Jebakan Licin di Atas Aspal: Bahaya Marka Jalan Saat Hujan!

- Material cat marka jalan yang licin
- Risiko manuver ekstrem di atas garis pembatas jalan
- Teknik aman melintasi marka jalan dalam kondisi basah
Berkendara di bawah guyuran hujan menuntut kewaspadaan berkali-kali lipat dibandingkan saat cuaca cerah. Salah satu ancaman paling berbahaya yang sering luput dari perhatian para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, adalah keberadaan garis putih marka jalan yang tampak sederhana namun bisa berubah menjadi sangat licin.
Fenomena hilangnya traksi secara mendadak saat melintasi marka jalan telah menjadi penyebab banyak kecelakaan tunggal di jalan raya. Memahami alasan teknis di balik sifat licin dari cat jalanan tersebut sangat penting agar setiap pengguna jalan dapat mengantisipasi risiko dan menerapkan teknik berkendara yang lebih aman demi menghindari insiden yang fatal.
1. Komposisi material cat dan hilangnya daya cengkeram ban

Penyebab utama mengapa marka jalan jauh lebih licin dibandingkan aspal biasa terletak pada komposisi materialnya. Cat marka jalan umumnya menggunakan bahan berbasis thermoplastic atau coldplastic yang mengandung manik-manik kaca kecil (glass beads) untuk memberikan efek reflektif saat malam hari. Material ini memiliki permukaan yang jauh lebih rapat dan halus dibandingkan aspal yang bersifat porus atau berpori.
Ketika air hujan membasahi permukaan marka, air tersebut tidak meresap ke dalam pori-pori seperti pada aspal, melainkan tertahan di permukaan cat yang rata. Hal ini menciptakan lapisan tipis air atau aquaplaning mini yang memisahkan antara karet ban dengan permukaan jalan. Akibatnya, koefisien gesek turun drastis, sehingga ban kehilangan kemampuan untuk mencengkeram jalan dengan sempurna, yang memicu terjadinya selip seketika.
2. Risiko manuver ekstrem di atas garis pembatas jalan

Bahaya marka jalan mencapai puncaknya ketika pengendara melakukan manuver yang agresif, seperti pengereman mendadak atau berbelok dengan kemiringan tajam tepat di atas garis putih tersebut. Bagi pengendara motor, melintasi marka jalan yang basah dalam kondisi motor miring akan membuat ban kehilangan keseimbangan titik tumpu. Karena permukaan cat yang licin tidak memberikan hambatan yang cukup, ban cenderung akan tergelincir ke arah samping secara tidak terkendali.
Kondisi ini diperparah jika ban kendaraan sudah dalam keadaan aus atau memiliki tekanan angin yang terlalu tinggi, sehingga luas area kontak ban dengan jalan semakin mengecil. Tidak jarang, marka jalan yang memiliki ketebalan tertentu juga menciptakan sedikit perbedaan ketinggian dengan aspal, yang jika dilindas pada sudut yang salah, dapat memicu efek kejut pada sistem kemudi dan menyebabkan pengendara kehilangan kendali dalam hitungan detik.
3. Teknik aman melintasi marka jalan dalam kondisi basah

Untuk menghindari risiko tergelincir, teknik paling dasar yang harus diterapkan adalah sebisa mungkin menghindari posisi berkendara tepat di atas marka jalan saat hujan. Jika memang harus melintasinya, pastikan posisi kendaraan dalam keadaan tegak lurus dan hindari melakukan pengereman keras atau menambah kecepatan secara mendadak. Menjaga kecepatan yang konstan dan memberikan ruang gerak yang lebih luas dapat meminimalisir kebutuhan akan manuver mendadak yang berbahaya.
Selain itu, selalu perhatikan kondisi ban secara berkala untuk memastikan alur atau kembangan ban masih mampu membuang air dengan efektif. Mengurangi tekanan angin ban sedikit dari batas normal saat musim hujan juga dapat membantu memperlebar area kontak ban dengan permukaan jalan, sehingga memberikan traksi yang sedikit lebih baik. Kesadaran akan bahaya tersembunyi ini membantu setiap orang untuk tetap tenang dan fokus, sehingga perjalanan di tengah hujan tetap dapat diselesaikan dengan selamat sampai tujuan.















![[QUIZ] Pilih Mobil LCGC Favorit, Kami Bisa Tebak Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20240222/oip-40-f3bcadc4b1a39af7191309eb7f658bc1.jpg)



