Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Telinga Terasa Berdenging Setelah Touring Jauh?
ilustrasi touring motor (freepik.com/bublikhaus)
  • Telinga berdenging setelah touring dapat dipicu paparan berkepanjangan terhadap suara angin, mesin, knalpot, klakson, dan kendaraan besar di jalan.
  • Durasi perjalanan berjam-jam meningkatkan kelelahan telinga akibat kebisingan; pengendara disarankan beristirahat di tempat aman untuk memberi waktu pemulihan.
  • Helm yang pas dan terawat membantu mengurangi suara angin; denging berkepanjangan atau disertai gangguan pendengaran perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setelah naik motor jauh, telinga bisa berdenging karena lama mendengar angin, mesin, klakson, dan suara jalan. Helm yang longgar atau rusak bisa membuat suara masuk lebih banyak. Pengendara perlu berhenti dan istirahat. Kalau denging lama, sering datang, telinga sakit, atau susah mendengar, perlu periksa ke petugas kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Touring motor jarak jauh memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, setelah mesin dimatikan dan helm dilepas, sebagian pengendara justru merasakan telinga berdenging atau muncul suara dengung yang cukup mengganggu.

Kondisi ini dapat terjadi setelah telinga terpapar suara dan angin dalam waktu lama. Meski kadang hanya berlangsung sementara, telinga berdenging setelah touring tetap tidak sebaiknya dianggap sebagai hal yang biasa.

1. Suara angin bisa terus menghantam telinga

ilustrasi touring motor (pexels.com/Efrem Efrem)

Saat motor melaju, suara angin dapat terdengar cukup kuat di sekitar helm. Semakin tinggi kecepatan dan semakin lama perjalanan berlangsung, telinga akan terus menerima paparan suara tersebut tanpa banyak jeda.

Helm memang membantu melindungi kepala, tetapi tingkat kebisingan yang masuk ke telinga tetap dapat berbeda tergantung jenis helm, kondisi visor, bentuk helm, serta celah di sekitar bagian bawah. Suara angin yang terus-menerus dapat membuat telinga terasa lelah dan setelah perjalanan selesai muncul sensasi berdenging.

Selain angin, suara mesin motor, knalpot, klakson, dan kendaraan besar di sekitar juga menambah tingkat kebisingan selama perjalanan. Kombinasi berbagai suara tersebut dapat membuat telinga terus bekerja dalam kondisi yang cukup bising.

2. Durasi touring membuat paparan kebisingan semakin lama

ilustrasi touring (pexels.com/Juan Sandoval Pacheco)

Perjalanan singkat mungkin tidak memberikan efek yang terlalu terasa. Namun, saat touring dilakukan selama beberapa jam, telinga menerima paparan suara dalam durasi yang jauh lebih panjang. Semakin lama waktu berada di jalan, semakin besar pula kemungkinan telinga mengalami kelelahan akibat kebisingan.

Telinga berdenging setelah perjalanan bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dari paparan suara. Karena itu, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan terlalu lama tanpa jeda, terutama jika mulai muncul rasa tidak nyaman atau pendengaran terasa berbeda.

Saat melakukan perjalanan jauh, manfaatkan waktu istirahat untuk berhenti dari kebisingan jalan. Melepas helm di tempat yang aman dan beristirahat sejenak dapat memberikan kesempatan bagi tubuh, termasuk telinga, untuk pulih sebelum kembali melanjutkan riding.

3. Kondisi helm juga ikut memengaruhi kenyamanan telinga

ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Helm yang digunakan saat touring dapat memengaruhi seberapa banyak suara angin masuk ke area telinga. Helm yang ukurannya kurang pas atau memiliki celah tertentu dapat membuat suara angin terasa lebih kuat selama perjalanan.

Kondisi komponen helm juga perlu diperhatikan. Bagian seperti bantalan pipi, penutup area telinga, atau mekanisme visor yang sudah tidak bekerja optimal dapat membuat perlindungan dari terpaan angin menjadi berkurang. Karena itu, pastikan helm masih dalam kondisi baik dan digunakan dengan ukuran yang sesuai.

Penggunaan perlindungan pendengaran yang sesuai juga dapat membantu mengurangi paparan kebisingan saat touring. Namun, jangan menggunakan perlengkapan yang justru membuat suara penting dari lingkungan sekitar tidak dapat didengar dan mengganggu kewaspadaan selama berkendara.

Jika telinga berdenging hanya sebentar dan kemudian hilang setelah beristirahat, kondisi tersebut mungkin terasa ringan. Namun, apabila denging berlangsung lama, sering muncul kembali, disertai penurunan pendengaran, nyeri, atau rasa penuh di telinga, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, touring bukan hanya soal menyiapkan motor agar kuat menempuh perjalanan jauh. Kondisi tubuh pengendara juga harus menjadi perhatian, termasuk kesehatan telinga. Mengurangi paparan kebisingan, memilih helm yang nyaman, serta menyediakan waktu istirahat dapat membantu membuat perjalanan jauh tetap lebih nyaman dan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article