Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Ban Motor Botak Bisa Bikin Pelek Jadi Peyang?

3 min read
Benarkah Ban Motor Botak Bisa Bikin Pelek Jadi Peyang?
ilustrasi ban motor (pexels.com/ Gustavo Fring)
  • Ban motor botak tidak langsung membuat pelek peyang; kerusakan pelek lebih sering dipicu benturan keras dengan lubang, jalan rusak, atau trotoar.
  • Ban aus mengurangi perlindungan terhadap benturan, tetapi tekanan angin terlalu rendah lebih berisiko karena membuat ban tertekan dan pelek dapat terkena dampak langsung.
  • Gejala pelek peyang meliputi getaran setang atau bodi serta roda tidak stabil; periksa pelek setelah benturan, ganti ban aus, dan jaga tekanan angin sesuai rekomendasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ban motor yang sudah botak biasanya langsung dikaitkan dengan risiko tergelincir atau kehilangan daya cengkeram. Namun, ada anggapan bahwa kondisi ban yang sudah aus juga bisa membuat pelek menjadi peyang. Apakah keduanya memang saling berkaitan?

Secara langsung, ban botak tidak otomatis membuat pelek berubah bentuk. Pelek lebih sering peyang akibat benturan keras, seperti menghantam lubang, jalan rusak, atau trotoar. Meski begitu, ban yang sudah sangat aus memang bisa membuat pelek lebih rentan menerima dampak benturan.

  1. 1. Ban botak membuat perlindungan terhadap benturan berkurang

    ilustrasi ban motor botak
    ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo)

    Ban bukan hanya berfungsi menghasilkan traksi, tetapi juga menjadi salah satu peredam benturan antara roda dan permukaan jalan. Di dalam ban terdapat tekanan udara yang membantu menyerap energi ketika roda melewati permukaan yang tidak rata. Ketika kondisi ban sudah sangat aus, kemampuan keseluruhan ban dalam menghadapi benturan bisa menurun, terutama jika bagian tapak dan struktur ban sudah mengalami kerusakan.

    Namun, ketebalan tapak yang menipis bukan berarti pelek langsung menjadi lebih mudah peyang. Pelek biasanya mengalami perubahan bentuk ketika menerima gaya benturan yang cukup besar. Risiko tersebut semakin tinggi jika motor menghantam lubang dalam dengan kecepatan tinggi atau tekanan ban terlalu rendah. Jadi, faktor benturan dan kondisi tekanan ban jauh lebih berpengaruh terhadap kerusakan pelek.

  2. 2. Tekanan angin rendah justru lebih berisiko

    Screen Shot 2026-09-20 at 2.01.41 PM.png
    ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate)

    Ban yang botak sering kali menjadi masalah karena sudah kehilangan kemampuan optimal untuk mencengkeram permukaan jalan, terutama ketika melintasi jalan basah. Sementara itu, tekanan angin yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko pelek mengalami benturan langsung dengan permukaan jalan. Tekanan yang terlalu rendah membuat dinding ban lebih mudah tertekan ketika roda menghantam lubang.

    Dalam kondisi tertentu, benturan keras dapat membuat ban terjepit antara permukaan jalan dan pelek. Istilah yang sering digunakan adalah pinch flat atau benturan yang menyebabkan ban rusak pada bagian tertentu. Jika energinya cukup besar, pelek juga dapat berubah bentuk. Karena itu, menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan menjadi langkah penting untuk membantu melindungi ban sekaligus pelek.

  3. 3. Kenali tanda pelek mulai mengalami kerusakan

    Ilustrasi ban motor
    Ilustrasi ban motor (pexels.com/Nguyễn Bin Exciter)

    Pelek yang peyang tidak selalu bisa langsung terlihat dengan mata. Salah satu gejalanya adalah muncul getaran pada setang atau bodi motor ketika melaju pada kecepatan tertentu. Pada kondisi tertentu, roda juga dapat terasa tidak stabil atau gerakannya tidak lagi berputar secara sempurna. Jika muncul gejala seperti ini setelah motor menghantam lubang, pemeriksaan pelek sebaiknya segera dilakukan.

    Ban yang sudah mencapai batas keausan juga sebaiknya segera diganti, terlepas dari kondisi peleknya. Periksa pula tekanan angin secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Dengan begitu, ban tetap memiliki kemampuan kerja yang baik dan risiko kerusakan akibat benturan dapat dikurangi.

    Jadi, ban motor botak tidak secara langsung menyebabkan pelek menjadi peyang. Pelek lebih banyak dipengaruhi benturan, tekanan angin yang tidak tepat, beban, serta kondisi jalan. Meski begitu, menggunakan ban yang sudah aus tetap berisiko terhadap keselamatan sehingga penggantian sebaiknya tidak ditunda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More