Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seberapa Sering Mencuci Helm? Jangan Tunggu Sampai Bau!

6 min read
Seberapa Sering Mencuci Helm? Jangan Tunggu Sampai Bau!
Ilustrasi seseorang mencuci helm (dok. Habib Muhammad)
  • Helm harian disarankan dibersihkan setiap 1–2 minggu, sedangkan helm untuk ojol atau mobilitas tinggi perlu perhatian mingguan pada bantalan yang terkena keringat.

  • Helm jarang dipakai cukup diperiksa dan dibersihkan tiap 1–2 bulan, sementara setelah touring atau kehujanan, pembersihan mengikuti kondisi kotor, basah, dan lembapnya.

  • Segera cuci saat muncul bau apek, bantalan lengket, noda, atau jamur; lepas komponen yang bisa dicuci, hindari merendam seluruh helm, lalu keringkan di tempat teduh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seberapa sering mencuci helm agar tetap bersih, nyaman, dan gak bau saat dipakai? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di pikiranmu, terutama kalau hampir setiap hari naik motor untuk kerja, kuliah, atau sekadar bepergian. Apalagi kalau helm sudah mulai terasa apek, padahal dari luar masih terlihat bersih.

Tanpa disadari, keringat, minyak rambut, dan debu bisa menumpuk di bagian dalam helm setiap kali digunakan. Kalau dibiarkan terlalu lama, bukan cuma menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga membuat helm kurang nyaman dipakai.

Nah, sebenarnya helm harus dicuci seminggu sekali atau cukup sebulan sekali? Biar gak asal cuci, yuk, cari tahu jadwal ideal mencuci helm berdasarkan kebiasaan dan intensitas pemakaiannya!

  1. 1. Helm yang dipakai setiap hari (Cuci 1–2 minggu sekali)

    Ilustrasi helm (IDN Times/Doni Hermawan)
    Ilustrasi helm (IDN Times/Doni Hermawan)

    Kalau kamu rutin menggunakan motor untuk berangkat kerja, kuliah, atau aktivitas sehari-hari, usahakan mencuci bagian dalam helm sekitar 1-2 minggu sekali.

    Bayangkan saja, setiap hari bagian pipi dan kepala bersentuhan langsung dengan busa helm. Keringat, minyak dari kulit kepala, hingga sisa produk rambut bisa menempel dan menumpuk kalau jarang dibersihkan.

    Perlu dicatat, helm yang terlihat bersih dari luar belum tentu memiliki bagian dalam yang sama bersihnya.

    Karena itu, jangan hanya mengandalkan penampilan helm. Setelah dipakai, biasakan juga mengelap bagian dalam yang berkeringat dan mengangin-anginkannya sebelum disimpan.

    Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga helm tetap nyaman tanpa harus mencuci seluruh bagiannya setiap hari.

  2. 2. Helm untuk ojol atau mobilitas tinggi (1 minggu sekali)

    GoSend (Dok. Gojek)
    GoSend (Dok. Gojek)

    Beda cerita kalau pekerjaanmu mengharuskan memakai helm selama berjam-jam, seperti pengemudi ojek online atau kurir.

    Semakin lama helm digunakan, semakin besar kemungkinan keringat dan kotoran menempel pada lapisan dalamnya, apalagi ketika cuaca sedang panas.

    Untuk kondisi seperti ini, membersihkan bantalan helm seminggu sekali bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Bahkan, kalau busanya sudah terasa lembap, lengket, atau mulai berbau sebelum jadwal tersebut, sebaiknya segera dibersihkan.

    Namun, bukan berarti seluruh helm harus dibongkar dan dicuci setiap minggu.

    Kalau helm memiliki bantalan pipi atau inner liner yang bisa dilepas, kamu cukup mencuci bagian tersebut sesuai petunjuk produsennya.

    Dengan begitu, kebersihan helm tetap terjaga tanpa harus terlalu sering melakukan pencucian menyeluruh.

  3. 3. Helm yang jarang dipakai (Sekitar 1–2 bulan sekali)

    ilustrasi helm (pexels.com/Alex Urezkov)
    ilustrasi helm (pexels.com/Alex Urezkov)

    Punya helm cadangan yang cuma dipakai saat akhir pekan atau ketika bepergian sesekali?

    Kalau kondisinya masih bersih dan kering, kamu tentu tidak perlu mencucinya sesering helm harian. Pemeriksaan dan pembersihan berkala sekitar 1-2 bulan sekali bisa dijadikan patokan awal.

    Namun, ada satu hal yang sering terlupakan. Helm yang jarang dipakai belum tentu bebas dari masalah kebersihan.

    Misalnya, helm disimpan di tempat tertutup saat bagian dalamnya masih lembap. Kondisi tersebut bisa menimbulkan bau apek meskipun helm tidak digunakan selama beberapa minggu.

    Makanya, coba cek kondisi bagian dalam sebelum memakai helm yang lama disimpan.

    Kalau busanya masih bersih, tidak berbau, dan tidak lembap, pembersihan ringan mungkin sudah cukup. Sebaliknya, kalau mulai terasa apek atau ada noda, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

  4. 4. Helm setelah touring, bersihkan sesuai kondisinya

    ilustrasi helm full face modifikasi (unsplash.com/Griffin Wooldridge)
    ilustrasi helm full face modifikasi (unsplash.com/Griffin Wooldridge)

    Buat yang hobi touring, pasti tahu rasanya menggunakan helm selama berjam-jam di perjalanan.

