Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Risiko Motor Lama Gak Dipakai dengan Tangki Bensin Masih Terisi Penuh

4 min read
5 Risiko Motor Lama Gak Dipakai dengan Tangki Bensin Masih Terisi Penuh
ilustrasi motor di garasi (pexels.com/Kenneth Christopher)
  • Bensin yang tersimpan lama dapat teroksidasi dan menguap, sehingga kualitas pembakaran menurun, mesin sulit menyala, putaran tidak stabil, serta performa motor berkurang.
  • Degradasi bahan bakar berpotensi membentuk endapan di tangki, saluran, karburator, atau injektor, yang menghambat aliran bensin dan dapat memerlukan pemeriksaan serta pembersihan.
  • Bensin beretanol dapat menyerap kelembapan, memicu pemisahan fase dan korosi; perubahan suhu juga menambah tekanan uap, sehingga pengisian tangki harus mengikuti batas dan panduan produsen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang bakal lama terparkir sering dianggap cukup ditinggalkan dengan tangki bensin penuh agar siap digunakan kembali kapan saja. Padahal, bensin yang tersimpan terlalu lama dapat mengalami perubahan kualitas dan berpotensi memengaruhi beberapa komponen pada sistem bahan bakar. Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan apabila motor berada di tempat penyimpanan dengan perubahan suhu dan kelembapan yang cukup tinggi.

Masalahnya, efek penyimpanan bensin dalam waktu panjang gak selalu langsung terlihat ketika motor kembali digunakan. Mesin mungkin masih dapat menyala, tetapi endapan, penurunan kualitas bahan bakar, hingga gangguan pada saluran bensin dapat muncul secara bertahap. Supaya motor yang lama terparkir gak menyimpan masalah tersembunyi saat kembali digunakan, yuk pahami beberapa risikonya berikut ini.

  1. 1. Kualitas bensin dapat menurun selama penyimpanan

    ilustrasi motor di garasi
    ilustrasi motor di garasi (unsplash.com/Chrishaun Byrom)

    Bensin bukan cairan yang dapat mempertahankan karakteristiknya tanpa batas ketika tersimpan di dalam tangki. Selama motor gak digunakan dalam waktu panjang, komponen bahan bakar dapat mengalami penguapan dan oksidasi yang perlahan mengubah karakteristik bensin. Akibatnya, kualitas pembakaran saat mesin kembali dihidupkan berpotensi gak seoptimal ketika bahan bakar masih dalam kondisi segar.

    Penurunan kualitas tersebut dapat terasa melalui respons mesin yang kurang baik setelah motor lama terparkir. Mesin bisa lebih sulit menyala, putaran terasa kurang stabil, atau performanya gak sebaik sebelum motor disimpan. Risiko ini menjadi alasan kondisi bahan bakar perlu mendapat perhatian ketika motor akan ditinggalkan dalam jangka waktu cukup panjang.

  2. 2. Endapan dapat mengganggu sistem bahan bakar

    ilustrasi tangki motor
    ilustrasi tangki motor (pexels.com/Ravi Roshan)

    Bahan bakar yang mengalami degradasi dalam waktu panjang berpotensi meninggalkan residu atau endapan pada sistem bahan bakar. Material tersebut dapat menempel pada bagian tangki, saluran bahan bakar, karburator, atau injektor sesuai sistem yang digunakan motor. Semakin lama kondisi tersebut dibiarkan, aliran bensin menuju ruang bakar berpotensi menjadi kurang lancar.

    Gangguan akibat endapan juga gak selalu selesai hanya dengan menghidupkan mesin setelah masa penyimpanan berakhir. Pada kondisi tertentu, komponen sistem bahan bakar perlu diperiksa dan dibersihkan agar suplai bensin kembali bekerja dengan baik. Situasi ini tentu dapat menambah pekerjaan sekaligus biaya perawatan yang sebenarnya bisa ditekan melalui prosedur penyimpanan motor yang tepat.

