Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Helm Retro Bulat Ternyata Bisa Memicu Pundak Pegal Saat Touring
ilustrasi helm (pexels.com/MIXU)
  • Helm retro berbentuk bulat ternyata dapat menyebabkan pundak dan punggung cepat pegal saat touring karena desainnya tidak mendukung aliran udara yang stabil.
  • Penelitian mekanika fluida menunjukkan bentuk helm non-aerodinamis menimbulkan gaya hambat dan angkat berlebih, memicu guncangan konstan yang membebani otot leher serta trapezius.
  • Studi merekomendasikan penggunaan helm dengan desain aerodinamis atau spoiler belakang untuk perjalanan jauh agar mengurangi tekanan angin dan menjaga kenyamanan tubuh pengendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang suka naik motor jauh pakai helm bulat yang keren. Tapi helm itu bisa bikin pundak dan punggung pegal kalau dipakai lama. Ilmuwan bilang angin dorong dan tarik helmnya kuat, jadi kepala goyang terus. Otot leher kerja keras biar kepala nggak miring. Sekarang orang disaranin pakai helm yang bentuknya bisa belah angin biar nggak cepat capek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menyoroti sisi positif dari kemajuan pengetahuan ilmiah dalam dunia berkendara, di mana penelitian mekanika fluida dan biomekanika membantu pengendara memahami hubungan antara desain helm dan kenyamanan tubuh. Dengan penjelasan ilmiah yang rinci, artikel ini membuka wawasan baru tentang pentingnya aspek aerodinamika, sehingga pengalaman touring dapat menjadi lebih aman dan menyenangkan secara fisik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tren berkendara jarak jauh atau touring menggunakan sepeda motor bergaya klasik kian digandrungi oleh berbagai kalangan pencinta roda dua. Untuk menyelaraskan penampilan dengan tunggangan, penggunaan atribut pendukung seperti helm retro berbentuk bulat silinder sering kali menjadi pilihan utama demi mengejar estetika yang menawan. Namun, di balik pesona tampilannya yang modis dan tak lekang oleh waktu, kenyamanan fisik jangka panjang dari pelindung kepala jenis ini sering kali menyimpan masalah tersendiri bagi tubuh.

Banyak pengendara mengeluhkan rasa lelah dan pegal yang luar biasa pada area pundak serta punggung bagian atas setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Sebagian besar orang secara otomatis langsung menuduh posisi setang yang terlalu rendah, jok yang keras, atau faktor usia sebagai penyebab utama dari kelelahan fisik tersebut. Padahal, dunia sains memiliki pembuktian yang sangat berbeda, di mana rasa sakit tersebut justru lahir dari kesalahan dalam memilih struktur desain pelindung kepala yang dikenakan.

1. Efek gaya hambat dan gaya angkat akibat hukum mekanika fluida di jalan raya

Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)

Penjelasan ilmiah mengenai fenomena kelelahan otot ini tertuang secara rinci dalam sebuah laporan penelitian yang berjudul Aerodynamic Drag and Lift Forces on Motorcycle Helmets. Studi yang bergerak di bidang fisika dan mekanika fluida ini berfokus menguji bagaimana berbagai macam bentuk batok helm berinteraksi dengan aliran udara eksternal. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa saat sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi, pelindung kepala tidak hanya menerima hantaman angin dari arah depan (drag force).

Lebih dari itu, struktur helm juga secara pasif menghasilkan gaya angkat ke atas (lift force) yang disebabkan oleh perbedaan kecepatan aliran udara yang melewati batok bagian atas dan bawah. Ketika bentuk luar pelindung kepala tidak dirancang untuk memecah angin, aliran udara di sekitarnya akan menjadi tidak beraturan dan menciptakan pusaran udara yang besar. Akibatnya, helm akan ditarik ke berbagai arah secara acak oleh tekanan udara yang tidak stabil di sepanjang rute perjalanan.

2. Guncangan konstan yang memaksa kerja mikro otot trapezius secara berlebihan

Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)

Fakta unik dari riset biomekanika membuktikan bahwa helm yang tidak memiliki desain aerodinamis yang baik, seperti bentuk helm retro yang bulat polos tanpa spoiler belakang, akan mengalami guncangan konstan (buffeting) yang parah saat motor melaju di atas kecepatan 80 km/jam. Guncangan berskala mikro ini terjadi secara terus-menerus tanpa henti selama pengendara membelah angin jalanan. Kondisi ini memaksa otot leher dan otot trapezius yang membentang di area pundak hingga punggung atas untuk bekerja ekstra keras.

Secara tidak sadar, otak akan memerintahkan otot-otot di area bahu tersebut untuk terus melakukan kontraksi mikro guna menjaga posisi kepala tetap stabil dan tegak lurus menatap jalanan. Meskipun guncangan tersebut terlihat kecil, beban kerja otot yang berlangsung secara konstan selama berjam-jam selama touring akan menumpuk asam laktat dengan sangat cepat. Proses inilah yang menjadi alasan ilmiah utama mengapa pengendara kerap merasakan pegal yang luar biasa pada pundak, bukan disebabkan oleh geometri setir motor.

3. Pentingnya fitur aerodinamika dalam memilih pelindung kepala jarak jauh

ilustrasi helm (freepik.com/drobotdean)

Berdasarkan kesimpulan dari studi mekanika fluida tersebut, pemilihan jenis pelindung kepala untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh harus mulai mempertimbangkan aspek fungsional aerodinamika. Helm modern yang dirancang dengan lekukan khusus atau dilengkapi spoiler belakang terbukti mampu mengalirkan angin dengan mulus, sehingga mengurangi beban drag dan lift secara signifikan. Desain yang aerodinamis akan meminimalkan gejala buffeting dan membuat kepala terasa jauh lebih ringan saat menembus angin.

Menggunakan helm retro bulat memang sangat cocok untuk kebutuhan berkendara santai di dalam kota dengan kecepatan rendah, di mana tekanan angin belum terlalu besar memengaruhi tubuh. Namun, untuk kebutuhan touring kecepatan tinggi, beralih ke helm yang memiliki efisiensi aerodinamika yang baik adalah keputusan bijak demi kesehatan otot tubuh. Kesadaran ilmiah ini menjadi kunci penting untuk menikmati perjalanan jarak jauh yang bebas dari gangguan nyeri punggung yang menyiksa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article