ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Helm yang digunakan saat touring dapat memengaruhi seberapa banyak suara angin masuk ke area telinga. Helm yang ukurannya kurang pas atau memiliki celah tertentu dapat membuat suara angin terasa lebih kuat selama perjalanan.
Kondisi komponen helm juga perlu diperhatikan. Bagian seperti bantalan pipi, penutup area telinga, atau mekanisme visor yang sudah tidak bekerja optimal dapat membuat perlindungan dari terpaan angin menjadi berkurang. Karena itu, pastikan helm masih dalam kondisi baik dan digunakan dengan ukuran yang sesuai.
Penggunaan perlindungan pendengaran yang sesuai juga dapat membantu mengurangi paparan kebisingan saat touring. Namun, jangan menggunakan perlengkapan yang justru membuat suara penting dari lingkungan sekitar tidak dapat didengar dan mengganggu kewaspadaan selama berkendara.
Jika telinga berdenging hanya sebentar dan kemudian hilang setelah beristirahat, kondisi tersebut mungkin terasa ringan. Namun, apabila denging berlangsung lama, sering muncul kembali, disertai penurunan pendengaran, nyeri, atau rasa penuh di telinga, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, touring bukan hanya soal menyiapkan motor agar kuat menempuh perjalanan jauh. Kondisi tubuh pengendara juga harus menjadi perhatian, termasuk kesehatan telinga. Mengurangi paparan kebisingan, memilih helm yang nyaman, serta menyediakan waktu istirahat dapat membantu membuat perjalanan jauh tetap lebih nyaman dan aman.