ilustrasi touring motor (pexels.com/Blaz Erzetic)
Motor modern yang menggunakan sistem pendingin cairan biasanya dilengkapi radiator dan kipas untuk membantu menjaga suhu mesin. Ketika aliran udara dari depan berkurang akibat motor berhenti atau berjalan sangat pelan, kipas pendingin akan bekerja untuk membantu membuang panas.
Karena itu, suara kipas radiator yang menyala saat macet belum tentu menandakan kerusakan. Kipas memang dapat aktif ketika suhu mesin mencapai titik tertentu dan akan membantu menjaga suhu agar tetap berada dalam batas kerja yang dirancang.
Namun, jika panas terasa tidak wajar dan disertai indikator suhu menyala, tenaga mesin menurun drastis, muncul bau menyengat, atau terdapat kebocoran cairan pendingin, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksa. Jangan memaksakan motor terus digunakan jika terdapat tanda masalah pada sistem pendingin.
Kondisi oli mesin juga tidak boleh dilupakan karena oli membantu melumasi sekaligus membawa sebagian panas dari komponen mesin. Oli yang volumenya kurang atau kondisinya sudah menurun dapat membuat kerja mesin menjadi kurang optimal saat menghadapi kondisi berat seperti kemacetan.
Jadi, motor yang terasa lebih panas saat terjebak macet tidak selalu berarti mengalami kerusakan. Berkurangnya aliran udara, mesin yang terus bekerja pada kecepatan rendah, serta meningkatnya beban sistem pendingin menjadi beberapa penyebabnya. Selama sistem pendingin dan perawatan motor berada dalam kondisi baik, suhu mesin dapat tetap terjaga meski harus menghadapi kemacetan panjang.