Kenapa Pagi Jadi Waktu Terbaik Mengecek Tekanan Ban Motor?

- Tekanan ban motor paling akurat diperiksa saat ban dingin, idealnya pagi sebelum digunakan, karena panas perjalanan membuat udara memuai dan hasil pengukuran terlihat lebih tinggi.
- Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan pada buku manual atau label motor, bukan angka di dinding ban yang umumnya menunjukkan batas maksimum spesifikasi ban.
- Periksa tekanan secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh, sekaligus cek retakan, benjolan, benda tajam, dan alur ban; penurunan cepat perlu ditelusuri penyebabnya.
Tekanan ban motor sering dianggap sepele karena cukup dilakukan ketika ban terlihat kempis. Padahal, tekanan yang tepat berpengaruh terhadap kenyamanan, kestabilan, pengereman, dan usia pakai ban.
Menariknya, waktu pemeriksaan juga tidak boleh sembarangan. Hasil pengukuran tekanan ban bisa berbeda ketika ban masih panas dan ketika kondisinya sudah dingin. Lalu, kapan waktu yang paling tepat untuk mengeceknya?
1. Periksa saat ban masih dingin

ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Abhinav Toppo) Waktu terbaik untuk mengukur tekanan ban motor adalah ketika ban dalam kondisi dingin. Artinya, motor belum digunakan untuk perjalanan atau sudah berhenti cukup lama sehingga temperatur ban kembali mendekati suhu lingkungan.
Saat motor berjalan, ban mengalami gesekan dengan permukaan jalan sehingga temperatur udara di dalam ban ikut meningkat. Udara yang memuai akibat panas dapat membuat angka pada alat pengukur terlihat lebih tinggi dibandingkan tekanan ketika ban dingin.
2. Lakukan sebelum motor digunakan

ilustrasi mendengarkan suara mesin motor (pexels.om/cottonbro studio) Pagi hari sebelum motor dipakai bisa menjadi waktu yang praktis untuk melakukan pemeriksaan. Kondisi ban biasanya masih dingin sehingga hasil pengukuran lebih konsisten. Jika tekanan ternyata kurang, pengisian juga dapat dilakukan sebelum motor digunakan untuk perjalanan.
Tekanan ideal tetap harus mengikuti rekomendasi pabrikan motor atau ban. Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada buku manual atau label yang ditempatkan di area tertentu pada motor. Jangan langsung mengikuti angka yang tertulis di dinding ban sebagai tekanan harian karena angka tersebut umumnya berkaitan dengan batas atau spesifikasi maksimum ban, bukan selalu rekomendasi penggunaan motor.
3. Periksa secara rutin, bukan hanya saat kempis

ilustrasi memeriksa tekanan angin pada ban motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham) Tekanan ban bisa berkurang secara perlahan meskipun tidak terdapat kebocoran besar. Perubahan temperatur, kondisi pentil, dan proses alami keluarnya udara dari ban dapat membuat tekanan berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh. Jika tekanan berulang kali turun secara signifikan dalam waktu singkat, jangan hanya menambah angin. Periksa kemungkinan adanya paku, kebocoran pada pentil, atau masalah pada area pelek dan ban.
Selain tekanan, kondisi fisik ban juga perlu diperhatikan. Lihat apakah terdapat retakan, benjolan, benda tajam yang menancap, atau alur yang sudah terlalu tipis. Ban dengan tekanan yang tepat tetap tidak aman jika kondisi fisiknya sudah mengalami kerusakan.
Jadi, waktu terbaik mengecek tekanan ban motor adalah ketika ban masih dingin, idealnya sebelum motor digunakan. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu menjaga karakter berkendara sekaligus mencegah tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Jangan menunggu sampai ban terlihat kempis untuk melakukan pengecekan. Membiasakan diri memeriksa tekanan secara rutin jauh lebih baik daripada baru menyadari masalah ketika motor sudah terasa tidak stabil di jalan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















