Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Tahun Prabowo: MagangHub Jadi Program Favorit, Tetap Butuh Evaluasi

7 min read
2 Tahun Prabowo: MagangHub Jadi Program Favorit, Tetap Butuh Evaluasi
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) tahun 2026 gelombang kedua (Instagram/@sekretariat.kabinet)
  • MagangHub diluncurkan Kemnaker pada Oktober 2025 untuk memberi pengalaman kerja bagi fresh graduate; pada 2026, pemerintah menaikkan target penerimaan menjadi 150 ribu peserta dalam tiga gelombang.

  • Program menyediakan uang saku hingga enam bulan sesuai UMK penempatan, dengan PPh ditanggung pemerintah; peserta juga mendapat pengalaman praktis, mentoring, dan penguatan portofolio.

  • Dunia usaha menilai seleksi, kesiapan mentor, standardisasi peserta, serta administrasi digital perlu dievaluasi; penyerapan lulusan magang juga bergantung pada pertumbuhan industri, UMKM, dan lapangan kerja permanen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di saat pencari kerja kerap menghadapi momok syarat pengalaman bekerja, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto muncul dengan program strategis, yaitu Program Magang Nasional alias Magang Hub. Program itu pertama kali diluncurkan pada 20 Oktober 2025 oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Adapun tujuan program tersebut untuk menjembatani para lulusan baru (fresh graduate) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sehingga mereka bisa memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang relevan sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.

Di awal program itu berdiri, tercatat 1.668 perusahaan telah mendaftar untuk menjadi pemberi kerja, dengan jumlah lowongan kerja magang sebanyak 26.181 lowongan. Jumlah total pelamar pada angkatan I batch 1 sebanyak 156.159 orang. Adapun jumlah pelamar yang lulus ialah 14.913 orang.

Pada 20 Oktober 2025 lalu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menyebut program itu sebagai penguat dari program sejenis lainnya yang telah diberikan Kemnaker. Sebab, skalanya lebih masif, dan terintegrasi secara nasional.

“Program pemagangan ini sebenarnya merupakan penguatan dari kegiatan pemagangan yang sebelumnya telah dilakukan Kemenaker melalui balai-balai pelatigan vokasi dan produktivitas,” ujar Yassierli di kantor Kemenaker, Jakarta.

  1. 1. Kembali dilanjutkan di 2026

    IMG_8852.jpeg
    Kick-Off Magang Nasional 2026 Tahap 1, Selasa (11/8/2026). (dok. YouTube Kemenaker)

    Pada November 2025, pemerintah kembali membuka pendaftaran program Magang Nasional, dengan target peserta yang lolos sebanyak 80 ribu orang. Namun, jumlah pelamar yang lolos menjadi peserta Magang Nasional angkatan I batch 2 ialah 62.754 orang. Dengan demikian, total peserta Magang Nasional angkatan I sebanyak 77.667 orang, hanya 77,67 persen dari target.

    Setelah dibuka pendaftarannya untuk dua batch di 2025, pemerintah terus mendapat pertanyaan kapan MagangHub akan dibuka kembali. Kemudian, pada 11 Agustus 2026 lalu, pemerintah resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional tahun 2026.

    Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya mengatakan orogram Magang Nasional tahun kedua tersebut merupakan tindak lanjut arahan Prabowo. Jika pada 2025 pemerintah membuka kesempatan bagi 100 ribu peserta, tahun ini jumlah peserta ditingkatkan menjadi 150 ribu orang.

    “Program tahun lalu itu 100 ribu, sekarang 150 ribu yang diterima. Tentunya harapan kita ke depan semakin banyak,” ujar Teddy.

  2. 2. Dibuka untuk tiga gelombang tahun ini

    Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), yassierli, meninjau tempat program magang nasional di salah satu perusahaan kosmetik, pada Selasa (27/1/2026) (Instagram/@sekretariat.kabinet)
    Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), yassierli, meninjau tempat program magang nasional di salah satu perusahaan kosmetik, pada Selasa (27/1/2026) (Instagram/@sekretariat.kabinet)

    Dengan target peserta sebanyak 150 ribu orang, pemerintah merancang pendaftaran Magang Nasional atau MagangHub dibagi menjadi tiga gelombang (batch).

    Pada angkatan II batch 1, jumlah lulusan perguruan tinggi yang melamar mencapai 732.483 orang. Meski alokasinya 50 ribu orang, namun yang menyelesaikan proses administrasi terakhir hanya 46.160 orang. Kemudian, pada angkatan II batch 2, jumlah peserta yang lolos hanyalah 40.962 orang.

    Adapun batch 3 akan dibuka pendaftarannya pada 27 Oktober sampai 1 November 2026 mendatang, dengan target peserta mencapai 62 ribu orang. Sedangkan, pendaftaran perusahaan telah dibuka Kemnaker sejak 28 September 2026 lalu, yang akan berlangsung sampai 22 Oktober mendatang.

    Yassierli optimistis, pada batch ketiga ini jumlah peserta yang lolos bisa memenuhi kuota sepanjang 2026, yaitu 150 ribu orang.

    “Jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu, nanti di batch ketiga insyaallah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu," kata Yassierli.

    Di gelombang ketiga ini, MagangHub hanya menyediakan lowongan kerja untuk perusahaan, sehingga tak ada penempatan di kementerian/lembaga.

    Program tersebut digandrungi, karena peserta MagangHub mendapatkan uang saku yang sepenuhnya ditanggung pemerintah, bukan perusahaan. Sehingga, pemberi kerja juga tak perlu merogoh anggaran besar, tetapi bisa mendapatkan tenaga kerja tambahan.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 9 tahun 2026, peserta MagangHub diberikan uang saku setiap bulan, selama periode magang yaitu maksimal enam bulan.

    Besaran uang saku mengacu pada upah minimum kabupaten/kota (UMK) penempatan peserta. Selain itu, penghasilan peserta MagangHub diterima secara utuh, karena Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung oleh pemerintah alias DTP.

  3. 3. Jadi kesempatan pertajam ilmu yang didapat saat kuliah

    TTGA2.jpg
    Keseruan office tour saat sesi Unboxing di Melting Pot, IDN HQ, Jakarta (22/9/26) (Dok. IDN Times)

    Pengalaman berharga dirasakan oleh para alumni perguruan tinggi yang berhasil menembus program MagangHub. Bagi para fresh graduate, program inisiasi pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto ini tak sekadar menjadi wadah mencari pengalaman kerja, melainkan kesempatan emas untuk mempertajam ilmu yang telah didapat selama di bangku kuliah.

    Hal itu dirasakan langsung oleh Cantika Lutfiah (23), lulusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung, serta Nurul Izzah Anjani Asra (23), lulusan Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya. Keduanya berhasil lolos seleksi dan berkesempatan magang di IDN Times.

    Bagi Cantika, memilih posisi magang yang linier dengan latar belakang pendidikannya adalah prioritas utama sejak awal mendaftar.

    "Aku milih IDN sesuai sama yang aku mau, awalnya emang cari posisi yang bener-bener linear sama jurusanku (jurnalis), dan aku liat IDN buka posisi reporter, jadi aku coba daftar," ujar Cantika.

    Selama dua bulan menjalani magang, Cantika mengaku mendapatkan banyak ilmu praktis yang melengkapi teori di kampus. Mulai dari teknik penulisan berita, pengutipan yang presisi, pembuatan lead, hingga pengalaman terjun langsung untuk liputan lapangan.

    Senada dengan Cantika, Anjani juga merasa ilmu desain grafis yang ditimbanya di kampus benar-benar diuji dan diasah saat menangani konten media secara real-time.

    "Beruntungnya lowongan graphic designer dibuka di sini, yang which is sangat sesuai dengan jurusan aku. Aku jadi bener-bener belajar bagaimana cara kerja media day-to-day-nya, pemilihan copywritingyang benar, dan berkolaborasi langsung dengan tim editor," tutur Anjani.

    Meski menghadapi proses seleksi yang cukup menantang, keberhasilan menembus MagangHub memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Anjani menceritakan bagaimana proses tes teknis membuat infografis berita menjadi tantangan yang berkesan.

    "Proses seleksinya challenging! Soalnya buat infografis untuk sebuah berita yang di mana data-datanya harus benar, tapi juga masih enak untuk dibaca. Perasaan aku seneng sekali dan hampir tidak percaya kalau lulus," tutur Anjani.

    Selain mendapat bimbingan intensif dari para mentor yang menjadi bekalnya untuk turun ke pasar kerja, Cantika dan Anjani juga mendapatkan uang saku dari pemerintah. Momen menerima gaji pertama menjadi salah satu kenangan manis bagi para peserta.

