ilustrasi motor (pexels.com/Javier Aguilera)
Ban merupakan salah satu bagian yang langsung berinteraksi dengan permukaan jalan. Ketika tekanannya gak sesuai, respons motor saat melewati polisi tidur, jalan berlubang, atau permukaan kasar bisa terasa berbeda. Ban yang terlalu keras dapat membuat benturan terasa lebih tajam, sedangkan ban yang terlalu kurang angin dapat membuat respons motor terasa lebih berat dan kurang nyaman.
Coba ingat bagaimana sensasi motor ketika melewati jalan yang biasanya kamu lalui. Kalau tiba-tiba terasa lebih menghentak atau justru seperti terlalu lembek, kondisi ban patut masuk dalam daftar pemeriksaan. Jangan menunggu sampai ban benar-benar kempis untuk mengeceknya. Semakin cepat kamu menemukan perubahan tekanan, semakin mudah masalah tersebut ditangani sebelum mengganggu perjalanan.
Tekanan ban motor memang gak bisa ditentukan hanya berdasarkan tampilan atau perasaan tangan. Namun, enam tanda tadi bisa membantu kamu mengenali adanya perubahan sebelum kondisinya menjadi lebih serius. Ban terlihat terlalu ceper, motor terasa berat, setang berubah, keausan gak merata, tekstur ban terasa berbeda, sampai respons di jalan kasar bisa menjadi petunjuk awal yang layak diperhatikan.
Kalau menemukan salah satu tanda tersebut, langkah berikutnya cukup sederhana: ukur tekanan ban menggunakan tire pressure gauge dan bandingkan hasilnya dengan rekomendasi pabrikan motor. Informasi tekanan yang tepat biasanya tercantum pada buku manual atau label kendaraan, tergantung model motornya. Jadi, gak perlu menunggu ban benar-benar kempis untuk mulai peduli, karena tekanan ban yang tepat ikut menentukan kenyamanan, pengendalian, dan keamanan kamu selama berkendara.