Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Riding Touring Biar Kondisi Badan Tetap Prima
ilustrasi berkendara motor (unsplash.com/Ruizhe du
  • Artikel membahas pentingnya menjaga kondisi motor sebelum touring agar perjalanan jauh tetap aman dan tidak membuat tubuh cepat lelah.
  • Ditekankan perlunya istirahat cukup serta kebugaran fisik agar pengendara tetap fokus dan tidak mudah kehabisan tenaga selama perjalanan.
  • Posisi duduk, postur tubuh, dan kelenturan lengan dijelaskan sebagai kunci kenyamanan untuk mencegah pegal saat touring jarak jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Touring bersama teman membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih ringan dan menyenangkan. Kamu tidak mudah bosan serta bisa menikmati waktu bersama orang terdekat sampai tujuan. Namun perjalanan panjang di atas motor sering membuat tubuh mengalami pegal dan kelelahan setelah sampai.

Kelelahan itu membuat kamu tidak bersemangat melakukan aktivitas keesokan harinya. Alih-alih mendapat penyegaran, kamu justru menghabiskan waktu untuk beristirahat karena tubuh terlalu lelah. Jika kamu sering merasakan hal tersebut, simak beberapa tips berikut agar touring berikutnya lebih nyaman dan tidak menyiksa fisik.

1. Pastikan motor kamu kondisinya siap jalan

ilustrasi berkendara motor (unsplash.com/Anna Hecker)

Kondisi motor yang prima wajib dipastikan sebelum kamu berangkat touring. Jangan memaksakan perjalanan jauh dengan motor yang bermasalah. Suspensi yang tidak optimal akan membuat tubuh kamu cepat lelah selama di jalan.

Motor untuk touring tidak harus berjenis tertentu. Motor lama maupun matic terbaru sama-sama bisa digunakan selama kondisinya baik. Hal terpenting adalah kamu memahami karakter motor yang dipakai, baik matic maupun jenis lainnya.

2. Istirahat yang cukup dulu sebelum kamu mulai berkendara

ilustrasi berkendara motor (unsplash.com/Alwan Ibrahim)

Selain motor, kondisi fisik kamu juga harus dipersiapkan sebelum touring. Istirahat yang cukup menjadi faktor utama agar tubuh tidak cepat tumbang setelah perjalanan jauh. Jangan memaksakan berangkat jika kamu masih kurang tidur atau merasa lelah.

Fisik yang bugar membuat perjalanan jarak jauh tidak mudah menguras tenaga. Konsentrasi dan refleks kamu akan tetap terjaga selama berkendara. Dengan begitu kamu bisa menikmati perjalanan tanpa terganggu rasa kantuk atau kelelahan berlebih.

3. Tentukan posisi duduk yang nyaman

ilustrasi berkendara motor (unsplash.com/Vineet Yadav)

Posisi duduk yang tepat membuat kamu lebih tahan lama saat berkendara. Untuk motor kopling, sebaiknya paha kamu menjepit tangki bensin agar tubuh lebih stabil. Pada motor matic ketika menuruni jalan, jepit jok dengan bagian dalam paha agar kendali motor tetap baik.

Hindari posisi duduk terlalu ke depan atau terlalu ke belakang karena memicu pegal lebih cepat. Titik duduk ideal berada di bagian tengah jok. Dengan posisi yang benar, tubuh kamu tidak cepat lelah sehingga perjalanan bisa dilanjutkan dengan nyaman.

4. Pastikan posisi badan dan lengan kamu udah benar

ilustrasi berkendara motor (unsplash.com/Kevin Oetiker)

Selain posisi duduk, sikap tubuh kamu juga memengaruhi kenyamanan berkendara. Jaga postur agar punggung tetap tegak dan tidak membungkuk selama perjalanan. Hindari lengan yang dikunci lurus dan kaku saat mengendalikan motor.

Pastikan lengan kamu dalam kondisi rileks agar tubuh lebih lentur terhadap getaran. Posisi idealnya membentuk sudut sekitar 30 derajat ke arah luar. Sudut tersebut membantu meredam guncangan ketika motor melewati jalan tidak rata atau berbatu.

Jika kamu sering merasa lelah setelah touring, cobalah menerapkan beberapa tips tersebut. Tubuh kamu tidak akan mudah pegal setelah menempuh perjalanan jauh. Dengan kondisi fisik yang tetap bugar, kegiatan touring menjadi lebih menyenangkan hingga mencapai tujuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article