Yamaha NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO” menghadapi beragam karakter jalan, mulai dari perkotaan, pesisir, hingga jalur perbukitan dan pegunungan (PT YIMM)
Kemampuan Y-Shift tidak hanya dimanfaatkan ketika motor menghadapi tanjakan. Sepanjang MTBN 2026, peserta juga harus melewati berbagai turunan curam dan panjang yang kerap berakhir dengan tikungan tajam. Dalam kondisi seperti ini, tiga tingkatan Y-Shift dapat membantu memberikan efek deselerasi sehingga laju motor lebih mudah dikontrol.
Pemanfaatan deselerasi tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap rem ketika melewati turunan panjang. Penggunaan rem yang terus-menerus berpotensi meningkatkan temperatur sistem pengereman dan memengaruhi performanya. Ainto Harry, awak media yang mengikuti etape terakhir, merasakan manfaat tersebut ketika melewati kawasan Buntu Burake dan Lembah Ollon.
“Y-Shift bukan cuma terasa manfaatnya saat menanjak. Ketika melewati turunan tajam dan panjang di kawasan perbukitan Buntu Burake serta Lembah Ollon di Tana Toraja, fitur ini sangat membantu untuk mengontrol laju motor. Speed bisa dikurangi secara lebih maksimal dengan memanfaatkan Y-Shift hingga tiga level, jadi kita tidak harus terus-terusan mengandalkan rem. Apalagi karakter jalannya banyak turunan curam yang disertai tikungan tajam, sehingga motor terasa lebih mudah dikontrol dan riding juga jadi lebih nyaman,” ujar Ainto.
Selain performa mesin, jajaran MAXI Yamaha juga menawarkan sejumlah fitur yang mendukung perjalanan jarak jauh. Beberapa di antaranya adalah posisi berkendara yang dirancang untuk kenyamanan, sistem navigasi, konektivitas Y-Connect, serta kapasitas bagasi yang luas.
Pada varian Ultimate, Yamaha juga membekali motor dengan Performance Damper untuk membantu meningkatkan handling dan stabilitas. Seluruh kombinasi tersebut diuji dalam perjalanan lebih dari 3.300 kilometer melintasi 36 kota dan kabupaten di enam pulau. Rangkaian MTBN 2026 pun menjadi pembuktian langsung kemampuan MAXI Yamaha menghadapi beragam kondisi jalan Indonesia.