Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Motor Listrik Yadea GT80 Tembus 182 km dari Bromo ke Madura

3 min read
Motor Listrik Yadea GT80 Tembus 182 km dari Bromo ke Madura
Yadea Indonesia menguji kemampuan motor listrik GT80 (Dok. Yadea)
  • Yadea GT80 menempuh 182 kilometer dari Bromo ke Madura dalam tantangan satu kali pengisian, melintasi jalur pegunungan hingga antarkota tanpa pengisian ulang.

  • Seluruh peserta menyelesaikan rute dengan satu baterai dan sisa daya 12 persen; baterai kedua pada unit yang digunakan tetap penuh.

  • Ekspedisi turut menguji kenyamanan suspensi dan respons tenaga GT80, yang dibekali motor puncak 5.000 watt, rem cakram ganda CBS, serta suspensi hidraulis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Yadea Indonesia menguji kemampuan motor listrik GT80 melalui tantangan bertajuk “Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge”.

Dalam kegiatan tersebut, GT80 berhasil menempuh perjalanan sejauh 182 kilometer dari kawasan Gunung Bromo menuju Madura, Jawa Timur, hanya dengan satu kali pengisian daya baterai.

Perjalanan ini melibatkan influencer, anggota komunitas, dan pengguna motor listrik yang melintasi berbagai karakter jalan, mulai dari kawasan pegunungan hingga jalur antarkota.

Selain menguji jarak tempuh, ekspedisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk merasakan kenyamanan suspensi dan respons tenaga GT80 dalam penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

  1. 1. Tempuh rute Bromo-Madura dengan satu baterai

    Yadea GT80 menempuh perjalanan sejauh 182 kilometer, menunjukkan daya jelajah kendaraan dalam pengujian.
    Yadea GT80 berhasil menempuh perjalanan sejauh 182 kilometer (Dok. Yadea)

    Ekspedisi Yadea GT80 dimulai dari Lereng Bromo Hotel, kemudian berlanjut menuju Bukit Cinta Bromo, Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Setelah melewati diler Yadea Kapas Krampung, rombongan melanjutkan perjalanan melintasi Jembatan Suramadu hingga mencapai Bebek Sinjay di Bangkalan, Madura.

    Rute tersebut menghadirkan beragam kondisi jalan, termasuk jalur pegunungan dengan perubahan ketinggian dan jalan raya antarkota.

    Kondisi ini menjadi bagian dari pengujian kemampuan GT80 dalam menempuh perjalanan panjang menggunakan tenaga listrik.

    Seluruh peserta berhasil menyelesaikan tantangan tanpa melakukan pengisian ulang baterai. Menariknya, pengujian tersebut hanya memanfaatkan satu baterai, meskipun GT80 memiliki opsi penggunaan dua baterai.

    Ketua Komunitas Molis Yadea Surabaya, Dedy Surjansah, mengatakan perjalanan tersebut berhasil diselesaikan dengan sisa daya baterai yang masih tersedia.

    “Dari Gunung Bromo ke Pulau Madura, kami berhasil menyelesaikan tantangan lebih dari 181 kilometer dengan kondisi sisa baterai 12 persen,” ujar Dedy, Jumat (23/10/2026).

  2. 2. Kenyamanan suspensi turut diuji selama perjalanan

    Sepeda motor listrik Yadea menawarkan jarak tempuh hingga 190 km dalam sekali pengisian daya untuk mobilitas harian.
    Jarak tempuhnya mencapai 190 km (Dok. Yadea)

    Selain jarak tempuh, kenyamanan berkendara menjadi aspek yang diperhatikan selama ekspedisi. Perjalanan dari Bromo menuju Madura membuat peserta menghadapi kondisi jalan yang berbeda-beda, sehingga karakter suspensi dan respons kendaraan turut dirasakan secara langsung.

    “Perjalanan dari awal pagi sampai tiba, tidak ada kendala. Unit Yadea GT80 benar-benar nyaman banget. Sok-nya juga empuk banget, ada lubang pun masih bisa trabas, gitu. Di gas juga oke, overall oke banget Yadea GT80,” ujar salah seorang influencer bernama Roofi Anggara.

    Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kenyamanan suspensi menjadi salah satu faktor penting ketika motor listrik digunakan untuk perjalanan panjang.

    Respons tenaga juga menjadi pertimbangan, terutama saat pengendara menghadapi variasi kondisi jalan sepanjang rute.

    Sementara itu, anggota Komunitas Molis Yadea Surabaya, Dwi Christianto, menyoroti kemampuan GT80 menyelesaikan perjalanan dengan satu baterai.

    Menurutnya, baterai kedua yang tersedia pada unit yang digunakan masih dalam kondisi penuh setelah perjalanan berakhir.

    “Kebetulan motor ini (Yadea GT80) yang saya pakai merupakan molis yang terjauh. Perjalanan kita dari Gunung Bromo sampai ke Pulau Madura, tepatnya di Bebek Sinjay sebagai pemberhentian terakhir. Dan kita hanya pakai satu baterai, padahal ini ada dua baterai, selama perjalanan tapi ternyata cukup hanya satu baterai. Baterai cadangannya masih full charge,” kata Dwi.

    Opsi dua baterai tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan daya tambahan. Namun, hasil ekspedisi ini secara khusus memperlihatkan kemampuan unit yang digunakan untuk menempuh rute tersebut dengan satu baterai.

  3. 3. Mengandalkan motor 5.000 watt dan rem cakram ganda

    Panel instrumen digital sepeda motor listrik Yadea GT80 menampilkan indikator kecepatan, baterai, dan informasi berkendara.
    Panel instrumen Yadea GT80 (Dok. Yadea)

    Dari sisi teknis, Yadea GT80 dibekali motor listrik dengan daya kontinu 3.000 watt dan daya puncak 5.000 watt.

    Kombinasi tersebut menjadi salah satu komponen utama yang mendukung performa kendaraan selama digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

    GT80 juga dilengkapi rem cakram ganda dengan Combi Brake System (CBS), serta suspensi hidraulis di bagian depan dan belakang. Motor listrik ini turut menggunakan ban berprofil lebar untuk menunjang pengalaman berkendara.

    “Pencapaian 182 kilometer dalam tantangan ini memiliki makna tersendiri sebagai pengalaman penggunaan di jalan nyata, bukan sekadar. Namun jadi pembuktian motor listrik kini mampu mendukung mobilitas antar kota,” jelas VP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo.

Share Article
Topics
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More