Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Komponen Motor Ini Wajib Diganti Setelah Terjang Banjir

ilustrasi motor kehujanan
ilustrasi motor kehujanan (pexels.com/Duy Nod)

Motor yang sempat terendam atau menerjang banjir sering terlihat baik-baik saja setelah kering. Mesin bisa hidup normal, tarikan terasa biasa, dan tidak ada gejala aneh di awal. Tapi diam-diam, air bisa merusak beberapa komponen penting dari dalam.

Kalau dibiarkan tanpa pengecekan dan penggantian, kerusakan biasanya baru muncul beberapa hari atau minggu kemudian. Mulai dari brebet, mogok mendadak, sampai kerusakan mesin serius. Supaya tidak menyesal, ini komponen motor yang sebaiknya langsung ditangani setelah kena banjir.

1. Oli mesin dan oli gardan (untuk motor matik)

ilustrasi ganti oli (pexels.com/andrea)
ilustrasi ganti oli (pexels.com/andrea)

Air sangat mudah masuk ke ruang mesin melalui breather atau seal saat terendam. Akibatnya oli bisa tercampur air dan berubah seperti susu cokelat. Pelumasan langsung turun drastis.

Kalau dipakai terus, komponen mesin akan cepat aus bahkan bisa macet. Ganti oli secepat mungkin setelah motor kering. Ini langkah paling penting dan tidak boleh ditunda.

2. Filter udara

ilustrasi filter udara (pexels.com/pexels)
ilustrasi filter udara (pexels.com/pexels)

Filter udara yang basah akan menyimpan air dan kotoran. Aliran udara ke mesin jadi tidak optimal. Mesin bisa brebet, boros bensin, bahkan susah hidup.

Filter kertas biasanya langsung rusak kalau kena air. Lebih aman diganti daripada dikeringkan. Filter bersih menjaga pembakaran tetap normal.

3. Busi

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)
ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Air bisa masuk ke area busi dan menyebabkan pengapian tidak sempurna. Busi yang lembap sering bikin motor susah starter atau mati mendadak. Kadang masih nyala tapi performanya drop.

Mengganti busi setelah banjir murah tapi berdampak besar. Pengapian kembali stabil dan mesin lebih responsif. Jangan tunggu sampai mogok total.

4. Kampas rem dan sistem pengereman

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)
ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Kampas rem yang terendam air kotor bisa menyerap lumpur dan pasir halus. Gesekan jadi tidak maksimal dan sering menimbulkan bunyi aneh. Dalam jangka panjang bisa merusak cakram.

Rem adalah soal keselamatan, jadi jangan kompromi. Jika terasa licin atau bunyi terus muncul, sebaiknya ganti kampas. Pastikan sistem rem bersih dan kering.

5. CVT dan belt (khusus motor matik)

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)
ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Ruang CVT sangat rentan kemasukan air saat banjir. Air dan lumpur bisa membuat belt selip dan pulley cepat aus. Tarikan jadi berat atau tersendat.

Biasanya CVT perlu dibongkar, dibersihkan, dan dicek kondisinya. Jika belt sudah licin atau retak, wajib ganti. Ini sering jadi penyebab motor matik mogok pasca banjir.

Motor yang kena banjir memang bisa langsung hidup, tapi bukan berarti aman jangka panjang. Kerusakan air sering bekerja diam-diam dari dalam mesin dan komponen vital. Mengganti bagian penting lebih murah daripada turun mesin nantinya.

Semakin cepat ditangani setelah banjir, semakin kecil risiko mogok dan kerusakan besar. Anggap ini sebagai investasi kecil untuk umur motor yang jauh lebih panjang dan aman dipakai harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Porsche Pangkas 30 Persen Jaringan Dealer di China!

28 Jan 2026, 20:05 WIBAutomotive