Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indomobil eMotor Ungkap Perubahan Perilaku Calon Pembeli

3 min read
Indomobil eMotor Ungkap Perubahan Perilaku Calon Pembeli
Indomobil eMotor ramaikan JFK 2026 (Dok. Istimewa)
  • Keterbatasan pasokan BBM dan antrean panjang di Bali serta sejumlah daerah mendorong peningkatan minat motor listrik, menurut klaim PT Indomobil eMotor Internasional.

  • Calon konsumen kini lebih banyak membandingkan varian, model, warna, dan fitur motor listrik, bukan lagi fokus pada keraguan dasar terkait ketahanan teknologi.

  • Indomobil eMotor menawarkan lima lini produk dan didukung lebih dari 150 diler, sementara harga, baterai, jarak tempuh, ketersediaan produk, serta layanan tetap dipertimbangkan konsumen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di Bali dan sejumlah wilayah Indonesia mulai mendorong masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik untuk mobilitas harian.

Kondisi ini turut dirasakan PT Indomobil eMotor Internasional yang mengklaim adanya peningkatan minat dan permintaan terhadap produk motor listriknya.

Perusahaan menilai perubahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang praktis, efisien, serta tidak bergantung pada ketersediaan BBM.

  1. 1. Kelangkaan BBM mendorong masyarakat melirik motor listrik

    b6145284-2464-4980-9adf-b9d6268f03e5.jpeg
    Penggerak Indomobil eMotor Tyranno (Indomobil)

    CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, mengatakan kelangkaan BBM di Bali dan sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan pilihan kendaraan masyarakat.

    Menurutnya, peningkatan minat tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga merambah sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

    “Isu kelangkaan BBM di Bali dan sejumlah daerah menjadi turning point penting bagi masyarakat. Kami melihat lonjakan tajam pada minat dan permintaan motor listrik, tidak hanya di Bali, tetapi juga merembet cepat ke berbagai kota besar lainnya di Indonesia,” ungkap Pius, Rabu (21/10/2026).

    Ia menilai motor listrik semakin relevan sebagai alternatif transportasi harian, terutama ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga BBM.

    Penggunaan motor listrik juga memungkinkan pengisian daya di rumah, sehingga pengguna tidak harus mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memenuhi kebutuhan energi kendaraannya.

    Meski menawarkan sejumlah kemudahan, keputusan membeli motor listrik tetap membutuhkan pertimbangan lain.

  2. 2. Konsumen mulai fokus membandingkan model dan fitur

    Dua motor listrik Indomobil eMotor dipamerkan di dalam mal bersama sebuah mobil SUV putih di area pameran otomotif.
    Ada juga Indomobil eMotor (Dok. Indomobil)

    Indomobil eMotor juga mengamati perubahan pola pertanyaan calon konsumen. Jika sebelumnya masyarakat masih banyak mempertanyakan aspek dasar, seperti keamanan motor listrik saat dicuci atau ketika melewati genangan air, kini pertanyaan lebih banyak mengarah pada pilihan produk.

    Pius mengatakan calon konsumen mulai mencari informasi mengenai ketersediaan varian, pilihan model, warna, hingga fitur unggulan yang ditawarkan.

    Perubahan tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi motor listrik.

    “Menariknya, kami melihat perubahan pola pertanyaan konsumen. Masyarakat tidak lagi meragukan ketahanan teknologi dasar motor listrik, melainkan sudah aktif menanyakan ketersediaan varian, pilihan model, opsi warna, hingga fitur unggulan,” jelasnya.

  3. 3. Indomobil eMotor siapkan lima pilihan lini produk

    Booth Indomobil eMotor dengan desain bertema alam dan tulisan Tyrann X di Jakarta Fair Kemayoran 2026, ramai dikunjungi pengunjung.
    Booth Indomobil eMotor di JFK 2026 (Dok. Istimewa)

    Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Indomobil eMotor menawarkan sejumlah model, mulai dari Adora, Sprinto, Tyranno, hingga seri QT dan QT Pro.

    Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua.

    Perusahaan juga menyebut memiliki lebih dari 150 diler resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

    Jaringan tersebut menyediakan akses informasi produk, kesempatan melakukan uji berkendara atau test ride, serta layanan purnajual bagi konsumen yang ingin menggunakan motor listrik.

    Indomobil eMotor menyatakan akan melanjutkan pengembangan produk dan edukasi konsumen untuk mendukung adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

    Meski begitu, peningkatan minat terhadap motor listrik tidak semata-mata ditentukan oleh kelangkaan BBM.

    Ketersediaan produk, harga, kemampuan baterai, jarak tempuh, serta dukungan layanan tetap menjadi aspek penting dalam menentukan daya tarik kendaraan listrik bagi konsumen.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More