Comscore Tracker

Mitos atau Fakta Ban Belakang Cepat Botak

Hmm… benar enggak ya ban belakang cepat botak?

Jakarta, IDN Times – Mengingat ban merupakan komponen penting bagi semua jenis kendaraan, so… hukumnya wajib bagi kita untuk memperhatikan kesehatan ban. Terlebih lagi untuk para riders nih, sebab terlalu sering menggunakan motor, tentu dapat menyebabkan kebotakan pada ban.

Jika seperti ini, maka akan berdampak buruk bagi keselamatan diri kamu sendiri, bahkan penumpang yang duduk di belakang mu.

Perlu kamu ketahui, ternyata ban motor depan idealnya harus diganti setelah 12-15 bulan, sedangkan ban belakang lebih cepat, yaitu sekitar 10-12 bulan. Nah, kira-kira apa ya yang menyebabkan ban belakang harus diganti lebih awal, apakah karena ban ini cepat botak? Yuk simak beberapa hal berikut ini!

1. Sering menggunakan rem belakang

Mitos atau Fakta Ban Belakang Cepat BotakIlustrasi Rem Motor (pexels.com/ArtHouse Studio)

Bukan hal yang harus dipertanyakan lagi, sebagai pengendara motor, pasti kamu lebih sering menggunakan rem belakang.

Nah, dalam hal ini rem belakang memang bertugas untuk menahan gerak ban belakang motormu, ketika kamu hendak berhentikan motor. Jadi, hal ini dapat menyebabkan banmu terkikis sehingga menyebabkan kebotakan pada ban.

Baca Juga: Ini Kelebihan Ban Tubeless Dibanding Ban Dalam

2. Beban lebih besar

Mitos atau Fakta Ban Belakang Cepat BotakTweet

Nah, siapa nih yang suka membonceng teman atau saudara ketika berpergian menggunakan motor? Perlu kamu ketahui, pada dasarnya beban motor lebih condong ke arah belakang, apalagi jika kamu membonceng penumpang, otomatis beban akan lebih besar.

Sehingga gesekan ban dengan permukaan jalan semakin erat. Hal tersebut tentu membuat ban cepat botak, tapi bukan berarti kamu enggak boleh membonceng atau membawa barang lagi, ya. Yang jelas, kamu harus mengganti ban motor belakang sesuai dengan waktu ideal.

Baca Juga: Ban Motor Harus Rutin Diganti, Ini Daftar Rekomendasinya 

3. Ban belakang sebagai penggerak

Mitos atau Fakta Ban Belakang Cepat BotakIDN Times/Dwi Agustiar

Kamu bisa perhatikan ketika memanaskan motor dengan kondisi standar tengah. Lalu, kamu menarik gas motor, secara langsung si ban motor belakang akan memutar. Nah, hal tersebut dapat dikatakan bahwa ban belakang motor sebagai penggerak.

Saat kamu menyalakan motor dan menarik gas motor, mesin akan bekerja lalu memutar rantai maupun v-belt yang terhubung dengan ban belakang. So, ban belakang terlebih dahulu memutar dibangding ban depan, sehingga ban belakang lebih banyak bekerja, dan itu lah yang membuat ban belakang lebih cepat botak.

4. Faktor mesin panas

Mitos atau Fakta Ban Belakang Cepat Botakunsplash.com/Artem Beliaikin

Penyebab lainnya juga berasal dari faktor mesin panas, karena memang posisi ban belakang berdekatan dengan mesin dan knalpot. Kedua komponen tersebut memiliki suhu panas, sehingga membuat ban belakang cepat memuai, sebab ban pada dasarnya terbuat dari karet, alias bahan yang mudah memuai.

Jadi, ban belakanng lebih cepat botak itu bukan mitos, ya. Diharapkan kamu bisa memperhatikan jangka waktu pemakainnya, entah ban belakang maupun ban depan agar berkendaramu lebih tenang dan nyaman.

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya