Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Batas Aman Upsize Ban Motor agar Tetap Nyaman

ilustrasi ban motor (freepik.com/freepik)
ilustrasi ban motor (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Batas aman yang paling umum dianjurkan adalah menaikkan ukuran ban maksimal satu tingkat dari ukuran standar pabrikan, baik dari sisi lebar maupun profil.
  • Ban yang terlalu lebar dipasang pada pelek yang sempit dapat mengubah bentuk tapak ban menjadi tidak ideal.
  • Perubahan diameter secara signifikan dapat berdampak pada akurasi speedometer dan karakter akselerasi motor.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Keinginan melakukan upsize atau mengganti ukuran ban motor dengan yang lebih besar, sering kali muncul setelah pengendara memahami konsekuensi teknis dari perubahan ukuran ban.

Namun, memahami dampak saja belum cukup. Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui batas aman upsize agar modifikasi tetap berada dalam koridor kenyamanan, performa, dan keselamatan berkendara.

Pada dasarnya, pabrikan telah merancang ukuran ban standar berdasarkan keseimbangan antara bobot motor, tenaga mesin, karakter suspensi, serta sistem pengereman. Oleh karena itu, upsize ban sebaiknya dilakukan secara moderat dan terukur, bukan semata mengikuti tren atau pertimbangan visual.

1. Maksimal naik satu ukuran dari standar

ilustrasi mengisi Angin Ban Motor.jpg
ilustrasi mengisi Angin Ban Motor (Dok. IDN Times)

Batas aman yang paling umum dianjurkan adalah menaikkan ukuran ban maksimal satu tingkat dari ukuran standar pabrikan, baik dari sisi lebar maupun profil.

Sebagai contoh, jika ukuran standar ban belakang adalah 100/90, maka upsize yang relatif aman berada di kisaran 110/90 atau 100/80, dengan catatan ruang spakbor dan konstruksi kaki-kaki sepeda motor masih mencukupi.

Kenaikan satu ukuran umumnya masih memungkinkan motor mempertahankan karakter dasarnya tanpa memberikan beban berlebih pada mesin dan komponen suspensi. Jika upsize dilakukan secara berlebihan, risiko ban bergesekan dengan spakbor, rantai, atau bagian rangka akan meningkat, terutama saat suspensi bekerja maksimal.

2. Menyesuaikan ukuran ban dengan lebar pelek

ilustrasi ban motor (pexels.com/Diogo Cacito)
ilustrasi ban motor (pexels.com/Diogo Cacito)

Aspek penting lain dalam menentukan batas aman upsize adalah kesesuaian antara ukuran ban dan lebar pelek. Ban yang terlalu lebar dipasang pada pelek yang sempit dapat mengubah bentuk tapak ban menjadi tidak ideal. Kondisi ini berpotensi mengurangi traksi optimal dan membuat keausan ban menjadi tidak merata.

Setiap produsen ban umumnya memberikan rekomendasi lebar pelek yang sesuai untuk ukuran ban tertentu. Mengikuti rekomendasi ini penting agar struktur ban tetap bekerja sesuai desainnya, baik saat motor melaju lurus maupun ketika bermanuver di tikungan.

3. Memperhatikan diameter ban motor

ilustrasi ban motor tebal (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
ilustrasi ban motor tebal (pexels.com/Harvey Tan Villarino)

Selain lebar ban, perubahan profil juga akan memengaruhi diameter total ban. Upsize yang mengubah diameter secara signifikan dapat berdampak pada akurasi speedometer dan karakter akselerasi motor.

Ban dengan diameter lebih besar membuat putaran roda menjadi lebih lambat, sehingga kecepatan aktual bisa lebih tinggi dibandingkan angka yang terbaca di panel instrumen.

Dalam batas aman, perubahan diameter sebaiknya dijaga seminimal mungkin agar tidak mengganggu sistem bawaan motor. Jika diameter ban berubah terlalu jauh dari standar, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada keselamatan, terutama saat pengendara mengandalkan informasi kecepatan dan jarak tempuh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Apa yang Harus Dilakukan Jika Motor Hilang Tapi Cicilan Belum Lunas?

10 Jan 2026, 06:05 WIBAutomotive