Vespa Super vs Vespa PX: Apa Saja Perbedaannya?

- Perbedaan desain dan bodi: Vespa Super dengan aura klasik elegan, sementara Vespa PX tampil lebih berisi dan modern.
- Perbedaan mesin, sistem, dan rasa berkendara: Vespa Super dengan tarikan halus dan sensasi santai, sementara Vespa PX lebih stabil dan percaya diri untuk jarak menengah sampai jauh.
- Perbedaan perawatan, part, dan value koleksi: Vespa Super cocok untuk restorasi orisinalitas dengan nilai koleksi kuat, sementara Vespa PX lebih fleksibel sebagai motor harian dengan suku cadang yang melimpah di pasar.
Buat yang lagi mengincar Vespa klasik, dua nama yang paling sering bikin galau adalah Vespa Super dan Vespa PX. Sekilas sama-sama “Vespa banget”, tapi rasa berkendaranya, karakter mesinnya, sampai detail bodinya punya perbedaan yang cukup terasa.
Kalau Vespa Super identik dengan gaya tahun 60–70an yang ramping, Vespa PX hadir membawa nuansa yang lebih “kekar” dan fungsional, populer pada era 80–90an. Pilih yang mana? Tergantung kamu cari sensasi klasik yang halus atau motor harian yang lebih siap diajak jauh.
1. Perbedaan desain dan bodi

Vespa Super punya aura klasik elegan dengan bodi cenderung lebih ramping dan garis yang terasa “vintage” banget. Bagian tebeng, spakbor, dan proporsinya memberi kesan ringan serta manis dilihat dari berbagai sudut. Banyak orang suka Super karena tampilannya simpel dan cocok untuk gaya restoration original.
Sementara itu, Vespa PX tampil lebih berisi. Secara umum bodinya terlihat lebih kotak dan tegas, dengan kesan lebih modern dibanding Super. Beberapa varian PX juga punya detail yang lebih praktis, seperti kompartemen tertentu, handlebar yang terasa berbeda, dan rancangan bodi yang memang dipikirkan untuk pemakaian lebih “serba guna”.
2. Perbedaan mesin, sistem, dan rasa berkendara

Vespa Super umumnya memakai teknologi dan karakter mesin yang lebih tua. Tarikannya cenderung halus dengan getaran yang khas motor klasik. Sensasinya santai, cocok untuk cruising, dan lebih terasa “heritage”-nya. Namun karena usia desainnya lebih tua, beberapa part dan setelan bisa menuntut perhatian lebih, terutama kalau unitnya belum benar-benar sehat.
Vespa PX lahir pada generasi yang lebih baru, sehingga banyak orang menilai platform ini lebih siap dipakai rutin. Rasa berkendaranya biasanya lebih stabil, posisi motor terasa lebih mantap, dan handling cenderung lebih percaya diri untuk jarak menengah sampai jauh. Beberapa varian PX juga dikenal lebih mudah untuk urusan penyesuaian dan upgrade, karena ekosistem part-nya cukup luas di komunitas.
3. Perbedaan perawatan, part, dan value koleksi

Dari sisi perawatan, Vespa Super sering jadi “mainan serius” untuk pecinta orisinalitas. Kalau kamu mengincar kondisi autentik, proses berburu part yang sesuai tahun bisa lebih menantang, tapi justru di situ keseruannya. Nilai koleksinya kuat karena statusnya sebagai Vespa klasik yang ikonik dan banyak dicari untuk restorasi.
Vespa PX biasanya dianggap lebih fleksibel. Banyak pemilik memakainya sebagai motor harian karena suku cadang dan opsi modifikasi relatif melimpah di pasar. Untuk value, PX juga punya penggemar fanatik, apalagi unit yang kondisinya rapi, surat lengkap, dan spek masih sehat. Intinya: Super unggul di “rasa klasik” dan nilai nostalgia, PX unggul di “kepraktisan” dan daya guna.
Kalau kamu pengin Vespa yang benar-benar terasa jadul dan estetik untuk gaya, Vespa Super bisa jadi jawaban. Kalau kamu butuh Vespa yang lebih siap dipakai rutin dan nyaman diajak jalan lebih jauh, Vespa PX sering jadi pilihan aman.


















