Keseruan office tour saat sesi Unboxing di Melting Pot, IDN HQ, Jakarta (22/9/26) (Dok. IDN Times)
Pengalaman berharga dirasakan oleh para alumni perguruan tinggi yang berhasil menembus program MagangHub. Bagi para fresh graduate, program inisiasi pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto ini tak sekadar menjadi wadah mencari pengalaman kerja, melainkan kesempatan emas untuk mempertajam ilmu yang telah didapat selama di bangku kuliah.
Hal itu dirasakan langsung oleh Cantika Lutfiah (23), lulusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung, serta Nurul Izzah Anjani Asra (23), lulusan Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya. Keduanya berhasil lolos seleksi dan berkesempatan magang di IDN Times.
Bagi Cantika, memilih posisi magang yang linier dengan latar belakang pendidikannya adalah prioritas utama sejak awal mendaftar.
"Aku milih IDN sesuai sama yang aku mau, awalnya emang cari posisi yang bener-bener linear sama jurusanku (jurnalis), dan aku liat IDN buka posisi reporter, jadi aku coba daftar," ujar Cantika.
Selama dua bulan menjalani magang, Cantika mengaku mendapatkan banyak ilmu praktis yang melengkapi teori di kampus. Mulai dari teknik penulisan berita, pengutipan yang presisi, pembuatan lead, hingga pengalaman terjun langsung untuk liputan lapangan.
Senada dengan Cantika, Anjani juga merasa ilmu desain grafis yang ditimbanya di kampus benar-benar diuji dan diasah saat menangani konten media secara real-time.
"Beruntungnya lowongan graphic designer dibuka di sini, yang which is sangat sesuai dengan jurusan aku. Aku jadi bener-bener belajar bagaimana cara kerja media day-to-day-nya, pemilihan copywritingyang benar, dan berkolaborasi langsung dengan tim editor," tutur Anjani.
Meski menghadapi proses seleksi yang cukup menantang, keberhasilan menembus MagangHub memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Anjani menceritakan bagaimana proses tes teknis membuat infografis berita menjadi tantangan yang berkesan.
"Proses seleksinya challenging! Soalnya buat infografis untuk sebuah berita yang di mana data-datanya harus benar, tapi juga masih enak untuk dibaca. Perasaan aku seneng sekali dan hampir tidak percaya kalau lulus," tutur Anjani.
Selain mendapat bimbingan intensif dari para mentor yang menjadi bekalnya untuk turun ke pasar kerja, Cantika dan Anjani juga mendapatkan uang saku dari pemerintah. Momen menerima gaji pertama menjadi salah satu kenangan manis bagi para peserta.
Menariknya, baik Cantika maupun Anjani memilih memanfaatkan penghasilan pertama mereka dari MagangHub untuk berbagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekat.
"Gaji pertama aku ga banyak beli barang. Aku lebih banyak beli makanan dan bagi-bagi ke adik-adikku," ucap Cantika.
Hal serupa juga dilakukan oleh Anjani.
"Aku mengajak makan keluarga," tutur Anjani.
Melalui pendampingan mentor yang suportif, pemahaman budaya kerja profesional, hingga uang saku yang layak, MagangHub terbukti menjadi pijakan kokoh bagi para fresh graduate untuk mempercantik portofolio dan bersiap melangkah ke karier impian mereka berikutnya.