Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Membaca Kode Produksi Helm agar Tidak Tertipu Stok Lama

Cara Membaca Kode Produksi Helm agar Tidak Tertipu Stok Lama
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Intinya Sih
  • Helm bisa tampak baru tapi sebenarnya stok lama, sehingga penting memahami kode produksi untuk memastikan usia dan kualitas perlindungannya tetap optimal.
  • Kode produksi helm biasanya tersembunyi di balik busa pipi, tali pengikat, atau bagian EPS, dengan format angka yang berbeda tergantung pabrikan.
  • Usia helm sangat berpengaruh pada efektivitas perlindungan karena material seperti EPS dan perekat dapat menurun kualitasnya setelah sekitar lima tahun sejak tanggal produksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Helm merupakan piranti keselamatan paling krusial bagi setiap pengendara sepeda motor, namun sering kali aspek usia pakainya terabaikan hanya karena kondisi fisiknya masih terlihat mengkilap. Banyak pembeli yang tergiur dengan diskon besar di toko perlengkapan berkendara tanpa menyadari bahwa barang tersebut mungkin merupakan stok lama yang sudah mendekati masa kedaluwarsa secara teknis.

Memahami cara mengecek tanggal pembuatan bukan sekadar urusan ketelitian belanja, melainkan investasi langsung terhadap perlindungan kepala. Seiring berjalannya waktu, material peredam di dalam helm akan mengalami degradasi kualitas, sehingga mengetahui usia asli helm dari kode produksinya menjadi kewajiban mutlak sebelum melakukan transaksi pembayaran.

1. Menemukan letak kode produksi pada berbagai merek helm

Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)

Setiap produsen helm memiliki standar yang berbeda dalam meletakkan informasi tanggal produksi, namun biasanya kode ini disembunyikan di area yang terlindung dari gesekan luar. Lokasi paling umum adalah di balik busa pipi (cheek pad) atau di bawah lapisan kain interior bagian atas. Pengendara perlu membuka sedikit kancing busa untuk menemukan stiker kecil atau cetakan timbul yang memuat deretan angka penunjuk waktu pembuatan tersebut.

Selain di bagian dalam, beberapa merek helm premium sering kali menyertakan informasi produksi pada bagian tali pengikat (chinstrap). Kode ini biasanya dicetak pada label kain yang juga memuat informasi standar keselamatan seperti SNI, DOT, atau ECE. Jika tidak ditemukan di kedua tempat tersebut, langkah terakhir adalah memeriksa area styrofoam atau Expanded Polystyrene (EPS) di dalam cangkang, di mana tanggal produksi sering kali dicetak menggunakan stempel tinta atau cetakan permanen pada struktur pelindung tersebut.

2. Menguraikan format angka dan kode kalender produksi

ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Format kode produksi helm tidak selalu menggunakan urutan tanggal, bulan, dan tahun secara konvensional, sehingga sering kali membingungkan bagi orang awam. Beberapa pabrikan menggunakan format empat digit sederhana, misalnya "0524", yang berarti helm tersebut diproduksi pada bulan Mei tahun 2024. Namun, ada pula yang menggunakan format minggu dalam satu tahun, seperti kode "1226" yang merujuk pada minggu ke-12 di tahun 2026.

Tantangan muncul ketika produsen menggunakan sistem kode yang lebih kompleks, seperti sistem lingkaran angka yang dicetak timbul pada bagian dalam sasis plastik. Dalam model ini, terdapat panah di tengah lingkaran angka 1 hingga 12 yang menunjuk pada bulan, sementara angka di samping panah menunjukkan tahun. Memahami variasi format ini sangat penting agar tidak salah menginterpretasikan usia helm; sebuah helm yang terlihat baru di etalase bisa saja sebenarnya telah tersimpan selama lima tahun jika kode produksinya tidak dibaca dengan saksama.

3. Mengapa usia produksi sangat menentukan efektivitas perlindungan

ilustrasi menggunakan helm (pexels.com/mixu)
ilustrasi menggunakan helm (pexels.com/mixu)

Satu hal yang sering diabaikan adalah bahwa helm memiliki masa kedaluwarsa, meskipun tidak pernah mengalami benturan sama sekali. Secara umum, para ahli keselamatan menyarankan penggantian helm setiap lima tahun setelah tanggal produksi. Alasan utamanya adalah material EPS atau styrofoam di dalam helm akan mengeras dan kehilangan elastisitasnya seiring waktu akibat pengaruh suhu dan kelembapan udara. Jika EPS sudah mengeras, kemampuannya untuk menyerap energi benturan akan menurun drastis, yang berisiko meneruskan gaya hantam langsung ke tengkorak kepala.

Selain masalah sterofom, perekat kimia dan bahan plastik pada cangkang luar juga dapat mengalami getas karena proses oksidasi alami. Membeli helm stok lama yang sudah tersimpan di gudang selama bertahun-tahun berarti memangkas durasi pemakaian efektif yang bisa didapatkan. Oleh karena itu, selalu pastikan untuk memilih unit dengan tanggal produksi paling terbaru—idealnya tidak lebih dari satu tahun dari saat pembelian—guna menjamin bahwa seluruh komponen teknis helm masih berada dalam kondisi prima untuk memberikan perlindungan maksimal saat terjadi kecelakaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More