Comscore Tracker

Plus Minus Memakai Kopling Hidrolik, Lebih Enteng Tapi Rentan Jebol

Biar naik motor kopling jadi lebih nyaman

Jakarta, IDN Times - Salah satu kelemahan motor kopling itu ada di tuas koplingnya. Sebab banyak kasus tuas kopling terlalu keras saat ditekan, sehingga membuat pegal jemari tangan.

Coba deh bayangin naik motor yang tuas koplingnya keras di tengah kemacetan. Pasti bakal horor banget. Gak mengherankan jika kemudian banyak biker motor kopling menggunakan kopling hidrolik.

Jenis kopling ini lebih lembut dan ramah di tangan, sehingga berkendara jadi lebih menyenangkan.

1. Bagaimana sih cara kerja kopling hidrolik?

Plus Minus Memakai Kopling Hidrolik, Lebih Enteng Tapi Rentan Jebolgoozir.com

Kopling hidrolik menjadi alternatif untuk menyiasati ketidaknyamanan pengendara motor manual. Kopling ini mampu meringankan kerja tangan karena menggunakan sistem hidraulis atau berbasis cairan.

Sistem dari kopling ini mirip dengan rem cakram. Tuas akan menekan master kopling, kemudian minyak kopling akan terdorong melalui selang yang terpasang. Tekanan minyak kopling ini akan mengarah ke silinder dan mendorong tuas atau stut kopling.

Baca Juga: Mengenal Proses Bore Up Motor, Jangan Terlalu Nafsu Naik CC 

2. Selain ringan, kopling hidrolik lebih mudah dirawat

Plus Minus Memakai Kopling Hidrolik, Lebih Enteng Tapi Rentan Jebolmedcom.id

Keunggulan utama kopling hidrolik adalah ringan saat ditekan, sehingga memudahkan kamu selama berkendara. Selain itu, kopling hidrolik juga tidak butuh perawatan yang ekstra. Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan anggaran ekstra untuk merawat kopling hidrolik, selama komponen ini berfungsi dengan baik ya. 

3. Tapi ada kekurangan yang cukup mengganggu

Plus Minus Memakai Kopling Hidrolik, Lebih Enteng Tapi Rentan Jebolmotorcyclistonline.com

Memang sih tujuan memasang kopling hidrolik agar bisa berkendara dengan nyaman. Tetapi hal itu bisa terjadi sebaliknya, terutama soal feel saat berkendara. Jika kamu menggunakan master kopling yang kurang bagus akan merasakan tidak adanya tarikan balik. Padahal ini sangat penting untuk mengetahui jarak main kopling. Rasanya terlalu aneh jika tuas kopling terlalu ringan digunakan.

Selain feel berkendara, masalah lain juga bisa menimpa kaliper atau piston pendorong sistem hidrolik. Jika kualitas piston penarik kurang bagus, maka kopling akan rawan jebol. Jika sudah jebol, maka akan lebih sulit memperbaikinya dibandingkan dengan kopling standar.

Baca Juga: Biker Skutik Minggir Dulu, 3 Sensasi Motor Kopling Ini Bikin Kangen

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya