Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Pembalap MotoGP Menurunkan Kaki Sebelum Tikungan?
ilustrasi balapan MotoGP (unsplash.com/Eugene Lim)

  • Teknik leg wave dilakukan pembalap MotoGP untuk menjaga keseimbangan, menstabilkan motor saat pengereman, dan mengurangi tekanan gaya gravitasi di tikungan.
  • Valentino Rossi pertama kali memperkenalkan teknik ini pada 2005, yang kemudian diikuti banyak pembalap lain meski tidak menjadi kewajiban dalam setiap balapan.
  • Terdapat pro dan kontra terhadap leg wave; sebagian menilai meningkatkan stabilitas, sementara lainnya menganggapnya berisiko karena posisi kaki terlalu dekat dengan trek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Balapan MotoGP tidak asal kebut-kebutan di sirkuit. Ada banyak teknik yang dipakai, baik ketika start, melintasi jalanan lurus, atau menghadapi tikungan. Di tikungan sendiri, pembalap akan menurunkan kakinya.

Kenapa pembalap MotoGP menurunkan kaki sebelum tikungan? Beberapa alasan yang melatarbelakanginya adalah untuk meningkatkan keseimbangan dan memindahkan pusat gravitasi. Mau tahu gimana tekniknya? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Kenapa pembalap MotoGP menurunkan kaki sebelum tikungan?

Teknik menurunkan kaki sebelum tikungan kerap kali disebut sebagai leg wave atau leg dangling. Tujuan leg wave sendiri untuk menyeimbangkan tubuh ketika pembalap melakukan pengereman di tikungan. Ketika diturunkan, motor lebih stabil, seimbang, dan pusat gravitasi akan perindah ke kaki pembalap.

Selain itu, teknik leg wave juga dikembangkan berbarengan dengan meningkatknya spesifikasi motor. Saat melakukan pengereman, motor akan menghasilkan gaya gravitasi (G-Force) yang sangat tinggi. Nah, leg wave membantu menurunkan tekanan tersebut. G-orce yang tinggi bisa membuat pembalap kurang nyaman dan sulit kembali ke posisi semula sebelum berbelok.

Adapun menurunkan kaki juga berperan penting pada keselamatan pembalap. Jika tak bisa kembali ke posisi semula pembalap bisa merasa kurang nyaman, tidak bisa mengendalikan motor, hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

Jika motor melaju dengan kecepatan tinggi, kecelakaan di sirkuit bisa merenggut nyawa pembalap. Tanpa leg wave, risiko kaki lepas dari pijakan juga besar yang mana hal tersebut sangat berbahaya.

2. Asal-usul kebiasaan menurunkan kaki pada MotoGP

ilustrasi balapan MotoGP (unsplash.com/Harlie Raethel)

Teknik leg wave pertama kali dipraktikan oleh Valentino Rossi pada 2005. Kala itu, Rossi dengan cepat menurunkan kakinya sebelum tikungan, menyalip lawan, dan akhirnya menyabet gelar juara dunia. Sejak saat itu, Rossi mendapat julukan Doctor Dangle. Kini, teknik leg wave mulai digunakan oleh pembalap lain di perlombaan dan musim-musim selanjutnya.

Uniknya, Rossi sendiri tak bisa menjelaskan mengapa ia melakukan leg wave untuk pertama kalinya. Pembalap asal Italia tersebut hanya menjelaskan bahwa rasanya hal tersebut, “terasa benar.” Teknik menurunkan kaki juga bukan suatu hal yang wajib dilakukan pada setiap balapan. Awalnya, pembalap hanya melakukannya karena terinspirasi oleh Rossi.

Namun, ada satu pembalap yang enggan atau sangat jarang melakukannya, yaitu Jorge Lorenzo. Lorenzo menganggap, teknik tersebut tidak cocok dengan gaya balapannya. Hal tersebut menjadikannya sebagai kebalikan dan rival sejati dari Valentino Rossi.

3. Pro dan kontra di balik kebiasaan menurunkan kaki pada MotoGP

Di balik popularitasnya, ada banyak pro dan kontra yang menyelimuti teknik leg dangling atau leg wave. Bagi pembalap yang menggunakan teknik ini, mereka menganggap bahwa motor lebih stabil dan balapan terasa makin mulus. Kontrol motor juga lebih mudah sehingga kegiatan salip-menyalip bisa dilakukan dengan optimal.

Di sisi lain, tak sedikit pembalap dan pengamat yang menganggap teknik tersebut berisiko hingga berbahaya. Pasalnya, kaki dan lutut yang terlalu dekat dengan trek bisa memicu kecelakaan. Beberapa pembalap juga menambahkan bahwa teknik tersebut hanya efektif jika digunakan pada keadaan tertentu.

Itulah beberapa alasan kenapa pembalap MotoGP menurunkan kaki sebelum tikungan. Semoga pembahasan tersebut menambah insight dan pengetahuanmu terkait MotoGP dan teknik balapan, ya.

FAQ Seputar Kenapa Pembalap MotoGP Menurunkan Kaki Sebelum Tikungan

Mengapa pembalap MotoGP menurunkan kaki sebelum tikungan?

Pembalap menurunkan kaki (teknik The Leg Dangle) untuk meningkatkan stabilitas saat pengereman keras. Dengan menjulurkan kaki, pusat gravitasi bergeser sedikit lebih rendah dan ke arah dalam, yang membantu menyeimbangkan motor saat melakukan deselerasi ekstrem dari kecepatan tinggi.

Siapa pembalap yang pertama kali mempopulerkan teknik turun kaki?

Teknik ini dipopulerkan oleh Valentino Rossi pada seri Jerez tahun 2005. Sejak saat itu, hampir seluruh pembalap di grid MotoGP mengadopsi gerakan ini karena terbukti memberikan kontrol lebih baik pada ban belakang saat masuk ke tikungan.

Apakah menurunkan kaki berfungsi sebagai rem tambahan?

Secara teknis, kaki yang terjulur menciptakan sedikit hambatan angin (aerodynamic drag) yang membantu pengereman, namun fungsinya bukan sebagai "rem fisik" ke aspal. Kaki tetap menggantung di atas permukaan jalan dan tidak digunakan untuk bergesekan dengan sirkuit guna menghentikan motor.

Apa keuntungan mekanis dari teknik Leg Dangle?

Keuntungan mekanisnya adalah distribusi bobot yang lebih baik. Saat kaki dikeluarkan, momen inersia motor berubah, yang mencegah ban belakang terangkat (stoppie) dan membantu pembalap melakukan manuver miring dengan lebih presisi di titik masuk tikungan (apex).

Editorial Team