Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sering Gonta-Ganti Jenis Bensin Bikin Daleman Tangki Motor Kotor
ilustrasi mengisi bensin motor (suzuki.co.id)
  • Kebiasaan bergonta-ganti bensin dengan RON berbeda memicu reaksi kimia antar zat aditif, menyebabkan endapan padat di dasar tangki motor.
  • Perbedaan densitas dan suhu dari tiap jenis bensin menimbulkan kondensasi yang menghasilkan air dan karat pada dinding tangki.
  • Endapan lumpur dan serpihan karat dapat menyumbat saringan serta pompa bahan bakar, membuat motor mogok dan menimbulkan biaya perbaikan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang suka ganti-ganti bensin motor, kadang pakai yang mahal, kadang yang murah. Tapi kalau sering ganti, tangki motor bisa jadi kotor. Di dalamnya ada sisa bensin yang bercampur dan bikin endapan kayak lumpur. Lama-lama bisa muncul karat dan kotoran itu nyumbat saringan bensin, terus motor bisa mogok di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebiasaan bergonta-ganti jenis bahan bakar minyak dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) yang berbeda sering kali dilakukan oleh para pemilik sepeda motor. Alasan utamanya biasanya berkisar pada kondisi keuangan harian, di mana saat dompet tebal akan mengisi Pertamax, dan ketika keuangan menipis akan beralih ke Pertalite. Secara sekilas, tindakan ini dianggap sebagai hal yang lumrah dan aman-aman saja dilakukan karena menganggap kedua cairan tersebut sama-sama jenis bensin yang akan terbakar habis di dalam mesin.

Namun, di balik kepraktisan tersebut, tangki bensin kendaraan justru menyimpan potensi masalah mekanis dan kimiawi yang jarang disadari. Mengisi tangki dengan cairan yang memiliki spesifikasi oktan berbeda secara bergantian akan memicu reaksi berantai yang buruk di dalam wadah penampungan. Alih-alih mendapatkan performa yang fleksibel, kebiasaan mencampur aduk sisa bensin lama dengan bensin baru yang berbeda RON ini justru menjadi penyebab utama mengapa dasar tangki menjadi lebih cepat kotor dan dipenuhi endapan.

1. Benturan zat aditif kimia yang memicu pengendapan zat pewarna

Ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/cottonbro studio)

Setiap jenis bahan bakar minyak, baik RON 90 maupun RON 92, memiliki racikan zat aditif yang berbeda dari pabrikan untuk mendukung kinerja pembakarannya. Pertamax dilengkapi dengan zat aditif pembersih atau detergency yang kompleks, sementara bensin oktan rendah memiliki kandungan yang jauh lebih sederhana. Ketika kedua jenis bahan bakar ini terus-menerus bertemu dan bercampur di dalam tangki, perbedaan struktur kimiawi dari zat aditif tersebut dapat saling bertabrakan dan mengalami kegagalan kelarutan.

Ketidakstabilan kimiawi ini diperparah oleh adanya zat pewarna buatan yang digunakan untuk membedakan setiap varian bensin di stasiun pengisian. Saat formula aditif pelarutnya terganggu akibat pergantian RON yang tidak konsisten, zat pewarna bensin dan senyawa aromatik di dalamnya akan mengalami pemisahan secara perlahan. Senyawa berat yang terpisah ini kemudian akan mengendap ke dasar tangki, berubah bentuk menjadi partikel padat mirip gel atau lumpur halus yang sangat pekat.

2. Proses kondensasi yang melahirkan karat akibat perubahan densitas cairan

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Maria Orlova)

Bergonta-ganti jenis bahan bakar juga secara tidak langsung memengaruhi tingkat kelembapan di dalam ruang hampa tangki sepeda motor. Setiap jenis bensin memiliki tingkat densitas atau massa jenis serta titik penguapan yang berbeda-beda tergantung nilai oktannya. Pergantian cairan yang tidak konsisten membuat suhu di dalam tangki menjadi tidak stabil, terutama saat kendaraan diparkir di bawah terik matahari lalu berpindah ke tempat yang dingin.

Perubahan suhu dan densitas cairan yang fluktuatif ini merangsang terjadinya proses kondensasi atau pengembunan udara di dinding dalam tangki yang tidak terendam bensin. Butiran-butiran air hasil kondensasi tersebut lambat laun akan jatuh dan berkumpul di dasar tangki karena massa jenis air lebih berat daripada bensin. Pertemuan antara endapan air murni dengan sulfur tinggi dari sisa bensin oktan rendah akan menciptakan senyawa asam yang mengikis dinding besi, memicu karat, dan merontokkan serpihan logam menjadi kotoran padat.

3. Penyumbatan fatal pada komponen saringan dan pompa bahan bakar

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)

Akumulasi dari lumpur kimia zat pewarna dan serpihan karat dinding tangki yang rontok lama-kelamaan akan membentuk lapisan kotoran yang tebal di dasar penampungan. Dampak buruk dari pengendapan ini baru akan terasa nyata ketika kotoran tersebut mulai tersedap masuk ke dalam sistem saluran bahan bakar. Komponen pertama yang akan menjadi korban keganasan endapan ini adalah fuel suction filter atau saringan bensin yang berada di dalam tangki.

Saringan bensin yang tersumbat total oleh kerak padat akan membuat dinamo pompa bahan bakar (fuel pump) bekerja ekstra keras untuk menyedot bensin menuju ruang bakar. Beban kerja yang terlalu berat ini berisiko membuat dinamo pompa menjadi panas berlebih hingga akhirnya mati total secara mendadak saat sepeda motor sedang dikendarai. Kerusakan pada sistem pompa injeksi ini tidak hanya membuat motor mogok di tengah jalan, tetapi juga menuntut biaya penggantian suku cadang yang sangat mahal di bengkel resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article