Melakukan perjalanan jauh atau turing dengan sepeda motor sering kali menyisakan rasa lelah yang luar biasa pada tubuh. Uniknya, keluhan rasa capek yang ekstrem ini justru lebih sering datang dari seseorang yang duduk di jok belakang atau boncenger. Banyak orang heran mengapa menjadi penumpang motor terasa lebih menguras tenaga, padahal tugas mengendalikan setang dan menjaga arah laju sepenuhnya dipikul oleh pengendara.
Secara logika, orang yang hanya duduk diam tanpa beban pikiran mengemudi seharusnya terhindar dari kelelahan yang berat. Namun, karakteristik posisi duduk dan dinamika pergerakan di atas roda dua menciptakan kondisi fisik yang berbeda bagi penumpang. Ada faktor fisiologis dan psikologis tersembunyi yang membuat tubuh seorang boncenger harus bekerja ekstra keras sepanjang perjalanan.
