Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akhiri Perang Harga, China Larang Produsen-Dealer Jual Mobil Murah
ilustrasi mobil yang dijual dengan harga murah (pexels.com/Mohit Hambiria)

Intinya sih...

  • China melarang produsen dan dealer mobil menjual dengan harga murah

  • Pemerintah China juga melarang price fixing untuk mengakhiri perang harga mobil di pasar

  • Fenomena perang harga membuat rata-rata harga mobil di China turun 11% dari 2023-2025

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China resmi melarang produsen dan pemasok (dealer) mobil untuk menjual mobil mereka dengan harga murah. Larangan tersebut tercantum di dalam dokumen pedoman yang dirilis oleh Lembaga Negara untuk Regulasi Pasar Nasional China pada Kamis (12/2/2026).

Dalam dokumen tersebut, China melarang produsen dan dealer mobil di negaranya untuk menjual mobil mereka dengan harga murah di bawah biaya produksi. Selain itu, produsen dan dealer juga tidak boleh menjual mobil dengan harga di bawah biaya administrasi, biaya keuangan, dan biaya penjualan. 

1. China juga melarang produsen dan dealer untuk mematok harga

ilustrasi mobil yang dijual dengan harga murah (pexels.com/Crz)

Dalam dokumen tersebut, Pemerintah China juga melarang keras produsen dan dealer mobil untuk mematok harga (price fixing). Price fixing sendiri merupakan tindakan di mana produsen mobil memaksa pemasok atau dealer untuk menetapkan harga jual rendah. 

Kebijakan ini diambil sebagai upaya Negeri Tirai Bambu untuk menyudahi perang harga yang terjadi di pasar mobil. Sebab, perang harga membuat produsen dan dealer mobil di China terpaksa menjual produk mereka dengan harga murah untuk mempertahankan pangsa pasar.

2. Pengamat menilai perang harga mobil di China tidak sehat

ilustrasi mobil yang dijual dengan harga murah (pexels.com/Denniz Futalan)

Menurut para pengamat, persaingan semacam ini tentu tidak sehat. Sebab, produsen dan dealer mobil bisa rugi bandar hanya karena menjual produk mereka dengan harga di bawah modal. Mereka bisa terancam bangkrut jika melakukan hal tersebut secara terus menerus demi mempertahankan kepercayaan konsumen.

Menurut data dari Nikkei Asia, fenomena perang harga ini telah membuat rata-rata harga mobil di China dari 2023 hingga 2025 menurun sebesar 11 persen. Pada 2023, rata-rata harga mobil di China mencapai 217.000 yuan atau Rp528 juta per unit. Namun, imbas perang harga, rata-rata harga jual mobil di Negeri Tirai Bambu menurun jadi hanya 194.000 yuan atau Rp471 juta per unit pada 2025.

3. China bakal menghukum produsen dan dealer yang masih jual mobil dengan harga murah

ilustrasi hukuman (pexels.com/Markus Winkler)

Kebijakan larangan penjualan mobil murah ini akan berlaku di seluruh negeri tanpa terkecuali. Oleh karena itu, Pemerintah China mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada produsen atau dealer mana pun yang masih menjual produk mobilnya dengan harga di bawah standar.

Ini dilakukan untuk memastikan semua patuh pada kebijakan yang sudah ditetapkan dan membuat persaingan pasar mobil di China jadi jauh lebih sehat. Jika persaingan sehat, maka industri dan pasar mobil akan berkembang dan perekonomian negara bisa tumbuh dengan pesat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team