  3. 3. Bensin yang mengandung etanol dapat menyerap kelembapan

    ilustrasi mengisi bensin motor
    ilustrasi mengisi bensin motor (pexels.com/Matthias Polen)

    Jenis bensin tertentu mengandung etanol yang memiliki sifat higroskopis atau mampu menarik kelembapan dari lingkungan. Ketika bahan bakar tersebut tersimpan lama, kandungan air dapat meningkat dan pada kondisi tertentu memicu pemisahan fase antara bensin, etanol, dan air. Kondisi ini berpotensi mengganggu kualitas campuran bahan bakar yang nantinya masuk ke mesin.

    Keberadaan air pada sistem bahan bakar juga perlu diperhatikan karena dapat memicu persoalan lain pada komponen berbahan logam. Korosi dapat berkembang apabila air bersentuhan dengan bagian tertentu dalam waktu lama, terutama jika kondisi penyimpanan motor kurang ideal. Karena itu, jenis bahan bakar dan durasi penyimpanan menjadi dua faktor yang gak boleh diabaikan begitu saja.

  4. 4. Tekanan uap dalam tangki dapat berubah mengikuti suhu

    ilustrasi servis motor
    ilustrasi servis motor (pexels.com/Gera Cejas)

    Motor yang disimpan pada tempat dengan perubahan temperatur cukup besar akan mengalami perubahan suhu pada bahan bakar dan udara di dalam tangki. Bensin memiliki sifat mudah menguap sehingga peningkatan temperatur dapat meningkatkan jumlah uap bahan bakar pada ruang tangki. Sistem ventilasi tangki memang dirancang untuk mengelola kondisi tersebut, tetapi penyimpanan jangka panjang tetap perlu mengikuti petunjuk dari produsen motor.

    Perubahan temperatur yang terjadi berulang juga membuat kondisi di dalam tangki terus mengalami siklus pemuaian dan penyusutan. Karena itu, menyimpan motor dengan tangki penuh sampai benar-benar melampaui batas pengisian bukan pilihan yang tepat karena bahan bakar tetap membutuhkan ruang untuk memuai. Lebih aman mengikuti batas kapasitas serta prosedur penyimpanan yang tercantum pada buku panduan motor.

  5. 5. Komponen sistem bahan bakar berpotensi mengalami korosi

    ilustrasi servis motor
    ilustrasi servis motor (unsplash.com/Kato Blackmore)

    Korosi menjadi risiko lain yang perlu diperhatikan ketika motor dan bahan bakarnya dibiarkan dalam waktu sangat lama. Air atau kelembapan yang masuk ke sistem bahan bakar dapat bersentuhan dengan permukaan logam dan perlahan memicu pembentukan karat. Risiko tersebut dapat berbeda pada setiap motor karena desain tangki, material komponen, jenis bensin, dan kondisi tempat penyimpanan gak selalu sama.

    Karat yang terbentuk bukan cuma memengaruhi kondisi tangki, tetapi partikelnya juga berpotensi terbawa bersama aliran bahan bakar. Partikel tersebut dapat mengotori saringan atau mengganggu komponen lain pada sistem suplai bensin apabila jumlahnya semakin banyak. Pemeriksaan menyeluruh sebelum motor kembali dipakai setelah penyimpanan panjang menjadi langkah penting untuk mendeteksi masalah sejak awal.

    Meninggalkan motor dalam waktu lama dengan tangki bensin terisi penuh memang terlihat praktis, tetapi kondisi bahan bakar tetap perlu diperhitungkan selama masa penyimpanan. Penurunan kualitas bensin, pembentukan endapan, kelembapan, hingga potensi korosi dapat membuat motor membutuhkan perhatian ekstra sebelum kembali digunakan. Daripada sekadar mengisi tangki lalu meninggalkannya, lebih baik mengikuti prosedur penyimpanan yang direkomendasikan produsen agar kondisi motor tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More