    Menariknya, baik Cantika maupun Anjani memilih memanfaatkan penghasilan pertama mereka dari MagangHub untuk berbagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekat.

    "Gaji pertama aku ga banyak beli barang. Aku lebih banyak beli makanan dan bagi-bagi ke adik-adikku," ucap Cantika.

    Hal serupa juga dilakukan oleh Anjani.

    "Aku mengajak makan keluarga," tutur Anjani.

    Melalui pendampingan mentor yang suportif, pemahaman budaya kerja profesional, hingga uang saku yang layak, MagangHub terbukti menjadi pijakan kokoh bagi para fresh graduate untuk mempercantik portofolio dan bersiap melangkah ke karier impian mereka berikutnya.

  4. 4. Tak luput dari evaluasi

    Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani dalam acara Ngobrol Seru di IDN Times.
    Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani dalam acara Ngobrol Seru di IDN Times. (IDN Times/Mikho Fridolin Siahaan)

    Meski begitu, program tersebut tak luput dari evaluasi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, program tersebut diharapkan dunia usaha untuk membangun talent pipeline, mengenali potensi tenaga kerja sejak awal, dan mengurangi skills mismatch dalam proses rekrutmen.

    Shinta mengatakan, dari gelombang pertama ke gelombang kedua, Apindo melihat arah pembenahan program makin selaras dengan masukan dunia usaha. Kebutuhan industri mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam desain program, termasuk melalui penguatan kurikulum, mentoring, evaluasi, dan relevansi posisi yang ditawarkan.

    “Ini merupakan perkembangan yang positif. Tentu, masih ada sejumlah catatan dalam implementasinya yang perlu menjadi perhatian bersama, meskipun sifatnya masih case by case,” tutur Shinta kepada IDN Times.

    Yang menjadi catatan utamanya adalah proses seleksi, di mana masih banyak bergantung pada self-assessment peserta, sehingga pencocokan kompetensi belum selalu optimal, kesiapan mentor di perusahaan, standardisasi kualitas peserta, hingga efektivitas sistem administrasi digital.

    “Karena itu, dampak program ini perlu terus dievaluasi secara bertahap, tidak hanya berdasarkan jumlah peserta, tetapi juga kualitas pembelajaran dan hasil akhirnya,” kata Shinta.

  5. 5. Pertumbuhan dunia usaha perlu digenjot agar bisa menyerap peserta yang telah lulus magang

    IMG_8857.jpeg
    Kick-Off Magang Nasional 2026 Tahap 1, Selasa (11/8/2026). (dok. YouTube Kemenaker)

    Pada April 2026 lalu, Yassierli mengatakan dari jumlah peserta Magang Nasional yang lolos pada angkatan I, sekitar 20-30 persen di antaranya berhasil direkrut oleh perusahaan untuk menjadi karyawan. Capaian itu menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Ariful Yaqin Hidayat (Erik Hidayat) perlu ditingkatkan.

    Untuk meningkatkannya, menurut Erik kembali lagi pada faktor ekonomi, yang perlu diselesaikan dari hulu. Dia mengatakan, pemerintah harus terus berupaya memajukan industri nasional, dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan cara itu, maka peserta Magang Nasional yang telah melaksanakan magang selama enam bulan, tak terluntang-lantung lagi di pasar kerja, tapi bisa langsung direkrut.

    Dia mengatakan, dengan industri nasional yang terus tumbuh, maka penyerapan tenaga kerja juga ikut meningkat.

    “Jadi MagangHub bagus sebagai jembatan, tetapi pemerintah tetap harus menyelesaikan hulunya. Majukan industri nasional, perkuat UMKM, turunkan biaya berusaha, dan ciptakan lapangan kerja permanen sebanyak-banyaknya,” tutur Erik saat dihubungi IDN Times.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Shinta. Namun, dia menekankan, ke depannya pemerintah harus mengukur keberhasilan Magang Nasional dengan memastikan kompetensi peserta semakin relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga, perusahaan memperoleh akses terhadap talenta yang sesuai, dan semakin banyak pencari kerja memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja secara produktif.

    “Pada akhirnya, Apindo mendukung penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan agar MagangHub tidak hanya menjadi program penempatan sementara, tetapi juga menjadi jembatan yang efektif dari pendidikan menuju dunia kerja,” ucap Shinta.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More