TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Seluruh Destinasi Wisata Dilarang Gelar Perayaan Tahun Baru

Operasional restoran hinga tempat rekreasi dibatasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi kantor IDN Media HQ di Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (16/6/2021). (IDN Times/Aldila Muharma)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memastikan pemerintah melarang acara perayaan tahun baru di area tertutup (indoor) atau area terbuka (outdoor), termasuk arak-arakan, pesta petasan dan kembang api di seluruh tempat usaha dan destinasi wisata.

Aturan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) tentang Aktivitas Usaha dan Destinasi Pariwisata Pada Saat Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Surat Edaran ini ditujukan kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, Ketua Asosiasi usaha pariwisata dan pelaku usaha pariwisata, serta Ketua Asosiasi Bioskop," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Ada Ancaman Omicron, PPKM Level 3 di Akhir Tahun Tetap Sesuai Jadwal

Baca Juga: Menag Minta Perayaan Natal 2021 di Rumah untuk Cegah Penularan COVID

1. Aturan untuk restoran, rumah makan dan kafe

Ilustrasi kafe dan restoran. IDN Times/Reza Iqbal

Pada SE tersebut tercantum aturan untuk restoran, rumah makan dan kafe, yakni:

  1. Bagi yang beroperasi sampai pukul 21.00 waktu setempat, kapasitas maksimal 50 persen dan waktu maksimal 60 menit.
  2. Bagi yang beroperasi dari malam hari (mulai pukul 18.00 – 00.00 waktu setempat), kapasitas maksimal 25 persen dan waktu makan 60 menit.
  3. Yang hanya melayani pesan antar, dapat beroperasi selama 24 jam.

2. Aturan tempat wisata, hiburan dan taman rekreasi

Pengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan, Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020) (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Adapun untuk aturan tempat wisata, hiburan dan taman rekreasi, adalah sebagai berikut:

  1. Kapasitas maksimal untuk pengunjung tempat wisata, taman rekreasi, taman hiburan lainnya yang memiliki manajemen pengelolaan dan diizinkan beroperasi oleh Pemda adalah zona hijau sebanyak 50 persen dan zona kuning 25 persen.
  2. Tempat wisata umum, area publik, taman umum, area public kainnya yang tidak memiliki manajemen pengelolaan dan berpotensi menimbulkan kerumuman, maka pengelolaan disarankan ditutup atau dibatasi 25 persen maksimal pengunjung.

"Ini juga harus disertai pengawasan dan pengendalian di masing-masing Pemda," ujar Sandiaga.

Baca Juga: 2 Strategi Sandiaga Hadapi Varian Omicron untuk Pariwisata

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya