Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ban Motor Bisa Berubah Bentuk Jika Lama Tidak Dipakai?

3 min read
Kenapa Ban Motor Bisa Berubah Bentuk Jika Lama Tidak Dipakai?
ilustrasi ban motor yang kempis (pexels.com/Erik Mclean)
  • Ban motor yang lama terparkir dapat mengalami flat spot karena beban terus menekan satu area telapak, terutama bila tekanan angin rendah dan karet ban sudah mengeras.
  • Perubahan bentuk ban dapat memicu getaran atau putaran roda tidak mulus saat motor digunakan lagi; sebagian mungkin berkurang setelah ban memanas, tetapi kerusakan permanen perlu diperiksa teknisi.
  • Pemilik disarankan memeriksa tekanan sesuai rekomendasi, menggeser posisi motor berkala, atau memakai standar tengah/paddock stand yang stabil, serta memeriksa kondisi ban sebelum berkendara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang jarang digunakan bukan berarti bebas dari masalah. Salah satu komponen yang bisa terdampak adalah ban, terutama jika kendaraan dibiarkan terparkir dalam waktu lama tanpa bergerak.

Dalam kondisi tertentu, bagian ban yang terus menyentuh permukaan lantai dapat mengalami perubahan bentuk. Kondisi ini sering disebut flat spot dan biasanya terasa ketika motor kembali digunakan setelah lama terparkir.

  1. 1. Beban motor terus bertumpu di satu titik

    Screen Shot 2026-09-20 at 2.03.40 PM.png
    ilustrasi ban motor (pexels.com/ Gustavo Fring)

    Ketika motor diparkir, bobot kendaraan dan berbagai komponennya tetap memberikan tekanan pada ban. Jika motor tidak bergerak dalam waktu lama, bagian telapak ban yang bersentuhan dengan lantai menerima beban secara terus-menerus pada area yang sama.

    Tekanan tersebut dapat membuat bagian ban mengalami perubahan bentuk sementara atau permanen, terutama jika tekanan angin kurang dari rekomendasi. Risiko juga dapat meningkat ketika motor diparkir selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Ban yang sudah berusia cukup lama dan material karetnya mulai mengeras juga lebih rentan mengalami masalah tersebut.

  2. 2. Tekanan angin ikut menentukan

    Screen Shot 2026-09-20 at 2.01.41 PM.png
    ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate)

    Tekanan angin memiliki peran penting dalam menjaga bentuk ban. Ban dengan tekanan yang terlalu rendah akan mengalami defleksi lebih besar ketika menopang bobot motor. Akibatnya, area telapak yang menempel pada permukaan lantai menjadi lebih lebar dan menerima tekanan lebih besar.

    Karena itu, motor yang akan ditinggalkan dalam waktu lama sebaiknya tetap diperiksa tekanan bannya. Tekanan tidak perlu dinaikkan sembarangan melebihi rekomendasi pabrikan. Gunakan angka tekanan yang sesuai dengan petunjuk kendaraan dan periksa kembali sebelum motor digunakan setelah lama terparkir.

  3. 3. Flat spot bisa terasa saat motor kembali digunakan

    ilustrasi ban motor botak
    ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo)

    Ban yang mengalami perubahan bentuk dapat menimbulkan sensasi berbeda ketika motor kembali berjalan. Pada kecepatan rendah, pengendara mungkin merasakan getaran atau putaran roda yang terasa tidak mulus. Dalam kondisi tertentu, sensasi tersebut dapat berkurang setelah ban kembali digunakan dan mendapatkan panas.

    Namun, tidak semua perubahan bentuk akan hilang dengan sendirinya. Jika ban sudah mengalami flat spot permanen, terdapat retakan, benjolan, atau kerusakan lain, ban sebaiknya diperiksa oleh teknisi. Jangan hanya mengandalkan motor untuk mengembalikan bentuk ban tanpa memastikan kondisinya terlebih dahulu.

    Selain tekanan angin, posisi parkir juga bisa diperhatikan ketika motor tidak digunakan dalam waktu lama. Jika memungkinkan, motor dapat dipindahkan sedikit secara berkala sehingga titik kontak ban dengan lantai tidak terus berada di posisi yang sama. Penggunaan paddock stand atau standar tengah pada motor yang mendukung juga dapat mengurangi beban pada ban, tetapi tetap perlu memastikan kendaraan berada dalam posisi yang stabil dan aman.

    Jadi, ban motor memang bisa mengalami perubahan bentuk ketika kendaraan terlalu lama tidak digunakan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lamanya parkir, tekanan angin, usia ban, temperatur, serta beban yang terus bertumpu pada area yang sama. Pemeriksaan ban sebelum kembali berkendara penting dilakukan agar motor tetap aman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More