Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trik Mengatur Tekanan Ban Agar Konsumsi BBM Lebih Irit 10 Persen

ilustrasi isi tekanan ban
ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Gunakan standar pabrikan sebagai patokan utama, sesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi mobil
  • Cek tekanan saat ban dingin, hasilnya lebih akurat dan sesuai standar efisiensi bahan bakar
  • Tambah sedikit tekanan untuk perjalanan luar kota, jangan biarkan ban kurang angin agar tidak boros BBM
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pengendara fokus cari bensin murah atau gaya nyetir irit, tapi lupa satu faktor kecil yang dampaknya besar: tekanan ban. Ban yang kurang angin atau malah terlalu keras bisa bikin mesin bekerja lebih berat dari seharusnya.

Padahal dengan pengaturan tekanan ban yang tepat, konsumsi BBM bisa lebih hemat sampai sekitar 10 persen dalam pemakaian harian. Ini bukan trik mahal, cuma butuh kebiasaan cerdas dan sedikit perhatian rutin.

1. Gunakan standar pabrikan sebagai patokan utama

ilustrasi isi tekanan ban
ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Setiap mobil sudah punya rekomendasi tekanan ban ideal yang biasanya tertempel di pilar pintu atau buku manual. Angka ini dihitung berdasarkan bobot mobil, distribusi beban, dan karakter suspensi.

Kalau terlalu rendah, gesekan ban ke aspal makin besar dan mesin butuh tenaga ekstra. Kalau terlalu tinggi, memang terasa ringan tapi grip menurun dan ban cepat aus di tengah.

2. Cek tekanan saat ban masih dingin

ilustrasi isi tekanan ban
ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/dusanpetkovic)

Tekanan ban naik saat ban panas setelah dipakai jalan jauh. Kalau cek saat panas, hasilnya bisa lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.

Idealnya cek pagi hari atau setelah mobil diam minimal 2–3 jam. Ini bikin angka lebih akurat dan sesuai standar efisiensi bahan bakar.

3. Tambah sedikit untuk perjalanan luar kota

ilustrasi isi tekanan ban
ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Panuwat Dangsungonen)

Untuk perjalanan jauh dengan kecepatan stabil, kamu bisa menambah sekitar 2–3 PSI dari standar pabrikan. Ini mengurangi rolling resistance tanpa mengorbankan kenyamanan berlebihan.

Cara ini sering dipakai pengemudi jarak jauh agar mobil terasa lebih ringan dan konsumsi BBM lebih irit. Tapi jangan berlebihan karena bisa mengurangi traksi dan keamanan.

4. Jangan biarkan ban kurang angin “sedikit tapi lama”

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexels.com/Mike Bird)

Banyak orang membiarkan ban kurang 3–5 PSI karena masih terlihat normal. Padahal kondisi ini sudah cukup bikin konsumsi BBM lebih boros secara konsisten.

Ban kempis tipis meningkatkan hambatan gulir dan mempercepat keausan pinggir ban. Dalam jangka panjang, bukan cuma boros bensin tapi juga boros ganti ban.

5. Cek minimal dua minggu sekali

ilustrasi mobil lewat terowongan
ilustrasi mobil lewat terowongan (pexels.com/Pradyuman Garg)

Tekanan ban bisa turun alami seiring waktu meski tidak bocor. Perubahan suhu juga memengaruhi isinya.

Cek rutin dua minggu sekali adalah kebiasaan kecil dengan dampak besar. Mobil terasa lebih ringan, lebih stabil, dan mesin tidak kerja berlebihan.

Tekanan ban yang tepat adalah salah satu cara termurah untuk bikin mobil lebih irit BBM. Tanpa modifikasi, tanpa ganti komponen, tapi efeknya terasa setiap kali jalan.

Kalau mau hemat sampai 10% secara realistis, mulai dari hal sederhana ini. Kadang solusi terbaik bukan yang rumit — tapi yang paling konsisten dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

4 Penyebab Tarikan Motor Terasa Tidak Halus, Segera Cek!

07 Feb 2026, 22:12 WIBAutomotive