Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Asal Semprot Motor Setelah Kehujanan, Ini Risikonya

2 min read
Jangan Asal Semprot Motor Setelah Kehujanan, Ini Risikonya
ilustrasi cuci motor (pexels.com/Ivan Oboleninov)
  • Menyemprot motor pascahujan dengan tekanan tinggi dari jarak dekat berisiko mendorong air ke konektor, sensor, soket, atau sistem pengapian.
  • Debu, pasir, dan lumpur yang masih menempel dapat menggores bodi saat dilap; bilas dulu, lalu gunakan sampo kendaraan serta spons atau kain bersih.
  • Setelah dicuci, keringkan celah, baut, sambungan, dan bagian bawah motor untuk mengurangi potensi korosi; rantai juga perlu diperiksa dan dilumasi kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang baru digunakan saat hujan biasanya dipenuhi cipratan air, lumpur, dan kotoran dari jalan. Kondisi tersebut membuat sebagian pemilik motor ingin langsung mencucinya agar kembali bersih.

Namun, menyemprot motor tanpa memperhatikan bagian yang terkena air bertekanan bisa menimbulkan masalah. Beberapa komponen memang dirancang tahan terhadap air, tetapi bukan berarti semuanya aman terkena semprotan bertekanan tinggi secara langsung.

  1. 1. Air bertekanan bisa masuk ke bagian kelistrikan

    ilustrasi cuci motor
    ilustrasi cuci motor (pexels.com/space_cat)

    Motor modern memiliki banyak komponen kelistrikan seperti konektor, sensor, soket, dan bagian sistem pengapian. Komponen tersebut umumnya sudah dirancang agar terlindung dari cipratan air saat motor digunakan dalam kondisi normal, termasuk ketika hujan.

    Masalah dapat muncul ketika air disemprotkan dengan tekanan tinggi dari jarak dekat. Air bisa terdorong masuk ke celah atau konektor yang seharusnya tidak menerima semprotan langsung. Karena itu, hindari mengarahkan semprotan kuat ke area kelistrikan, terutama jika terdapat konektor yang terbuka atau pelindungnya sudah tidak sempurna.

  2. 2. Kotoran bisa menggores permukaan bodi

    ilustrasi cuci motor
    ilustrasi cuci motor (pexels.com/Dian Ramadhan)

    Setelah kehujanan, permukaan motor tidak hanya terkena air, tetapi juga debu, pasir, dan lumpur. Jika langsung disemprot tanpa proses yang tepat, sebagian kotoran dapat tetap menempel pada permukaan bodi dan ikut bergesekan ketika motor dilap.

    Pasir berukuran kecil dapat bertindak seperti partikel abrasif yang membuat permukaan cat atau lapisan pelindung mengalami baret halus. Lebih aman membilas kotoran terlebih dahulu dengan aliran air yang cukup untuk melepaskannya, kemudian menggunakan sampo khusus kendaraan dan kain atau spons yang bersih.

  3. 3. Bagian tertentu tetap perlu dikeringkan

    cuci motor di Jakarta
    ilustrasi cuci motor (unsplash.com/Lisa Marie Theck)

    Membiarkan motor basah setelah dicuci bukan berarti semua bagian akan langsung aman. Air yang tertinggal di celah tertentu dapat bercampur dengan kotoran dan dalam jangka panjang berpotensi memicu korosi pada komponen berbahan logam.

    Setelah mencuci motor, keringkan bagian yang mudah menampung air, termasuk area sekitar baut, sambungan, dan bagian bawah motor. Gunakan kain mikrofiber atau lap bersih dan hindari menggosok permukaan dengan kain yang sudah penuh pasir. Untuk rantai, pemeriksaan dan pelumasan kembali juga penting setelah motor sering terkena air hujan agar tidak mudah berkarat.

    Motor memang perlu dibersihkan setelah kehujanan, tetapi cara mencucinya juga harus diperhatikan. Air bertekanan tinggi sebaiknya digunakan dengan jarak dan arah semprotan yang tepat, bukan diarahkan sembarangan ke seluruh bagian motor. Dengan perawatan yang benar, motor tetap bersih tanpa meningkatkan risiko gangguan pada komponen penting.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More