Sekali Balapan, Pembalap MotoGP Bisa Kehilangan Berat Badan hingga 4 kg?

- Dampak dehidrasi ekstrem akibat suhu panas mesin dan lingkunganPenyebab utama hilangnya berat badan pebalap adalah suhu panas yang mengepung tubuh mereka dari berbagai arah. Mesin motor MotoGP berkapasitas 1.000cc menghasilkan panas yang sangat tinggi, yang sebagian besarnya merambat langsung ke arah kaki dan badan pebalap melalui rangka motor. Ditambah dengan suhu aspal yang sering kali mencapai 50 derajat Celsius di sirkuit tropis, pebalap seolah-olah sedang berolahraga di dalam sebuah oven raksasa yang terus menyala.Untuk melindungi diri dari aspal, pebalap wajib mengenakan wearpack berbahan kulit kanguru yang te
Di balik raungan mesin monster dan aksi menyalip yang mendebarkan, para pebalap MotoGP sebenarnya sedang menjalani salah satu ujian fisik paling berat di dunia olahraga. Dalam durasi balapan yang hanya sekitar 45 menit, seorang atlet balap bisa kehilangan berat badan antara 2 hingga 4 kilogram secara instan akibat beban kerja tubuh yang luar biasa ekstrem.
Kehilangan massa tubuh yang begitu cepat ini bukan disebabkan oleh pembakaran lemak biasa, melainkan dehidrasi masif yang menguras cairan tubuh dalam waktu singkat. Kondisi ini menempatkan jantung, otot, dan fokus mental pebalap pada batas maksimal manusia, di mana setiap putaran sirkuit menuntut pengorbanan fisik yang sangat besar demi meraih podium tertinggi.
1. Dampak dehidrasi ekstrem akibat suhu panas mesin dan lingkungan

Penyebab utama hilangnya berat badan pebalap adalah suhu panas yang mengepung tubuh mereka dari berbagai arah. Mesin motor MotoGP berkapasitas 1.000cc menghasilkan panas yang sangat tinggi, yang sebagian besarnya merambat langsung ke arah kaki dan badan pebalap melalui rangka motor. Ditambah dengan suhu aspal yang sering kali mencapai 50 derajat Celsius di sirkuit tropis, pebalap seolah-olah sedang berolahraga di dalam sebuah oven raksasa yang terus menyala.
Untuk melindungi diri dari aspal, pebalap wajib mengenakan wearpack berbahan kulit kanguru yang tebal dan berat, lengkap dengan pelindung dada dan punggung. Meskipun memiliki lubang ventilasi kecil, pakaian pelindung ini tetap menghambat penguapan keringat secara alami, sehingga suhu inti tubuh melonjak drastis. Akibatnya, produksi keringat menjadi sangat melimpah sebagai upaya tubuh untuk mendinginkan diri, yang pada akhirnya memicu penurunan berat badan secara drastis dalam waktu kurang dari satu jam.
2. Tenaga fisik luar biasa dalam mengendalikan motor kecepatan tinggi

Mengendarai motor seberat 157 kilogram dengan tenaga lebih dari 250 tenaga kuda membutuhkan kekuatan fisik yang jauh melampaui imajinasi orang awam. Setiap kali melakukan pengereman keras di ujung lintasan lurus, pebalap harus menahan beban gravitasi atau G-force yang mencoba melempar tubuh mereka ke depan. Lengan, bahu, dan otot inti harus bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas motor agar tidak goyah saat melambat dari 350 km/jam ke 100 km/jam hanya dalam hitungan detik.
Selain pengereman, proses berpindah posisi dari kiri ke kanan saat melewati tikungan cepat menuntut kelincahan dan kekuatan otot kaki yang luar biasa. Laman motogp.com dan Red Bull Motorsports menyebutkan pebalap harus terus-menerus melakukan gerakan yang menyerupai kombinasi antara angkat beban dan senam ketangkasan sepanjang 20 hingga 25 putaran. Aktivitas fisik dengan intensitas sangat tinggi ini memacu metabolisme dan detak jantung hingga mencapai 190 denyut per menit, yang secara efektif menguras cadangan energi dan cairan dalam tubuh pebalap secara masif.
3. Pentingnya sistem hidrasi terintegrasi dalam helm

Menyadari risiko kesehatan akibat kehilangan cairan yang begitu banyak, tim medis dan produsen perlengkapan balap mengembangkan solusi untuk menjaga kondisi pebalap selama berlaga. Hampir semua pebalap MotoGP kini menggunakan sistem hidrasi yang terpasang di dalam punuk baju balap mereka. Kantung air kecil yang terhubung dengan selang menuju helm memungkinkan pebalap untuk meminum cairan elektrolit di tengah balapan, meskipun kapasitasnya terbatas dan air tersebut sering kali ikut memanas karena suhu lingkungan.
Kehilangan 2 hingga 4 kilogram berat badan bukan sekadar angka di atas timbangan, melainkan indikator kelelahan yang bisa mengganggu konsentrasi. Jika pebalap tidak terhidrasi dengan baik, mereka berisiko mengalami kram otot atau kehilangan kesadaran sesaat, yang bisa berakibat fatal pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu, persiapan fisik sebelum balapan dan pemulihan setelah melewati garis finis merupakan bagian krusial dari profesi ini, di mana asupan nutrisi dan cairan harus segera dikembalikan untuk menstabilkan kondisi metabolisme tubuh.












![[QUIZ] Pilih Mobil LCGC Favorit, Kami Bisa Tebak Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20240222/oip-40-f3bcadc4b1a39af7191309eb7f658bc1.jpg)






