Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Minyak Naik, Prabowo Minta Purbaya Susun Simulasi Dampak ke APBN

Harga Minyak Naik, Prabowo Minta Purbaya Susun Simulasi Dampak ke APBN
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Keuangan menyiapkan berbagai skenario fiskal untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia. Permintaan itu disampaikan setelah harga minyak mentah kembali menembus level 100 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Kamis (23/7).

Menurutnya simulasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menghitung dampak berbagai skenario harga minyak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk apabila harga minyak bergerak di atas 100 dolar AS per barel.

"Pada rapat kabinet kemarin, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan berbagai skenario. Bukan hanya 100 dolar AS per barel, tetapi juga jika lebih tinggi. Jadi kami sedang menghitung bagaimana dampaknya terhadap anggaran," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Adapun harga minyak West Texas Intermediate tetap stabil di atas 92 dolar AS per barel, naik sekitar 12 persen untuk minggu ini. Brent ditutup di atas 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.

1. Harga BBM bersubsidi akan terus dijaga tak naik

Ilustrasi harga minyak  (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Purbaya, pemerintah ingin memastikan APBN tetap mampu merespons perubahan harga energi global tanpa mengganggu stabilitas fiskal maupun pelaksanaan program-program prioritas.

Meski harga minyak dunia meningkat, Purbaya menegaskan kondisi APBN masih cukup kuat untuk menyerap dampaknya. Pemerintah juga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat.

"Kalau yang subsidi akan kita jaga terus," katanya.

2. Pemerintah sudah simulasi dengan gunakan harga minyak 100 dolar AS per barel

Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)

Ia menjelaskan pergerakan harga minyak di kisaran 100 dolar AS per barel bukan merupakan kondisi yang sepenuhnya di luar perkiraan pemerintah. Pasalnya, level tersebut telah menjadi salah satu asumsi yang diperhitungkan dalam penyusunan APBN sehingga pemerintah telah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian apabila diperlukan.

"Kita asumsikan sekitar 100 dolar AS per barel. Berarti keadaan ini bukan hal yang baru bagi kita. Jadi anggarannya bisa kita sesuaikan lagi seperti sebelumnya. Jadi tidak kaget," ujarnya.

3. Harga minyak dunia naik, usai meningkatnya ketegangan geopolitik

Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ia menambahkan, hasil simulasi tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan fiskal apabila harga minyak dunia terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Dengan begitu, pemerintah dapat menjaga kesinambungan APBN sekaligus mempertahankan berbagai program perlindungan masyarakat, termasuk subsidi energi.

Harga minyak dunia sendiri menguat tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan global.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More