berbagai medan sulit seperti pasir longgar hingga jalur ekstrem dengan lebih stabil dan terkendali.
Kombinasi dengan Electronic Limited Slip Differential dan Bosch ESP 9.3 turut menjaga stabilitas kendaraan, terutama saat menghadapi angin kencang atau permukaan jalan dengan traksi rendah. Hasilnya, kendaraan tetap memiliki kendali yang presisi dalam berbagai situasi berkendara.
3. Taklukkan Gurun Atacama dengan durabilitas tinggi

Pengujian berlanjut ke Gurun Atacama yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia dengan kelembapan hanya sekitar 5 persen, suhu ekstrem, serta debu garam yang bersifat korosif. Kondisi ini menjadi ujian berat bagi durabilitas mekanis kendaraan.
Dalam pengujian tersebut, Jetour T1 mampu keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm berkat distribusi torsi hingga 390 Nm yang presisi ke keempat roda. Kendaraan juga tetap stabil saat menanjak hingga kemiringan 30 derajat.
Di sisi lain, kabin tetap bersih dari debu berkat filter udara CN95 yang menjaga kualitas udara bagi penumpang.
"Melalui pengujian di berbagai kondisi ekstrem di dunia, kami ingin memastikan setiap teknologi dan kapabilitas yang ditawarkan benar-benar relevan dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam setiap perjalanan mereka," kata Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, Senin (6/4/2026).


















