Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Hal Penting yang Sering Dilupakan Pemotor Sebelum Touring

3 Hal Penting yang Sering Dilupakan Pemotor Sebelum Touring
ilustrasi touring motor (pexels.com/Blaz Erzetic)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemeriksaan dokumen seperti STNK, SIM, dan asuransi kesehatan wajib dilakukan agar perjalanan touring aman secara hukum dan siap menghadapi situasi darurat medis.
  • Kondisi ban perlu dicek menyeluruh, termasuk membawa alat tambal ban portabel dan pompa kecil untuk mengantisipasi kebocoran di lokasi terpencil.
  • Kebersihan kaca helm serta penyelarasan posisi spion harus diperhatikan karena keduanya berpengaruh besar terhadap jarak pandang dan keselamatan selama berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Persiapan menjelang perjalanan jarak jauh atau touring dengan sepeda motor sering kali menyita banyak waktu dan perhatian. Fokus utama para pengendara biasanya tertuju pada pemeriksaan mesin, penggantian oli, serta pemilihan rute yang akan dilewati. Kesibukan mempersiapkan hal-hal besar tersebut terkadang membuat beberapa detail kecil yang tidak kalah krusial menjadi terabaikan.

Padahal, kelancaran dan keselamatan selama di perjalanan sangat ditentukan oleh kesiapan setiap elemen pendukung berkendara. Mengabaikan hal-hal kecil ini bisa memicu kendala teknis yang merepotkan atau bahkan membahayakan keselamatan di tengah jalan. Oleh karena itu, ada beberapa poin penting yang wajib diperiksa kembali sebelum roda sepeda motor mulai berputar menjauh dari rumah.

1. Memeriksa masa berlaku dan kelengkapan dokumen berkendara

ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)
ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)

Surat tanda nomor kendaraan dan surat izin mengemudi sering kali hanya disimpan di dalam dompet tanpa diperiksa kembali tanggal kedaluwarsanya. Keasyikan merencanakan destinasi liburan membuat banyak pengendara lupa bahwa dokumen pelengkap berkendara mereka sudah mendekati masa habis berlaku. Mengendarai sepeda motor dengan dokumen yang mati tentu akan memicu masalah hukum saat ada pemeriksaan oleh pihak kepolisian di wilayah lain.

Selain masalah legalitas, kelengkapan dokumen asuransi kesehatan juga menjadi hal yang sangat sering terlewatkan dari daftar persiapan. Menyimpan salinan fisik atau digital dari kartu jaminan kesehatan sangat penting untuk mengantisipasi situasi darurat medis yang tidak diinginkan di jalan. Memastikan semua dokumen ini aktif dan tersimpan di tempat yang aman serta mudah dijangkau akan memberikan ketenangan pikiran selama menjelajah.

2. Mengabaikan kondisi ban

ilustrasi mengecek kondisi ban motor (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mengecek kondisi ban motor (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak pemotor yang merasa sudah aman hanya dengan memeriksa tekanan angin dan ketebalan alur ban utama sebelum berangkat touring. Namun, mereka sering kali lupa membawa peralatan mitigasi mandiri untuk mengantisipasi terjadinya ban bocor di area yang sepi. Berada di jalur pegunungan atau pedesaan yang minim tukang tambal ban akan menjadi mimpi buruk jika tidak membawa alat persiapan.

Membawa pompa portabel, alat pengukur tekanan ban, serta cairan atau alat tambal ban tubeless instan adalah hal yang wajib dilakukan. Perlengkapan darurat ini tidak memakan banyak ruang di dalam tas atau bagasi motor, namun memiliki fungsi yang sangat penyelamat saat situasi kritis. Meluangkan waktu untuk mempelajari cara menggunakan alat tambal tersebut sebelum berangkat juga tidak kalah penting agar tidak bingung saat harus menggunakannya.

3. Meremehkan kebersihan kaca helm dan pengaturan posisi spion

ilustrasi helm (freepik.com/freepik)
ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

Kaca pelindung pada helm atau visor sering kali dibiarkan kotor atau penuh dengan bekas sidik jari dan debu tipis sisa perjalanan sebelumnya. Kondisi kaca yang kusam mungkin tidak terlalu mengganggu saat berkendara di siang hari yang terik. Namun, begitu memasuki area berkabut atau saat malam hari, kotoran pada kaca akan memecah sorotan lampu dari arah depan dan merusak jarak pandang secara drastis.

Selain kaca helm, posisi kaca spion juga sering kali berubah tanpa disadari saat motor dicuci atau diparkir sebelum keberangkatan. Spion yang tidak selaras dengan sudut pandang mata pengendara akan menciptakan titik buta yang sangat berbahaya saat hendak berpindah jalur. Melakukan pembersihan kaca helm dengan cairan khusus dan mengatur ulang posisi spion sebelum mesin dinyalakan adalah langkah kecil yang menjamin keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More