Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyebab Mesin Mobil Bergetar Saat AC Menyala

Penyebab Mesin Mobil Bergetar Saat AC Menyala
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)
Intinya Sih
  • Mesin mobil bisa bergetar saat AC menyala karena kompresor menambah beban kerja mesin, terutama ketika mobil dalam kondisi idle atau mesin kurang optimal.
  • Engine mounting yang aus atau retak membuat getaran mesin tidak terserap sempurna, sehingga terasa lebih kuat saat AC aktif dan beban mesin meningkat.
  • Putaran idle terlalu rendah, busi kotor, atau sabuk penggerak aus dapat menyebabkan pembakaran tidak stabil dan tarikan tidak konsisten, memicu getaran tambahan di kabin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mengemudi dengan pendingin kabin yang menyala tentu memberi kenyamanan, terutama ketika cuaca terasa panas. Sistem pendingin udara pada mobil bekerja melalui rangkaian komponen mekanis yang terhubung langsung dengan mesin. Karena itulah, ketika AC aktif, mesin mobil biasanya bekerja sedikit lebih berat dibanding saat AC tidak digunakan.

Dalam kondisi normal, perubahan beban tersebut seharusnya tidak terasa mengganggu. Namun pada beberapa mobil, mesin justru terasa bergetar ketika AC mulai menyala. Getaran tersebut kadang terasa pada setir, pedal, bahkan kursi pengemudi. Situasi ini sering membuat pemilik kendaraan bertanya-tanya tentang penyebabnya. Supaya lebih paham apa yang sebenarnya terjadi, mari kenali beberapa penyebab umum mesin mobil bergetar saat AC menyala!

1. Kompresor AC memberi beban tambahan pada mesin

ilustrasi AC mobil
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Luke Miller)

Salah satu penyebab paling umum mesin terasa bergetar saat AC menyala adalah kerja kompresor AC yang memberi tambahan beban pada mesin. Kompresor merupakan komponen utama yang bertugas menekan refrigeran dalam sistem pendingin. Ketika AC diaktifkan, kompresor langsung terhubung dengan mesin melalui sabuk penggerak.

Tambahan beban tersebut membuat putaran mesin sedikit berubah, terutama ketika mobil berada dalam kondisi idle. Jika kondisi mesin tidak sepenuhnya optimal, perubahan beban ini dapat menimbulkan getaran yang terasa di dalam kabin. Pada mobil yang sudah berumur atau jarang mendapat perawatan, efek getaran biasanya terasa lebih jelas.

2. Engine mounting mulai melemah

ilustrasi servis mobil
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Komponen lain yang sering menjadi penyebab getaran adalah engine mounting. Bagian ini berfungsi sebagai penopang mesin sekaligus peredam getaran agar tidak langsung merambat ke rangka mobil. Biasanya komponen ini terbuat dari kombinasi logam dan karet yang dirancang untuk menyerap getaran mesin.

Ketika karet pada engine mounting mulai aus atau retak, kemampuan peredamannya akan menurun. Akibatnya, getaran mesin yang seharusnya terserap justru terasa langsung ke bodi mobil. Saat AC menyala dan mesin mendapat beban tambahan, getaran tersebut dapat terasa lebih kuat dari biasanya.

3. Putaran mesin terlalu rendah saat idle

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Leonardo Gonzalez)

Putaran mesin yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan getaran ketika AC aktif. Dalam kondisi idle, mesin mobil memiliki putaran tertentu yang dijaga oleh sistem pengaturan mesin. Jika putaran tersebut terlalu rendah, mesin akan kesulitan menyesuaikan diri ketika kompresor AC mulai bekerja.

Situasi ini membuat mesin seperti tersendat sesaat sebelum kembali stabil. Pada beberapa mobil, gejala tersebut terasa seperti getaran ringan yang muncul ketika AC menyala. Masalah ini sering berkaitan dengan sistem bahan bakar, sensor mesin, atau penyetelan putaran idle yang kurang optimal.

4. Kondisi busi atau sistem pembakaran kurang optimal

ilustrasi busi rusak (vecteezy.com/Chaimongkol Khumkhotsoong)
ilustrasi busi rusak (vecteezy.com/Chaimongkol Khumkhotsoong)

Sistem pembakaran mesin juga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan putaran mesin. Busi yang sudah aus atau kotor dapat menyebabkan proses pembakaran tidak berlangsung secara sempurna. Ketika pembakaran tidak stabil, mesin akan terasa sedikit kasar terutama saat menerima tambahan beban.

Saat AC menyala, mesin membutuhkan tenaga lebih untuk memutar kompresor. Jika sistem pembakaran tidak berada dalam kondisi optimal, mesin akan kesulitan mempertahankan putaran yang stabil. Akibatnya muncul getaran yang terasa di dalam kabin mobil.

5. Sabuk penggerak AC mulai aus

ilustrasi mengecek AC mobil
ilustrasi mengecek AC mobil (freepik.com/freepik)

Sabuk penggerak atau drive belt berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke berbagai komponen, termasuk kompresor AC. Seiring waktu, sabuk ini dapat mengalami keausan, retak, atau kehilangan ketegangan yang ideal. Ketika kondisi tersebut terjadi, kinerja kompresor AC dapat menjadi kurang stabil.

Sabuk yang tidak bekerja dengan baik dapat menimbulkan getaran tambahan pada sistem mesin. Saat AC diaktifkan, sabuk yang aus sering menghasilkan tarikan yang tidak konsisten. Kondisi tersebut akhirnya membuat mesin terasa bergetar, terutama ketika mobil berada dalam kondisi diam.

Mesin mobil yang terasa bergetar saat AC menyala sebenarnya cukup sering terjadi, terutama pada kendaraan yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama. Getaran tersebut biasanya berkaitan dengan tambahan beban dari sistem pendingin atau kondisi komponen mesin yang mulai menurun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More