Ada Fitur Heater di Mobil, Dari Mana Sumber Panasnya?

- Panas berasal dari cairan pendingin mesin
- Peran heater core, thermostat, dan blower dalam proses pemanasan
- Mobil listrik menggunakan sumber panas yang berbeda
Bagi sebagian pengendara di Indonesia, fitur heater pada mobil mungkin terdengar kurang relevan karena iklim tropis yang cenderung hangat. Namun di daerah bersuhu rendah, perjalanan dini hari, berkendara di pegunungan, atau saat AC harus dimatikan untuk menghemat bahan bakar, heater justru menjadi fitur kenyamanan dan keselamatan. Kehadirannya membantu menjaga suhu kabin tetap nyaman sekaligus mencegah kaca berembun.
Meski terlihat sederhana, banyak orang belum memahami bagaimana heater bekerja. Banyak yang mengira heater menggunakan energi listrik seperti pemanas ruangan rumah, padahal sebagian besar sistem pemanas mobil justru memanfaatkan panas alami dari mesin. Mengetahui sumber panas ini akan membantu pemilik mobil memahami cara kerja kendaraan dan menghindari kesalahan perawatan.
1. Panas berasal dari cairan pendingin mesin

Sumber utama panas heater adalah coolant atau air radiator yang mengalir dalam sistem pendingin mesin. Saat mesin bekerja, proses pembakaran di ruang silinder menghasilkan suhu sangat tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan derajat Celsius. Untuk mencegah overheat, coolant menyerap panas tersebut kemudian bersirkulasi melalui radiator.
Sebelum menuju radiator, sebagian aliran diarahkan ke heater core, yaitu komponen kecil mirip radiator yang berada di balik dashboard. Ketika udara dari blower AC melewati heater core yang panas, udara tersebut menjadi hangat lalu dialirkan ke dalam kabin melalui ventilasi. Artinya, heater tidak membebani mesin dengan konsumsi energi tambahan karena memanfaatkan panas yang sudah ada.
2. Peran heater core, thermostat, dan blower dalam proses pemanasan

Heater tidak akan bekerja maksimal jika mesin belum mencapai suhu operasional. Karena itu, thermostat berfungsi menjaga coolant tetap berada di mesin sampai suhu cukup panas sebelum bersirkulasi penuh. Setelah itu, heater core bertugas sebagai “penukar panas” yang memindahkan panas coolant ke udara.
Blower kemudian meniupkan udara menuju kabin, dan pengemudi dapat mengatur arah serta intensitasnya melalui panel AC. Sistem ini memungkinkan mobil menghasilkan udara hangat meski AC tetap aktif, karena heater bekerja pada jalur sirkulasi udara yang berbeda. Di mobil modern, pengaturan suhu menggunakan sensor dan katup kontrol elektronik sehingga kenyamanan lebih presisi.
3. Mobil listrik menggunakan sumber panas yang berbeda

Karena tidak memiliki mesin pembakaran internal, mobil listrik tidak bisa mengandalkan panas coolant sebagai sumber heater. Sebagai gantinya, beberapa EV memakai pemanas resistif listrik, mirip pemanas rumah, yang membutuhkan energi langsung dari baterai. Sistem ini efektif tetapi dapat mengurangi jarak tempuh.
Teknologi terbaru menggunakan heat pump, yaitu perangkat yang bekerja seperti AC terbalik—memindahkan panas dari luar ke dalam kabin dengan konsumsi energi lebih efisien. Heat pump kini menjadi standar di banyak mobil listrik modern karena menjaga kenyamanan tanpa menguras baterai terlalu cepat.
Pada akhirnya, heater bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian penting dari kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi termal kendaraan. Dengan memahami sumber panasnya, pemilik mobil dapat lebih bijak dalam merawat sistem pendingin dan mengenali potensi masalah lebih awal.













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Favoritmu Bisa Ungkap Gaya Berkendaramu!](https://image.idntimes.com/post/20250401/1-c2e6310e825805d6c876709eb8ef8d4b.jpg)





