Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adhi Karya Jual Aset Jalan Tol-SPAM Dumai, Raup Rp1,9 Triliun
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • PT Adhi Karya mendivestasi dua aset senilai total Rp1,91 triliun untuk merampingkan portofolio investasi dan anak usaha, serta memperkuat fokus pada bisnis engineering dan konstruksi.

  • ADHI menjual 51 persen saham PT Dumai Tirta Persada, pengelola sistem penyediaan air minum di Dumai, kepada PT Futura Energi Global melalui perjanjian jual beli bersyarat.

  • ADHI juga melepas 47,18 persen saham PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur senilai Rp1,77 triliun; seluruh transaksi ditargetkan selesai 30 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan divestasi dua aset senilai Rp1,91 triliun.

Corporate Secretary ADHI, Siswanto mengatakan divestasi itu dilakukan dalam rangka streamlining portofolio investasi dan anak usaha, sehingga perusahaan bisa kembali menjalankan inti bisnis.

“Langkah strategis ini bertujuan untuk menata dan melakukan streamlining portofolio investasi dan anak usaha, sekaligus memperkuat fokus ADHI untuk kembali pada bisnis inti perseroan yaitu engineering dan konstruksi,” kata Siswanto dikutip Minggu, (4/10/2026).

1. Jual portofolio di proyek SPAM Dumai senilai Rp141 miliar

Sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Dumai, Provinsi Riau. (dok. DTP)

Aset pertama yang dijual ialah kepemilikan saham mayoritas pada PT Dumai Tirta Persada (DTP) kepada PT Futura Energi Global Tbk. ADHI menjual 74.353 saham atau 51 persen saham di PT DTP.

DTP merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan dan pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Dumai, Provinsi Riau. Proyek itu sebelumnya dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Penjualan aset tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA).

2. Jual saham di Tol Jogja Solo

Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. Humas Adhi Karya)

Divestasi aset kedua adalah penjualan saham minoritas ADHI di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ). Adapun JMJ adalah konsorsium dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan ADHI yang membangun dan mengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo sepanjang 96,57 kilometer (km).

ADHI menjual 47,18 persen saham di JMJ, atau setara 1.714.808 lembar saham kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. Sebagai informasi, SMI adalah spescial mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dengan transaksi itu, ADHI akan mendapatkan dana senilai Rp1.765.816.000.000 atau Rp1,77 triliun dari SMI.

3. Kantongi dana Rp1,9 triliun

Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. Humas Adhi Karya)

Dengan kedua transaksi itu, maka ADHI akan mengantongi dana senilai Rp1.906.816.000.000 atau Rp1,91 triliun. Transaksi tersebut ditargetkan rampung pada 30 November 2026 mendatang.

“Kami memastikan seluruh prosesnya dijalankan secara terukur dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ke depan, ADHI akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan konstruksi nasional dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia,” tutur Siswanto.

Curated For You

Editorial Team

Related Article