Mengapa Rem Cakram Motor Lebih Rentan Berdecit dari Rem Tromol?

- Perbedaan cara kerja rem cakram dan rem tromolRem cakram bekerja dengan prinsip penjepitan langsung antara kampas dan piringan logam saat tuas ditekan. Sementara itu, rem tromol mengandalkan sistem yang tertutup di dalam rumah tromol.
- Alasan rem cakram lebih mudah berdecitArea gesekannya terbuka dan langsung terpapar lingkungan sekitar. Kampas rem cakram umumnya dibuat dari material yang relatif keras, memunculkan getaran kecil yang kemudian terdengar sebagai bunyi decit.
- Kondisi rem tromol yang bisa menimbulkan bunyiKampas rem yang mulai menipis atau aus tidak merata membuat kontak dengan dinding tromol menjadi kurang sempurn
Buat kamu yang sering pakai motor harian, bunyi decit pada rem kadang muncul tanpa aba-aba. Terlebih pada rem cakram, suara nyaring ini kerap bikin pengendara waswas, meski performa pengereman masih terasa normal. Nah, di titik ini muncul pertanyaan klasik, kenapa rem cakram terasa lebih cerewet dibanding rem tromol.
Topik ini menarik dibahas pasalnya masih banyak yang mengira bunyi rem selalu tanda kerusakan. Nyatanya, karakter rem cakram dan tromol memang berbeda sejak dari cara kerjanya. Usai membaca artikel ini, kamu bakal paham sumber bunyi rem sekaligus tahu cara menyikapinya dengan santai.
1. Perbedaan cara kerja rem cakram dan rem tromol

Rem cakram bekerja dengan prinsip penjepitan langsung antara kampas dan piringan logam saat tuas ditekan. Mekanisme ini berlangsung terbuka sehingga seluruh proses gesekan terekspos ke udara luar. Alhasil, suara gesek sekecil apa pun lebih mudah terdengar oleh pengendara.
Sementara itu, rem tromol mengandalkan sistem yang tertutup di dalam rumah tromol. Kampas mendorong dinding tromol dari arah dalam sehingga suara gesekan tertahan oleh struktur logam di sekitarnya. Tak pelak, karakter rem tromol terasa lebih senyap dalam penggunaan harian.
2. Alasan rem cakram lebih mudah berdecit

Rem cakram lebih mudah berdecit karena area gesekannya terbuka dan langsung terpapar lingkungan sekitar. Debu halus, cipratan air, hingga kotoran tipis yang menempel di permukaan cakram bisa memicu bunyi saat pengereman. Kendati begitu, kondisi ini sering kali bersifat sementara dan masih tergolong normal.
Di sisi lain, kampas rem cakram umumnya dibuat dari material yang relatif keras. Tujuannya agar daya cengkeram tetap optimal meski digunakan dalam kecepatan tinggi. Gesekan antara kampas keras dan piringan logam memunculkan getaran kecil yang kemudian terdengar sebagai bunyi decit.
3. Kondisi rem tromol yang bisa menimbulkan bunyi

Meski dikenal lebih senyap, rem tromol tetap bisa menimbulkan bunyi dalam kondisi tertentu. Kampas rem yang mulai menipis atau aus tidak merata membuat kontak dengan dinding tromol menjadi kurang sempurna. Situasi ini memicu suara gesek dari dalam yang biasanya terdengar pelan.
Selain itu, debu halus dan air yang masuk ke dalam rumah tromol juga bisa memicu bunyi. Kotoran tersebut mengganggu proses pengereman dan membuat gesekan tidak lagi halus. Jika dibiarkan, bukan hanya bunyi yang muncul, tapi performa rem juga bisa menurun.
4. Cara menyikapi rem motor yang berdecit

Saat rem motor mulai berdecit, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengecek kondisi kampas dan permukaan pengereman. Membersihkan cakram atau bagian tromol dari debu dan kotoran sering kali sudah cukup meredam suara. Perawatan ringan ini terbilang efektif untuk penggunaan motor harian.
Jika bunyi masih terasa mengganggu, pemeriksaan lanjutan di bengkel jadi langkah yang bijak. Mekanik dapat memastikan apakah kampas perlu diganti atau hanya membutuhkan penyetelan ulang. Alhasil, kenyamanan dan rasa aman saat berkendara tetap terjaga.
Rem cakram memang lebih rentan berdecit dibanding rem tromol karena karakter mekanismenya yang terbuka. Suara ini sering kali bersifat normal dan bukan tanda kerusakan serius. Selama performa pengereman tetap pakem dan rutin dirawat, bunyi decit tak perlu jadi momok yang bikin panik.


















