Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Alasan Perusahaan Berhenti Bagi Dividen, Investor Wajib Tahu

3 min read
3 Alasan Perusahaan Berhenti Bagi Dividen, Investor Wajib Tahu
ilustrasi dividen (vecteezy.com/fabregov)
  • Penghentian dividen bisa terjadi karena tekanan keuangan, termasuk penurunan pendapatan, kenaikan biaya, atau laba yang tidak cukup dibagikan.

  • Pengeluaran tak terduga dapat membuat perusahaan menghentikan dividen sementara, lalu kembali membagikannya setelah kebutuhan tersebut terpenuhi.

  • Perusahaan dapat menahan dividen untuk membiayai ekspansi, sehingga keputusan menjual saham perlu mempertimbangkan alasan penghentian pembayaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Saham yang rutin membagikan dividen menjadi pilihan bagi berbagai jenis investor. Oleh karena itu, keputusan perusahaan untuk menghentikan pembayaran dividen dapat mendorong pemegang saham menjual kepemilikannya.

Dilansir Investopedia, investor yang membeli saham untuk mendapatkan dividen tahunan berpotensi menjadi pihak yang paling cepat menjual saham.

Namun, investor dengan strategi buy and hold atau membeli dan menyimpan saham dalam jangka panjang juga bisa mengubah keputusan ketika perusahaan yang biasanya rutin membagikan dividen tiba-tiba menghentikan pembayarannya.

Meski penghentian dividen dapat menandakan perusahaan sedang mengalami kesulitan, keputusan tersebut tidak selalu berarti perusahaan berada di ambang kegagalan. Ada sejumlah alasan yang dapat mendorong perusahaan menghentikan pembayaran dividen.

  1. 1. Mengalami kesulitan keuangan

    ilustrasi seseorang menganalisis bagan dan grafik keuangan di laptop
    ilustrasi seseorang menganalisis bagan dan grafik keuangan di laptop (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

    Salah satu penyebab utama penghentian pembayaran dividen adalah tekanan keuangan. Dividen dibayarkan kepada pemegang saham dari laba ditahan perusahaan.

    Ketika kondisi keuangan memburuk, perusahaan dapat menghentikan pembagian dividen untuk menjaga cadangan dana bagi kebutuhan operasional dan pengeluaran pada masa mendatang.

    Penurunan pendapatan atau kenaikan biaya dapat mengurangi sisa dana yang tersedia untuk membayar dividen pada akhir tahun. Bahkan, perusahaan bisa tidak memiliki keuntungan yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

    Penghentian dividen juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan. Ketika margin keuntungan terlalu kecil, perusahaan dapat memilih menghindari pengeluaran yang tidak mendesak agar kondisi keuangannya tetap terjaga.

  2. 2. Menghadapi pengeluaran tak terduga

    Ilustrasi mencatat dan menghitung batas anggaran pengeluaran bulanan
    Ilustrasi mencatat dan menghitung batas anggaran pengeluaran bulanan (pexels.com/photo/ Kindel Media)

    Pengeluaran satu kali yang tidak terduga juga dapat menjadi alasan perusahaan menghentikan pembayaran dividen untuk sementara. Pengeluaran tersebut dapat mengurangi keuntungan meskipun pendapatan perusahaan tetap stabil dari tahun ke tahun.

    Contohnya, perusahaan harus membayar ganti rugi akibat putusan pengadilan dalam suatu perkara hukum atau mengeluarkan dana besar untuk mengganti maupun memperbarui peralatan. Dalam kondisi ini, perusahaan umumnya dapat kembali membagikan dividen setelah pengeluaran tak terduga tersebut terpenuhi.

    Pemegang saham yang langsung menjual saham ketika perusahaan mengumumkan penghentian dividen berisiko kehilangan kesempatan mendapatkan dividen dan keuntungan modal (capital gain) pada masa mendatang apabila tidak terlebih dahulu memahami penyebab keputusan tersebut.

    Dengan demikian, penghentian pembayaran dividen tidak selalu menjadi alasan bagi pemegang saham untuk panik.

  3. 3. Membiayai ekspansi perusahaan

    ilustrasi konstruksi bangunan gedung
    ilustrasi konstruksi bangunan gedung (pexels.com/Adam Clark)

    Perusahaan juga dapat menghentikan pembayaran dividen untuk membiayai pertumbuhan bisnis. Dividen berasal dari laba ditahan, yakni akumulasi keuntungan yang belum dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen pada tahun-tahun sebelumnya atau digunakan untuk keperluan lain.

    Selain untuk membagikan dividen, perusahaan dapat menggunakan laba ditahan untuk mendanai proyek pertumbuhan. Meski membutuhkan biaya besar dalam jangka pendek, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pada masa mendatang.

    Misalnya, perusahaan berencana membuka lokasi baru, memperluas lini produk, atau menjangkau segmen pasar baru. Untuk membiayai rencana tersebut, perusahaan dapat menggunakan sebagian laba ditahan dan menghentikan pembayaran dividen untuk sementara.

    Keputusan ini dapat memengaruhi penerimaan pemegang saham dalam jangka pendek. Namun, investor yang menjual saham karena penghentian dividen untuk membiayai ekspansi berisiko kehilangan peluang memperoleh keuntungan modal yang lebih besar dan dividen yang meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More