Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Visor Helm Penuh Debu dan Abu, Jangan Asal Dilap
ilustrasi seorang pengendara motor melintas di jalan tempat kebakaran hutan dan lahan terjadi (Image by AI Gemini)
  • Debu dan abu pada visor dapat mengandung partikel abrasif; mengelapnya dengan tangan, tisu, atau kain kering berisiko menimbulkan goresan yang mengganggu pandangan.

  • Saat visor kotor, pengendara perlu menepi di lokasi aman lalu membilasnya perlahan dengan air bersih. Hindari membersihkan sambil berkendara serta memakai pelarut atau pembersih rumah tangga.

  • Setelah kotoran terangkat, gunakan kain mikrofiber lembut yang dibasahi dan usap tanpa tekanan berlebih. Periksa goresan, retakan, atau buram, lalu pertimbangkan penggantian sesuai rekomendasi produsen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau kaca helm penuh debu atau abu, jangan langsung dilap pakai kain kering. Debu bisa seperti pasir kecil dan membuat kaca tergores. Berhenti dulu di tempat aman. Siram kaca helm pelan-pelan dengan air bersih. Lalu lap lembut pakai kain mikrofiber basah. Kalau kaca buram atau retak, visor mungkin perlu diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Visor helm yang tertutup debu dan abu sering membuat pengendara motor tergoda untuk langsung mengelapnya. Apalagi ketika kotoran menempel setelah melewati jalan berdebu atau kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Padahal, kebiasaan sederhana ini bisa membuat kaca helm tergores dan mengganggu pandangan saat berkendara.

Masalahnya, partikel debu dan abu tidak selalu terlihat jelas. Sebagian berukuran sangat halus, sedangkan lainnya bisa bercampur dengan pasir atau serpihan kecil yang bersifat abrasif. Jika langsung digosok menggunakan kain kering, partikel tersebut berpotensi menggores permukaan visor. Lantas, bagaimana cara membersihkannya agar pandangan tetap jernih tanpa merusak kaca helm?

1. Debu dan abu bisa menggores permukaan visor

ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock)

Visor helm umumnya dibuat dari bahan plastik transparan, seperti polikarbonat, yang memiliki karakter berbeda dari kaca biasa. Permukaannya dapat dilengkapi lapisan tambahan untuk membantu mengurangi goresan atau mendukung fungsi tertentu. Namun, lapisan tersebut tetap bisa mengalami kerusakan jika dibersihkan secara kasar atau menggunakan bahan yang tidak sesuai.

Ketika visor dipenuhi debu dan abu, mengelapnya secara langsung menggunakan tangan, tisu, atau kain kering berisiko menyeret partikel di permukaan. Gesekan tersebut dapat meninggalkan goresan halus yang lama-kelamaan mengganggu kejernihan pandangan. Efeknya mungkin tidak terlalu terlihat pada siang hari, tetapi goresan dapat lebih mengganggu ketika terkena sorotan lampu kendaraan pada malam hari atau saat berkendara dalam kondisi hujan.

2. Jangan langsung menggosok dengan kain kering

ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

Langkah pertama ketika visor terkena debu atau abu adalah menghindari kebiasaan langsung menggosok permukaannya. Jika sedang berkendara, menepilah terlebih dahulu di tempat yang aman. Jangan membersihkan visor sambil tetap melaju karena tindakan tersebut bisa mengalihkan perhatian dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jika abu berasal dari kawasan karhutla, hindari pula lokasi yang masih dipenuhi asap.

Setelah berada di tempat aman, singkirkan kotoran menggunakan air bersih yang mengalir secara lembut agar partikel lepas sebelum permukaan disentuh. Jangan menggosok abu yang masih menempel karena bisa menimbulkan gesekan. Hindari pula penggunaan cairan pembersih rumah tangga, pelarut, atau bahan kimia yang belum dipastikan cocok untuk visor. Beberapa produk dapat merusak lapisan pelindung atau menyebabkan material visor mengalami perubahan. Periksa petunjuk perawatan dari produsen helm sebelum memakai cairan pembersih khusus.

3. Gunakan kain lembut dan periksa kejernihan visor

ilustrasi helm (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Setelah kotoran terangkat, bersihkan visor menggunakan kain mikrofiber bersih yang lembut. Basahi kain dengan air atau cairan pembersih yang direkomendasikan produsen, lalu usap perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Jika masih ada kotoran membandel, basahi kembali dan biarkan kotoran melunak sebelum membersihkannya. Hindari memakai kain yang sudah digunakan untuk membersihkan bagian motor lain karena mungkin mengandung pasir atau partikel kasar.

Setelah dibersihkan, periksa permukaan visor dari goresan, retakan, atau bagian yang mulai buram. Jika kerusakan mengganggu pandangan, pertimbangkan mengganti visor sesuai rekomendasi produsen. Visor yang bersih bukan sekadar menunjang penampilan helm, melainkan membantu pengendara melihat kondisi jalan dengan jelas. Karena itu, jangan mengorbankan kejernihan pandangan hanya demi membersihkan kotoran dengan cepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article