Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Alasan Perusahaan Berhenti Bagi Dividen, Investor Wajib Tahu
ilustrasi dividen (vecteezy.com/fabregov)
  • Penghentian dividen bisa terjadi karena tekanan keuangan, termasuk penurunan pendapatan, kenaikan biaya, atau laba yang tidak cukup dibagikan.

  • Pengeluaran tak terduga dapat membuat perusahaan menghentikan dividen sementara, lalu kembali membagikannya setelah kebutuhan tersebut terpenuhi.

  • Perusahaan dapat menahan dividen untuk membiayai ekspansi, sehingga keputusan menjual saham perlu mempertimbangkan alasan penghentian pembayaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir tahun

Penurunan pendapatan atau kenaikan biaya dapat mengurangi dana yang tersedia untuk membayar dividen pada akhir tahun.

sementara

Perusahaan dapat menghentikan pembayaran dividen untuk sementara karena pengeluaran tak terduga atau kebutuhan membiayai ekspansi.

masa mendatang

Perusahaan dapat kembali membagikan dividen setelah pengeluaran tak terduga terpenuhi. Investor juga berisiko kehilangan kesempatan mendapatkan dividen dan keuntungan modal pada masa mendatang.

jangka pendek

Proyek pertumbuhan membutuhkan biaya besar dalam jangka pendek dan dapat memengaruhi penerimaan pemegang saham.

tahun-tahun berikutnya

Ekspansi perusahaan diharapkan dapat membuka peluang memperoleh keuntungan modal yang lebih besar dan dividen yang meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perusahaan menghentikan pembayaran dividen kepada pemegang saham.
  • Who?
    Perusahaan dan pemegang saham, termasuk investor yang membeli saham untuk mendapatkan dividen.
  • Where?
    Perusahaan menggunakan laba ditahan untuk kebutuhan operasional, pengeluaran tak terduga, atau ekspansi bisnis.
  • When?
    Penghentian dapat berlangsung sementara atau terjadi ketika kondisi keuangan memburuk dan perusahaan membutuhkan dana.
  • Why?
    Alasannya meliputi kesulitan keuangan, pengeluaran tak terduga, dan kebutuhan membiayai pertumbuhan bisnis.
  • How?
    Perusahaan menahan laba yang biasanya dibagikan sebagai dividen untuk menjaga cadangan dana, memenuhi pengeluaran, atau mendanai proyek pertumbuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perusahaan bisa berhenti memberi dividen kepada pemegang saham karena uangnya sedang dibutuhkan. Uang itu bisa dipakai untuk kebutuhan perusahaan, membayar pengeluaran tak terduga, atau membuka usaha baru. Investor mungkin menjual saham, tetapi perusahaan tidak selalu akan gagal. Dividen bisa dibagikan lagi setelah kebutuhan perusahaan selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penghentian dividen tidak selalu menunjukkan kegagalan perusahaan. Keputusan tersebut dapat membantu menjaga cadangan dana saat kondisi keuangan tertekan, memenuhi pengeluaran tak terduga, atau membiayai proyek pertumbuhan. Dengan begitu, laba ditahan tetap diarahkan untuk kebutuhan perusahaan yang dapat mendukung pendapatan dan pembagian dividen pada masa mendatang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Saham yang rutin membagikan dividen menjadi pilihan bagi berbagai jenis investor. Oleh karena itu, keputusan perusahaan untuk menghentikan pembayaran dividen dapat mendorong pemegang saham menjual kepemilikannya.

Dilansir Investopedia, investor yang membeli saham untuk mendapatkan dividen tahunan berpotensi menjadi pihak yang paling cepat menjual saham.

Namun, investor dengan strategi buy and hold atau membeli dan menyimpan saham dalam jangka panjang juga bisa mengubah keputusan ketika perusahaan yang biasanya rutin membagikan dividen tiba-tiba menghentikan pembayarannya.

Meski penghentian dividen dapat menandakan perusahaan sedang mengalami kesulitan, keputusan tersebut tidak selalu berarti perusahaan berada di ambang kegagalan. Ada sejumlah alasan yang dapat mendorong perusahaan menghentikan pembayaran dividen.

1. Mengalami kesulitan keuangan

ilustrasi seseorang menganalisis bagan dan grafik keuangan di laptop (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Salah satu penyebab utama penghentian pembayaran dividen adalah tekanan keuangan. Dividen dibayarkan kepada pemegang saham dari laba ditahan perusahaan.

Ketika kondisi keuangan memburuk, perusahaan dapat menghentikan pembagian dividen untuk menjaga cadangan dana bagi kebutuhan operasional dan pengeluaran pada masa mendatang.

Penurunan pendapatan atau kenaikan biaya dapat mengurangi sisa dana yang tersedia untuk membayar dividen pada akhir tahun. Bahkan, perusahaan bisa tidak memiliki keuntungan yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

Penghentian dividen juga dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan. Ketika margin keuntungan terlalu kecil, perusahaan dapat memilih menghindari pengeluaran yang tidak mendesak agar kondisi keuangannya tetap terjaga.

2. Menghadapi pengeluaran tak terduga

Ilustrasi mencatat dan menghitung batas anggaran pengeluaran bulanan (pexels.com/photo/ Kindel Media)

Pengeluaran satu kali yang tidak terduga juga dapat menjadi alasan perusahaan menghentikan pembayaran dividen untuk sementara. Pengeluaran tersebut dapat mengurangi keuntungan meskipun pendapatan perusahaan tetap stabil dari tahun ke tahun.

Contohnya, perusahaan harus membayar ganti rugi akibat putusan pengadilan dalam suatu perkara hukum atau mengeluarkan dana besar untuk mengganti maupun memperbarui peralatan. Dalam kondisi ini, perusahaan umumnya dapat kembali membagikan dividen setelah pengeluaran tak terduga tersebut terpenuhi.

Pemegang saham yang langsung menjual saham ketika perusahaan mengumumkan penghentian dividen berisiko kehilangan kesempatan mendapatkan dividen dan keuntungan modal (capital gain) pada masa mendatang apabila tidak terlebih dahulu memahami penyebab keputusan tersebut.

Dengan demikian, penghentian pembayaran dividen tidak selalu menjadi alasan bagi pemegang saham untuk panik.

3. Membiayai ekspansi perusahaan

ilustrasi konstruksi bangunan gedung (pexels.com/Adam Clark)

Perusahaan juga dapat menghentikan pembayaran dividen untuk membiayai pertumbuhan bisnis. Dividen berasal dari laba ditahan, yakni akumulasi keuntungan yang belum dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen pada tahun-tahun sebelumnya atau digunakan untuk keperluan lain.

Selain untuk membagikan dividen, perusahaan dapat menggunakan laba ditahan untuk mendanai proyek pertumbuhan. Meski membutuhkan biaya besar dalam jangka pendek, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pada masa mendatang.

Misalnya, perusahaan berencana membuka lokasi baru, memperluas lini produk, atau menjangkau segmen pasar baru. Untuk membiayai rencana tersebut, perusahaan dapat menggunakan sebagian laba ditahan dan menghentikan pembayaran dividen untuk sementara.

Keputusan ini dapat memengaruhi penerimaan pemegang saham dalam jangka pendek. Namun, investor yang menjual saham karena penghentian dividen untuk membiayai ekspansi berisiko kehilangan peluang memperoleh keuntungan modal yang lebih besar dan dividen yang meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article