Jangan Asal Rem Mendadak Saat Motor Melewati Genangan

- Saat melewati genangan, hindari rem mendadak karena lapisan air mengurangi traksi ban dan meningkatkan risiko selip, terutama bila rem depan digunakan agresif.
- Kurangi kecepatan sebelum genangan, jaga arah tetap stabil, serta hindari manuver, akselerasi, atau pengereman agresif agar motor lebih mudah dikendalikan di jalan licin.
- Genangan dapat menutupi lubang dan benda di jalan; pilih area dangkal bila memungkinkan, rem bertahap setelah melintas, serta rutin cek tekanan dan alur ban.
Mengendarai motor saat hujan membutuhkan perhatian lebih, terutama ketika harus melewati genangan air. Permukaan jalan yang tertutup air bisa menyamarkan lubang, marka, atau benda lain yang berpotensi mengganggu keseimbangan.
Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah mengerem secara mendadak ketika roda sudah berada di atas genangan. Alih-alih membuat motor lebih aman, tindakan tersebut justru bisa membuat ban kehilangan traksi dan meningkatkan risiko tergelincir.
1. Ban lebih mudah kehilangan traksi

ilustrasi ban motor (wahanahonda.com) Ketika motor melaju melewati genangan, permukaan ban berhadapan dengan lapisan air yang mengurangi kontak langsung antara karet dan aspal. Kondisi ini dapat membuat daya cengkeram ban menurun, terutama jika genangan cukup dalam atau kecepatan motor terlalu tinggi.
Jika rem ditekan secara mendadak ketika traksi sedang berkurang, roda bisa lebih mudah terkunci atau mengalami selip. Risiko tersebut semakin besar pada motor yang menggunakan rem depan secara agresif. Karena itu, pengereman sebaiknya dilakukan secara bertahap sebelum roda memasuki genangan jika kondisi di depan sudah terlihat.
2. Hindari manuver mendadak di atas air

ilustrasi perempuan naik motor (pexels.com/Mehrajul Karim) Selain pengereman mendadak, pengendara sebaiknya menghindari gerakan setang secara tiba-tiba ketika melewati genangan. Permukaan jalan yang licin membuat perubahan arah secara cepat lebih sulit dikendalikan. Ban juga bisa kehilangan cengkeraman ketika motor sedang miring.
Sebaiknya kurangi kecepatan sebelum mencapai genangan, lalu pertahankan arah motor tetap stabil ketika melintasinya. Jangan melakukan akselerasi atau pengereman secara agresif. Posisi tubuh juga sebaiknya tetap rileks agar pengendara bisa merespons perubahan kondisi jalan dengan lebih baik.
3. Waspadai lubang di balik genangan

ilustrasi boncengan naik motor (unsplash.com/Astro Dolf) Genangan air tidak hanya berbahaya karena permukaannya licin. Air juga bisa menutupi lubang, jalan yang ambles, batu, atau benda lain yang berada di permukaan aspal. Ketika roda tiba-tiba masuk lubang, keseimbangan motor dapat terganggu dan pengendara bisa kehilangan kendali.
Jika memungkinkan, pilih bagian jalan dengan genangan yang lebih dangkal dan sudah terlihat kondisinya. Perlambat motor sebelum melewati area tersebut, bukan ketika roda sudah berada di tengah genangan. Setelah keluar dari genangan, pengereman juga perlu dilakukan secara bertahap sambil memastikan kondisi motor tetap stabil.
Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi ban. Alur telapak ban berfungsi membantu membuang air dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Ban yang sudah aus memiliki kemampuan lebih rendah dalam menghadapi jalan basah. Karena itu, pemeriksaan tekanan angin dan kondisi alur ban secara berkala penting dilakukan, terutama ketika memasuki musim hujan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