    Mulai dari udara panas, debu jalanan, sampai hujan yang datang tiba-tiba, semuanya bisa membuat helm lebih cepat kotor dibandingkan pemakaian biasa.

    Nah, setelah selesai touring, sebaiknya langsung periksa kondisi helm, terutama bagian bantalan dan visornya.

    Kalau baru menempuh perjalanan panjang selama beberapa hari dan bantalan sudah dipenuhi keringat, mencuci bagian dalamnya bisa menjadi pilihan terbaik.

    Namun, kalau perjalanan relatif singkat dan helm masih bersih, kamu gak harus langsung mencucinya secara menyeluruh.

    Cukup bersihkan debu atau kotoran yang menempel, lalu pastikan bagian dalam benar-benar kering sebelum disimpan.

    Intinya, jangan memaksakan jadwal mencuci hanya berdasarkan jumlah hari. Perhatikan juga seberapa berat helm digunakan selama perjalanan.

  5. 5. Helm yang kehujanan, segera dicuci!

    Ilustrasi pengendara motor kehujanan.jpg
    Ilustrasi pengendara motor kehujanan (dok. Pexels/Victor Armas)

    Pernah sampai rumah dalam kondisi kehujanan, lalu langsung menaruh helm begitu saja?

    Kebiasaan ini sebaiknya mulai dihindari, terutama kalau bagian dalam helm ikut basah.

    Helm yang dibiarkan lembap terlalu lama bisa menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi jika langsung dimasukkan ke dalam tas atau disimpan di tempat tertutup tanpa sirkulasi udara.

    Setelah kehujanan, segera lap bagian luar helm, bersihkan visor bila terkena cipratan kotoran, dan keringkan bagian dalamnya.

    Jika bantalan bisa dilepas dan sudah sangat basah atau kotor, kamu dapat mencucinya menggunakan sabun lembut sesuai petunjuk perawatan.

    Namun, kalau hanya terkena sedikit air dan tidak kotor, mengeringkannya dengan benar bisa menjadi langkah yang cukup.

    Pastikan helm diletakkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari penggunaan hair dryer bersuhu panas karena panas berlebihan berisiko merusak material helm.

  6. 6. Tanda-tanda helm harus dicuci meski belum jadwalnya

    ilustrasi helm bau apek (unsplash.com/Waldemar)
    ilustrasi helm bau apek (unsplash.com/Waldemar)

    Selain memperhatikan frekuensi pemakaian, ada beberapa tanda sederhana yang menunjukkan bahwa helm sudah membutuhkan perhatian.

    1. Bau apek yang tetap muncul meski helm sudah diangin-anginkan.
    2. Bantalan pipi terasa lengket, berminyak, atau mulai terlihat bernoda kekuningan.
    3. Muncul bercak jamur kecil di sela-sela jahitan busa.

    Jangan hanya menutup baunya dengan parfum helm. Bersihkan bagian yang terdampak sesuai petunjuk produsen dan pastikan kondisinya benar-benar layak digunakan kembali.

    Perlu diingat, menyemprotkan pewangi bukan pengganti mencuci helm. Wanginya mungkin membantu sementara, tetapi kotoran yang menempel tidak otomatis hilang.

  7. 7. Bagaimana cara mencuci helm yang benar?

    Ilustrasi seseorang mencuci helm (dok. Habib Muhammad).jpg
    Ilustrasi seseorang mencuci helm (dok. Habib Muhammad)

    Mencuci helm sebenarnya tidak terlalu rumit, asalkan kamu tahu bagian mana yang boleh dicuci dan bagian mana yang harus diperlakukan dengan hati-hati.

    1. Lepas bagian yang bisa dilepas: Keluarkan bantalan pipi dan inner liner (jika desain helm memungkinkan).
    2. Cuci dengan lembut: Rendam bantalan di air hangat kuku dan sabun lembut (atau sampo bayi). Jangan dikucek atau diperas terlalu keras agar bentuk busa tidak berubah.
    3. Lap cangkang dan visor: Gunakan kain mikrofiber yang lembut untuk menghindari baret halus pada visor.
    4. JANGAN merendam total: Jangan pernah merendam seluruh helm, terutama bagian EPS/styrofoam-nya. Produsen seperti SHOEI menyarankan bagian EPS cukup dilap dengan kain lembap. Hindari juga bensin atau thinner karena bisa melelehkan material helm!
    5. Keringkan dengan benar: Jemur komponen di tempat teduh dan berangin. Pasang kembali hanya setelah 100% kering.

    Kalau ragu membongkar bagian dalamnya, lebih aman mengikuti buku panduan helm atau menggunakan jasa cuci helm yang memahami perawatan material pelindungnya.

    Jadi, seberapa sering mencuci helm? Kalau digunakan setiap hari, 1-2 minggu sekali bisa menjadi jadwal awal yang cukup praktis untuk membersihkan bagian dalamnya. Namun, helm yang sering terkena keringat atau dipakai berjam-jam tentu membutuhkan perhatian lebih.

    Yang paling penting, jangan menunggu sampai helm benar-benar bau baru dibersihkan. Biasakan mengeringkan helm setelah digunakan dan periksa kondisi bantalannya secara rutin.

    Sekarang coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu mencuci bagian dalam helm? Kalau sudah lupa kapan, mungkin ini saat yang tepat untuk mengecek kondisinya!

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More