Banyak pengendara sepeda motor merasa sudah sangat aman ketika berkendara menggunakan jaket denim, jubah wol, atau jaket harian berbahan tebal lainnya. Anggapan yang berkembang di masyarakat adalah semakin tebal lapisan kain yang dikenakan, maka semakin tinggi pula tingkat perlindungan yang didapatkan tubuh saat terjadi kecelakaan. Lapisan tebal ini sering kali dianggap cukup untuk menjadi benteng pertahanan dari kerasnya hantaman jalan raya.
Namun, dunia biomekanika dan keselamatan transportasi memiliki pandangan yang sangat bertolak belakang mengenai fenomena ini. Ketebalan sebuah pakaian ternyata tidak berkorelasi langsung dengan kemampuannya dalam menahan kerasnya gesekan dengan permukaan jalan. Sebuah studi laboratorium yang mendalam berhasil mengungkap bahwa material kain biasa, seberapa pun tebalnya, akan langsung kehilangan fungsinya dalam hitungan milidetik ketika harus berhadapan dengan aspal.
