Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Mobil Terasa Lebih Boros setelah Servis, Harus Diwaspadai!

4 Alasan Mobil Terasa Lebih Boros setelah Servis, Harus Diwaspadai!
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Oli dengan kekentalan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat membuat kerja mesin lebih berat dan memengaruhi efisiensi bahan bakar setelah servis.
  • Pemasangan filter atau saluran udara yang kurang tepat, termasuk kebocoran, dapat mengganggu campuran udara-bahan bakar serta pembacaan sensor mesin.
  • Tekanan ban rendah dan perubahan gaya berkendara, seperti akselerasi lebih agresif, kemacetan, muatan berat, atau penggunaan AC intensif, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Servis mobil seharusnya membantu menjaga performa kendaraan agar tetap optimal, termasuk dalam urusan efisiensi bahan bakar. Namun, tidak sedikit pemilik mobil yang justru merasa bahwa pengonsumsian bahan bakarnya menjadi jauh lebih boros setelah kendaraan selesai menjalani perawatan.

Ada beberapa komponen yang harus diperiksa dan diganti pada saat servis rutin, bahkan ada pula yang berkaitan dengan sistem pembakaran, pemasukan udara, hingga kinerja mesin secara keseluruhan. Selain itu, perubahan kecil pada kondisi kendaraan setelah servis juga turut mempengaruhi respons mesin dan kebiasaan pengemudi untuk kembali menggunakan mobil.

  1. 1. Oli yang digunakan tidak sesuai spesifikasi

    ilustrasi oli mobil (pixabay.com/Skica911)
    ilustrasi oli mobil (pixabay.com/Skica911)

    Penggunaan oli dengan tingkat kekentalan yang berbeda dari rekomendasi pabrikan ternyata bisa mempengaruhi cara mesin bekerja setelah servis dilakukan. Oli yang terlalu kental bisa membuat komponen mesin memerlukan tenaga yang jauh lebih besar untuk bergerak, sedangkan oli yang terlalu encer belum tentu sesuai dengan kebutuhan konstruksi mesin.

    Tidak heran apabila pemilik mobil sebaiknya dapat memastikan bahwa jenis dan spesifikasi oli sudah sesuai dengan rekomendasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Jangan sampai memilih oli hanya berdasarkan merek atau harga karena setiap mesin memerlukan karakter pelumasan yang berbeda-beda.

  2. 2. Filter udara atau komponen pemasukan udara

    ilustrasi servis mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)
    ilustrasi servis mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

    Filter udara yang kotor biasanya akan membatasi jumlah udara yang masuk ke bagian dalam mesin, namun masalah juga bisa muncul pada saat pemasangan tidak tepat setelah servis. Sistem pembakaran memerlukan perbandingan udara dan bahan bakar yang sesuai agar mesin bisa bekerja secara lebih efisien.

    Setelah servis, pastikan bahwa rumah filter udara telah tertutup rapat dan seluruh saluran pemasukan udara sudah terpasang dengan baik. Kebocoran pada saluran udara atau pemasangan komponen yang kurang tepat bisa mempengaruhi pembacaan sensor pada sistem pengelolaan mesin.

  3. 3. Tekanan ban berubah setelah servis

    ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Tekanan ban sering diperiksa pada saat mobil menjalani perawatan atau pencucian, sehingga kondisinya bisa berbeda-beda setelah kendaraan keluar dari bengkel. Ban yang tekanannya terlalu rendah ternyata rentan memiliki hambatan gulir yang lebih besar, sehingga mesin memerlukan tenaga yang lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan.

    Periksa tekanan seluruh ban pada saat kondisinya masih dingin dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dari kendaraan. Jangan sengaja mengisi tekanan terlalu tinggi hanya untuk mengejar konsumsi bahan bakar karena tekanan bahan yang tidak sesuai bisa mempengaruhi kenyamanan dan kestabilan kendaraan.

  4. 4. Gaya berkendara berubah setelah servis

    ilustrasi mobil (pexels.com/Garvin St. Villier)
    ilustrasi mobil (pexels.com/Garvin St. Villier)

    Perasaan bahwa mobil menjadi lebih responsif setelah servis terkadang membuat pengemudi tanpa sadar Justru lebih sering menekan pedal gas dan melakukan akselerasi dengan lebih cepat. Ternyata kebiasaan tersebut bisa meningkatkan putaran mesin dan membuat pengonsumsian bahan bakar menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum servis.

    Bukan hanya akselerasi, namun pola perjalanan, seperti lebih sering menghadapi kemacetan, membawa muatan yang terlalu berat, atau menggunakan pendingin udara secara intensif bisa meningkatkan pengonsumsian bahan bakar. Tidak heran apabila sebaiknya lakukan perbandingan dalam kondisi penggunaan yang relatif sama agar hasilnya pun lebih objektif.

    Mobil yang terasa lebih boros setelah servis tidak selalu menandakan adanya kerusakan atau kesalahan perawatan. Melalui beberapa hal di atas, maka bisa menjawab mengapa bahan bakar mobil bisa terasa lebih boros setelah servis. Pemeriksaan secara menyeluruh dapat membuat penyebab pemborosan dapat diketahui dengan lebih cepat agar mobil bisa kembali digunakan secara efisien.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More