Menjaga keselamatan di atas roda dua sering kali dihadapkan pada dilema kenyamanan, terutama saat berkendara di bawah terik matahari. Di satu sisi, tubuh membutuhkan lapisan pelindung untuk mengantisipasi risiko luka abrasi jika terjadi kecelakaan di jalan raya. Di sisi lain, suhu udara yang menyengat di kawasan tropis membuat banyak pemotor merasa tersiksa akibat hawa panas yang terjebak di dalam pakaian mereka.
Kondisi dilematis ini memicu munculnya perilaku berkendara yang kurang tepat dalam pemilihan jenis pakaian pelindung. Banyak orang yang beralih menggunakan jaket parasut tebal demi menghindari debu dan sengatan matahari tanpa memedulikan sistem sirkulasi udara pakaian tersebut. Padahal, keputusan memilih material pakaian yang salah saat berkendara di cuaca panas menyimpan ancaman kesehatan dan keselamatan yang sangat fatal bagi organ tubuh.
