Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Helm di Atas Lima Tahun Wajib Dipensiunkan

Alasan Helm di Atas Lima Tahun Wajib Dipensiunkan
ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Lapisan peredam EPS dalam helm kehilangan elastisitas setelah lima tahun, membuat kemampuan menyerap benturan menurun drastis meski tampilan luar masih terlihat baik.
  • Cangkang helm mengalami penuaan akibat paparan sinar UV, bahan kimia, dan keringat yang merusak struktur perekat serta menurunkan integritas keselamatan secara bertahap.
  • Standar keamanan dan teknologi helm terus berkembang, sehingga helm berusia lebih dari lima tahun tidak lagi memenuhi regulasi terbaru dan sebaiknya diganti demi perlindungan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi banyak pengendara sepeda motor, helm yang masih tampak mengilap dan bebas dari goresan sering kali dianggap masih layak digunakan untuk perlindungan harian. Padahal, tampilan fisik yang terlihat mulus di sisi luar bukanlah jaminan bahwa perangkat keselamatan tersebut mampu memberikan perlindungan maksimal saat terjadi benturan keras di jalan raya.

Daya perlindungan sebuah helm memiliki masa kedaluwarsa yang tidak terlihat secara kasat mata namun sangat mematikan jika diabaikan. Memahami bahwa helm adalah perangkat yang memiliki batas usia pakai menjadi sangat penting agar pengendara tidak terjebak dalam rasa aman palsu saat memacu kendaraan di tengah lalu lintas yang berisiko.

1. Degradasi material peredam pada lapisan internal

ilustrasi helm (freepik.com/azerbaijan_stockers)
ilustrasi helm (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Komponen paling vital di dalam sebuah helm bukanlah cangkang keras bagian luar, melainkan lapisan Expanded Polystyrene (EPS) atau yang lebih dikenal sebagai gabus peredam. Material EPS dirancang khusus untuk menyerap energi benturan dengan cara hancur atau memadat saat menerima tekanan ekstrem. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, material ini akan kehilangan elastisitasnya dan cenderung menjadi keras atau getas akibat paparan suhu panas serta kelembapan yang terjadi terus-menerus.

Setelah melewati masa lima tahun, kemampuan EPS untuk mendistribusikan energi benturan akan menurun secara drastis secara alami. Meskipun cangkang luar masih tampak kokoh, lapisan peredam yang sudah mengeras tidak akan mampu menyerap guncangan pada kepala secara efektif. Akibatnya, energi kinetik dari benturan akan langsung diteruskan ke tengkorak pengguna, yang secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya cedera otak berat atau gegar otak meskipun helm tidak pecah.

2. Kelelahan struktur akibat paparan kimia dan lingkungan

ilustrasi helm (freepik.com/freepik)
ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

Cangkang luar helm yang terbuat dari polikarbonat, serat karbon, atau komposit lainnya tetap mengalami proses penuaan akibat paparan sinar ultraviolet (UV) setiap harinya. Sinar matahari dapat merusak ikatan polimer pada material cangkang, membuatnya menjadi lebih rapuh meskipun warna cat masih terlihat cerah. Selain faktor cuaca, paparan bahan kimia dari lingkungan seperti uap bensin, asap kendaraan, hingga penggunaan cairan pembersih yang tidak sesuai dapat mempercepat kelelahan struktur helm.

Selain itu, keringat, minyak rambut, dan sisa produk perawatan wajah yang menempel pada bagian interior helm juga mengandung asam yang dapat merusak material perekat antara cangkang dan lapisan EPS. Kerusakan pada struktur perekat ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan lapisan pelindung terlepas atau bergeser saat terjadi kecelakaan. Dalam jangka waktu lima tahun, akumulasi dari paparan kimia dan lingkungan ini sudah cukup untuk membuat integritas keseluruhan struktur helm berada di bawah standar keselamatan yang ditetapkan.

3. Perkembangan standar keamanan dan teknologi terbaru

ilustrasi helm motor (pexels.com/MIXU)
ilustrasi helm motor (pexels.com/MIXU)

Industri perangkat keselamatan jalan raya terus melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan standar perlindungan yang lebih ketat dari tahun ke tahun. Sebuah helm yang diproduksi lebih dari lima tahun lalu tentu masih menggunakan standar keamanan lama yang mungkin sudah dianggap tidak memadai menurut regulasi keselamatan terbaru, seperti transisi dari ECE 22.05 ke ECE 22.06. Mempertahankan helm lama berarti tetap menggunakan teknologi perlindungan masa lalu yang belum mengenal fitur mitigasi rotasi kepala atau peningkatan kekuatan pada titik-titik benturan tertentu.

Mengganti helm yang sudah berusia lima tahun ke atas merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Teknologi busa interior yang lebih baik, ventilasi yang lebih efisien, hingga peningkatan ketahanan terhadap penetrasi benda tajam menjadi alasan kuat untuk beralih ke unit baru. Dengan memensiunkan helm lama yang sudah "lelah" secara struktur, pengendara memastikan bahwa perlindungan yang digunakan selalu berada pada tingkat optimal untuk menghadapi kemungkinan terburuk di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More