Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, berbicara tentang data Badan Pusat Statistik (BPS) khususnya data tentang desa.
Selama ini, kata dia, BPS hanya menyajikan data tentang potensi desa tanpa tahu kebutuhan dan aset yang dimiliki sebuah desa.
Hal itu disampaikan Ferry di acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times dalam sesi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mendorong Pertumbuhan Berkualitas pada Kamis (15/1/2026).
“Kita ini kesulitan, terus terang kalau boleh di ruangan ini saya mau mengkritik cara metode penghitungan data oleh BPS. Karena BPS hanya menyajikan data tentang potensi desa, data tentang kebutuhan desa tidak ada, tentang aset desa tidak ada,” kata Ferry.
Ferry mengaku, sempat bolak-balik ke BPS hanya untuk mendapatkan data kebutuhan gas 3 kg untuk sebuah desa.
“Koperasi desa A mau menjadi penyalur gas 3 kg, mau nanya data di desa itu berapa rumah tangga pengguna LPG 3 kg, saya bolak-balik ke BPS gak ada itu datanya!" ujar dia.
Begitu juga untuk penyaluran pupuk subsidi. Dia tak menemukan data kebutuhan desa yang dituju di BPS.
“Makanya kemarin saya memberanikan diri mengajak beberapa guru besar, termasuk dari IPB Prof Sofyan Sjaf untuk buat aplikasi data yang presisi,” ujar dia.
Dalam pengumpulan data itu, Kemenkop bersama tim menerbangkan drone untuk mendapatkan data geospasial. Dari data itu kemudian dibuat survei dengan responden warga desa yang bersangkutan.
“Karena BPS pakai data tenaga orang luar, ditipu-tipu terus, jadi validitasnya rendah sekali,” kata dia.
Setelah mendapatkan data tersebut, Kemenkop kemudian menggunakan AI untuk menganalisis data geospasial.
“Tahu gak perbedaanya? Hasilnya pakai AI ada 289 parameter, isinya tentang potensi desa, kebutuhan dan aset desa. Data BPS hanya 40 indikator parameter karena cuma data tentang potensi desa,” ucap dia.
IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".
