Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada Bahaya Laten, Ini 3 Gejala Busi Palsu di Motor Matik

Waspada Bahaya Laten, Ini 3 Gejala Busi Palsu di Motor Matik
ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Busi palsu banyak beredar di pasaran dengan harga murah, namun penggunaannya bisa menurunkan performa motor matik dan merusak komponen mesin secara permanen.
  • Ciri pertama busi palsu adalah mesin sulit dinyalakan atau sering brebet karena percikan api lemah akibat bahan elektroda berkualitas rendah.
  • Gejala lain termasuk konsumsi BBM lebih boros serta mesin mudah mati mendadak saat panas karena busi tiruan tidak tahan suhu tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Busi merupakan komponen kecil dengan peran yang sangat vital dalam sistem pengapian sepeda motor matik. Sayangnya, popularitas motor matik yang tinggi di Indonesia dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan busi tiruan alias palsu dengan harga yang jauh lebih murah di pasaran.

Menggunakan busi palsu bukan hanya membuat performa berkendara menjadi tidak nyaman, tetapi juga berisiko merusak komponen mesin lainnya secara permanen. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan untuk mengenali perubahan perilaku pada mesin yang menjadi indikasi kuat adanya penggunaan suku cadang tiruan tersebut.

Berikut adalah gejala-gejala khas yang timbul pada motor matik ketika dipasang busi palsu.

1. Mesin sangat sulit dinyalakan di pagi hari atau sering brebet

ilustrasi parkir motor matic (pexels.com/SAM COLE)
ilustrasi parkir motor matic (pexels.com/SAM COLE)

Gejala paling awal dan paling mudah dirasakan saat motor matik menggunakan busi palsu adalah penurunan kualitas percikan api yang dihasilkan. Busi tiruan umumnya dibuat menggunakan bahan logam berkualitas rendah pada bagian elektrodanya, sehingga hantaran listrik menjadi tidak stabil dan lemah.

Dampaknya, proses pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna. Motor matik akan terasa sangat sulit untuk dihidupkan di pagi hari, baik menggunakan electric starter maupun kick starter. Selain itu, saat motor sedang melaju, terutama ketika selongsong gas dibuka secara mendadak, mesin akan terasa tersendat-sendat atau "brebet" karena pasokan api dari busi sering kali hilang secara tiba-tiba akibat kegagalan material dalam menghantarkan tegangan tinggi.

2. Konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih boros dari biasanya

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/cottonbro studio)

Penurunan performa pengapian akibat busi palsu secara otomatis akan merembet pada efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Karena percikan api yang dihasilkan oleh elektroda busi palsu cenderung kecil dan tidak konsisten, campuran bensin dan udara di dalam ruang bakar tidak dapat meledak secara tuntas.

Sisa-sisa bensin yang gagal terbakar tersebut akan terbuang sia-sia melalui saluran knalpot, yang sering kali ditandai dengan munculnya aroma bensin mentah yang menyengat atau asap tipis berwarna hitam. Akibat pembakaran yang tidak efisien ini, tenaga motor matik akan terasa sangat loyo dan berat. Kondisi tersebut memaksa pengendara untuk menarik tuas gas lebih dalam agar motor dapat berjalan, yang pada akhirnya membuat tangki bensin menjadi jauh lebih cepat tiris dari biasanya.

3. Mesin sering mati mendadak saat kondisi suhu sudah panas

Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)
Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)

Busi asli dirancang khusus menggunakan material keramik dan logam yang memiliki daya tahan sangat tinggi terhadap suhu ekstrem di dalam ruang bakar. Sebaliknya, busi palsu tidak dibekali dengan teknologi insulator yang mumpuni, sehingga komponen ini sangat payah dalam mengelola dan membuang panas (heat dissipation).

Ketika motor matik digunakan berkendara dalam jarak yang agak jauh atau terjebak di tengah kemacetan jalan raya, suhu busi palsu akan meningkat secara drastis melampaui batas toleransinya. Kondisi overheat pada busi ini menyebabkan materialnya memuai secara tidak wajar dan menghentikan aliran listrik sama sekali. Akibatnya, motor matik akan mati mendadak di tengah jalan dan baru bisa dinyalakan kembali setelah mesin didiamkan beberapa saat hingga suhunya kembali turun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More