Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Menurunkan Harga Jual Motor Bekas

ilustrasi motor (unsplash.com/Stephan Louis)
ilustrasi motor (unsplash.com/Stephan Louis)

Menjual motor bekas mungkin sering dilakukan oleh banyak orang apabila ingin melakukan upgrade atau pun karena kebutuhan pribadi. Pada kenyataannya menjual motor bekas tidak semudah seperti yang dibayangkan karena memiliki tantangannya tersendiri, apalagi jika ternyata harga jualnya mengalami penurunan. Harga jual untuk motor bekas memang sering kali tidak bisa diprediksi karena harus melihat berbagai situasi dan kondisinya.

Mungkin ada banyak faktor yang menyebabkan penjual motor bekas justru jadi merugi dan turun dengan drastis. Tidak mengherankan jika kamu harus benar-benar bisa menjaag kondisi motor dengan baik untuk memaksimalkan nilai jualnya, sehingga tidak sampai menurun dengan signifikan. Oleh sebab itu, pahami beberapa penyebab utama berikut ini dari penurunan harga jual motor bekas agar bisa kamu hindari.

1. Kondisi fisik yang sudah tidak bagus lagi

ilustrasi motor antik (unsplash.com/DEAN FAULKNER)
ilustrasi motor antik (unsplash.com/DEAN FAULKNER)

Tidak dapat dimungkiri bahwa tampilan motor akan menjadi impresi awal dalam menentukan harga jual yang didapatkan. Mungkin setiap motor bekas akan memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda, sehingga estimasi harga jual yang diperoleh pun juga akan berbeda-beda karena berdasarkan pada kondisi fisik dan mekanisnya. Oleh sebab itu, harus benar-benar cermat dalam melihat kondisi fisik yang dimiliki mobil agar tetap aman tanpa masalah.

Jika motor bekas milikmu sudah dipenuhi dengan goresan, kerusakan, hingga komponen yang aus, maka jangan heran jika harga jualnya akan turun. Biasanya pembeli akan menghindari kendaraan yang memerlukan banyak perbaikan, sebab membutuhkan biaya tambahan lain. Oleh sebab itu, rawat dan gunakan motormu dengan hati-hati agar tak menyebabkan kerusakan yang bisa menurunkan harga jualnya.

2. Usia dan jarak tempuh motor

ilustrasi motor (unsplash.com/Harley-Davidson)
ilustrasi motor (unsplash.com/Harley-Davidson)

Motor bekas yang diperjualbelikan sering kali juga dilihat dari usia dan jarak tempuh yang dimilikinya. Hal ini karena memang usia motor dan jumlah kilometernya akan sangat menentukan nilai jual, sehingga pembeli akan mempertimbangkan hal ini terlebih dahulu. Jika memang kamu memiliki motor dengan usia yang sudah tua, maka biasanya harganya juga akan sangat menurun.

Jarak tempuh yang terlalu banyak akan membuat nilai jualnya juga menurun karena memang dianggap sudah tidak bagus lagi kondisi mesinnya. Namun, jika jarak tempuhnya rendah tentu saja bisa menarik lebih banyak pembeli karena lebih andal dan minim kerusakan. Oleh sebab itu, usia dan jarak tempuh motor bekasmu bisa dijadikan sebagai patokan untuk menentukan harga jual.

3. Peluncuran teknologi model baru

ilustrasi tanki motor (unsplash.com/Aditya Chinchure)
ilustrasi tanki motor (unsplash.com/Aditya Chinchure)

Dunia otomotif sebetulnya tetap memiliki nilai kompetitif yang cukup tinggi, sebab akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tidak mengherankan jika satu teknologi dalam motor bisa saja digantikan dengan teknologi lainnya, sehingga tidak mengherankan jika hal ini akan berkaitan dengan harga jual motor bekas. Apalagi jika peluncuran tipe motor terbaru juga diikuti dengan perubahan yang cukup signifikan pada teknologi dan fasilitasnya.

Bukan tidak mungkin jika pembeli tidak akan mau membeli motor bekas milikmu jika sudah ada motor dengan fitur-fitur terbaru yang lebih canggih dan terkini. Tidak heran jika motor-motor tua biasanya akan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan karena faktor fitur yang dimiliki. Selain itu, daya tarik yang dimiliki pun pada akhirnya jadi hilang dan menurun drastis.

4. Riwayat perbaikan

ilustrasi motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Riwayat perbaikan atau servis pada motor bekas menjadi salah satu faktor yang akan memengaruhi harga jualnya. Tidak mengherankan jika kamu harus benar-benar memiliki catatan resmi terkaitan riwayat perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini untuk memastikan agar harga jualnya tidak sampai terjun bebas dan membuatmu justru jadi mengalami kerugian.

Biasanya semakin banyak riwayat perbaikan, maka harga jual yang diperoleh juga bisa benar-benar menurun. Hal ini semakin diperparah apabila perbaikan-perbaikan yang kamu lakukan tidak sesuai standar, seperti misalnya tidak melakukan perbaikan di bengkel resmi atau pun tidak menggunakan sparepart resmi. Oleh sebab itu, selalu simpan catatan servis dengan cermat dan lakukanlah servis di tempat yang terpercaya, sehingga sparepart yang digunakan dan apa saja yang diperbaiki dapat sesuai dengan standar yang ada.

5 Permintaan dan penawaran di pasar bekas

ilustrasi motor (unsplash.com/Simon Roth)
ilustrasi motor (unsplash.com/Simon Roth)

Sering kali permintaan dan penawaran di pasar bekas memang tidak bisa diprediksi. Meski begitu, permintaan dan penawaran ini akan sangat memengaruhi harga jual yang akan diperoleh, sehingga kamu harus sering mengecek harga pasaran untuk bisa mendapatkan gambarangannya. Apalagi jika kamu memiliki motor bekas dengan tipe yang sudah sangat umum di pasaran.

Baisanya jika di pasar bekas terdapat banyak sekali motor dengan tipe yang sama, maka hal ini akan menurunkan harganya karena persaingan yang tinggi. Namun, jika memang dirasa motor milikmu jarang di pasaran dan kondisinya bagus, maka harganya masih tinggi. Apalagi jika motormu termasuk yang cukup banyak diminati, sehingga tidak perlu khawatir bahwa harganya akan jatuh.

Kamu tidak perlu khawatir dengan harga jual motor bekas selama dirawat dengan baik dan kondisinya mumpuni. Namun, tetap saja menjual motor bekas sering kali penuh dengan tantangan yang harus dihadapi, sebab harga jualnya yang tidak bisa diprediksi. Apakah kamu pernah menjual motor bekas sebelumnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Debby Utomo
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us